cara membuat kue bolu panggang agar mengembang

Pada kesempatan saya kali ini, Saya akan menjelaskan cara membuat kue bolu panggang agar mengembang. Sebelum kita ke topik pembahasanya tahukah anda apa itu bolu panggang? berbeda lho dengan bolu kukus, dari segi tekstur dan cara pengolahan beda. Berikut ini cara membuat kue bolu panggang agar mengembang.

Definisi Bolu Panggang

Bolu panggang adalah kue yang berbahan dasar tepung terigu, gula dan telur. Kue bolu panggang pada umumnya dimatangkan dengan menggunakan oven. Bentuknya sama dengan kue bolu biasanya hanya saja berbeda pada teksturnya, ketahanan, dan alat pengolahanya.

Biasanya bolu panggang ini menggunakan alat mixer untuk mengocok telur atau mentega dengan gula hingga mengembang.  Gelembung udara yang terdapat di dalam adonan membuat kue bolu ini menjadi empuk setelah matang. Tekstur dari kue bolu panggang ini kering berbeda dengan kue kukus yang sedikit lembab.

Sebelum kue bolu dipanggang, adonan bolu ini biasanya sering ditambahkan berbagai bahan perasa dan aroma, seperti bubuk coklat, daun pandan, kismis, dan buah-buahan kering lainnya. Roti bolu panggang juga bisa dihiasi dengan lapisan dari krim mentega.

Istilah bolu sering digunakan untuk berbagai jenis makanan, walaupun bahan dan teknik pembuatannya berbeda.

Berikut ini resep dan cara membuat kue bolu panggang agar mengembang.

Cara Membuat Kue Bolu Panggang agar Mengembang

Bahan-Bahan :

  • Tepung terigu 150gr
  • Baking powder 1/2sdt
  • Vanilli 1/2sdt
  • 165gr gula pasir
  • 4 butir telur ayam
  • SP 1sdt
  • 1/4sdt garam
  • 150 gr margarin yang sudah dilelehkan
  • Margarin secukupnya

Peralatan Masak yang Dibutuhkan :

  • Loyang bolu
  • Wadah
  • Ayakan tepung
  • Mixer ( Nah ini cara agar hasil kue bolu bisa mengembang yaitu menggunakan mixer, Anda disarankan menggunakan mixer roti ini agar bolu yang anda buat dapat mengembang)
  • Spatula
  • Sendok
  • Oven

Cara Membuat Kue Bolu Panggang agar Mengembang :

  1. Ambil wadah . Lalu masukkan tepung terigu, baking powder,  dan vanilli ke dalam wadah. Ayak semua bahan itu agar tekstur lebih halus.
  2. Siapkan loyang tulban ukuran 22. Olesi loyang dengan margarin dan taburkan tepung terigu hingga tersebar rata pada seluruh permukaan loyang. Kemudian panaskan oven.
  3. Ambil wadah lagi. Masukkan gula pasir, telur, SP, dan garam. Kocok semua bahan itu menggunakan mixer. Gunakan kecepatan tinggi pada mixer hingga adonan teraduk dan tercampur rata sampai bertekstur kental. Aduk dengan mixer sekitar kurang lebih 9 menit.
  4. Campurkan bahan kering tadi yang sebelumnya sudah diayak ke dalam adonan yang sedang diaduk dengan mixer. Campur dikit demi sedikit.
  5. Kemudian campurkan 150 gr margarin yang sudah dilelehkan tadi ke dalam adonan yang sedang diaduk menggunakan mixer.
  6. Setelah selesai mengaduk dengan mixer. Aduk lagi adonan menggunakan spatula supaya adonan semakin tercampur rata.
  7. Masukkan adonan kue bolu ke loyang dan ratakan adonannya.
  8. Masukkan loyang yang berisi adonan kue bolu ke dalam oven yang sudah dipanaskan tadi. Atur suhunya sekitar 180°C. Masak kue bolu sampai matang.
  9. Panggang dalam oven kurang lebih 30menit . Kalau mau memastikan kue bolu matang atau tidak, Anda bisa menusuknya dengan lidi. Kalau adonan tidak lengket dengan lidi, maka kue sudah matang dan bisa disajikan ke piring.

Baca Juga : Cara Memasak Gurita Pedas

Diatas tadi resep cara membuat kue bolu agar mengembang. Ada lho penyebab kue bolu itu tidak dapat mengembang , simak dibawah ini ya.

Penyebab Kue Bolu Panggang Tidak Dapat Mengembang

 

1. Salah Menggunakan Pengembang

Baking powder, baking soda, dan self-raising flour adalah bahan pengembang yang sering digunakan pada saat membuat kue bolu. Saat menggunakan self-raising flour, pastikan kalian menggunakan takaran yang sesuai dengan resep kue yang akan kalian buat.

Sedangkan jika kalian menggunakan baking powder dan baking soda, gunakan yang masih segar.Cara untuk mengetahui baking powder/baking soda masih bisa digunakan atau tidak,  kalian cukup tuang sedikit dalam air panas. Jika ada reaksi gelembung udara, berarti baking powder/baking soda masih bisa digunakan.

2. Penggunaan Ragi

Ragi adalah salah satu bahan pengembang yang paling banyak digunakan untuk mengembangkan roti, donat, terang bulan dan bakpao. Gunakan ragi sesua pada resep yang ditulis jangan terlalu sedikit nanti adonan tidak mengembang.

Ada tiga jenis ragi instan yang biasanya digunakan.

Pertama, ragi segar yang memiliki bentuk padat dan mengandung 70% air sehingga ragi harus disimpan di dalam lemari pendingin.

Kedua, ragi koral. Bahan pengembang ragi ini berbentuk koral dengan kandungan air 7,5%, serta cara untuk mengaktifkannya cukup rendam ragi di dalam air dengan suhu 40°C selama 10 menit.

Ketiga, ragi instan yang berbentuk butiran bisa langsung digunakan bersama bahan kering lainnya, kecuali garam.

3. Adonan Tidak Elastis

Cara mengetahui apakah adonan elastis atau tidak dengan Tes Window Pane  yaitu ketika adonan dibentangkan, adonan dapat ditarik mulur tanpa sobek dan transparan. Biasanya adonan roti yang elastis berwana pucat dengan permukaan yang licin dan sedikit berkilau.

4. Salah Urutan dalam Mengocok Bahan Adonan

Ikutilah proses pembuatan dalam resep yang akan anda buat dengan benar. Jika didalam resep tertulis mengocok mentega dan gula terlebih dahulu, maka kocok bahan tersebut hingga campuran itu benar-benar tercampur. Atau bahkan, ada beberapa resep yang mengocok telur dan gula terlebih dahulu.

Selain itu, pada saat mencampur adonan jangan terlalu lama atau terlalu sebentar. Gunakan waktu pencampuran itu seperti yang tertulis di dalam resep.

5. Oven Kurang Panas

Pada saat adonan akan dipanggang, pastikan oven dipanaskan terlebih dahulu dan suhu yang digunakan sudah tepat untuk memanggang. Jangan terlalu sering membuka dan menutup oven selama proses pemanggangan  kue. Agar suhu yang ada di dalam oven tetap stabil dan kue dapat mengembang dengan sempurna.

Stabilkan oven ke suhu yang diinginkan.  Suhu jangan terlalu panas bisa gosong dan juga jangan terlalu rendah nantinya kue bolu tidak akan mengembang.  Pemanasan oven sebelum pemanggangan agar adonan langsung mengembang segera setelah masuk kedalam oven.

Teliti pada saat membaca resep adalah kunci utama untuk kue yang nikmat, lezat, dan mengembang dengan sempurna. Mulai dari pemilihan bahan, penimbangan bahan, pengocokan bahan, hingga pemanggangan adonan.

6. Loyang Terlalu Besar

Biasanya di dalam resep tertulis jumlah loyang resep yang akan dihasilkan dan ukuran loyang yang akan digunakan. Gunakanlah ukuran loyang kue bolu sesuai dengan resep tertulis. Jika menggunakan ukuran loyang yang berbeda, sesuaikan suhu oven dan lama waktu pemanggangan kue.

Ukuran loyang yang berbeda tentu membutuhkan suhu dan waktu pemanggangan yang berbeda.

7.  Menuang Bahan Kering dalam Satu Kali Tuang

Menuang bahan kering dalam satu kali tuangan dapat menyebabkan kocokan telur kaget, dan dapat menjadi penyebab bolu/cake bantat.Untuk meminimalisir pada proses pengadukan, gabungkan bahan kering terlebih dahulu dengan diayak, kemudian tuang adonan kering ke dalam adonan basah.

Gunakan ayakan atau penyaring saat memasukkan berbagai bahan kering, dengan taburan ringan, pelan-pelan, hanya di permukaan, kemudian bantu mengaduk balik adonan kering dengan spatula. Jika kalian hanya asal tercampur.

Jangan diuplek-uplek, karena bahan kering yang sudah diayak tadi lebih mudah bercampur dengan kocokan telur atau mentega atau butter. Biasakan untuk mengayak berbagai bahan kering 2-3 kali sebelum dituang menjadi adonan roti bolu.

 

Setelah kalian tau penyebab bolu tidak mengembang, dibawah ini perbedaan bolu kukus dengan bolu panggang. Simak saja dibawah ini

Perbedaan Bolu Kukus dengan Bolu Panggang

 

1. Dari Teksturnya

Hasil membuat bolu dengan cara dipanggang memiliki tekstur yang sedikit lebih keras, kering dan lebih tipis dibandingkan dengan cara dikukus. Sedangkan hasil membuat kue bolu dengan cara dikukus  lebih empuk , lebih tebal dan lembab.

Hasil dari dipanggang walaupun tekstur lebih keras saat ditelan tidak seret di tenggorokan. Sedangkan hasil dari cara kukus terasa sangat seret kalo dimakan.

2. Rasa

Hasil dari membuat bolu dengan cara dipanggang rasanya jauh lebih ngokelat, lebih manis, dan lebih terasa. Sedangkan hasil membuat bolu dengan di kukus tidak terasa cokelatnya baik bau ataupun rasanya.

3. Ketahanan

Hasil dari bolu panggang bisa awet sampai 5 hari karena teksturnya yang kering membuat bolu bertahan lama. Sedangkan hasil dari bolu kukus hanya awet sampai 24 jam karena  bolu kukus bertekstur lembab membuat bolu kukus hanya bertahan 1 hari, selebihnya bolu akan terasa tengik jika dikonsumsi lebih dari 24 jam.

4. Waktu Pembuatan

Untuk mendapatkan hasil yang sempurna dari dipanggang dibutuhkan waktu kurang lebih 25 menit. Sedangkan dengan cara di kukus kurang dari 15 menit bolu sudah dapat disajikan.

 

Cara Mengatur Temperatur Oven dan Waktu Pemanggangan Saat Membuat Bolu Panggang

  1. Bila suhu dan waktu pemanggangan tidak dicantumkan pada resep membuat bolu, cobalah atur oven pada suhu 180 derajat dan waktu memanggang 30 menit untuk sponge cake, batter cake, pound cake dan kue kering  ukuran agak besar. Untuk kue soes  dan bolu gulung  umumnya menggunakan suhu tinggi antara suhu 190 sampai 200 derajat celsius. Sedangkan untuk cheese cake biasanya menggunakan suhu berkisar antara 130-150 derajat celsius.
  2. Bila setelah 15 menit cake sudah nampak sangat coklat atau mulai merekah, ini menandakan oven terlalu panas, turunkan suhu sebanyak 5 atau 10 derajat dan teruskan pematangan kue.
  3. Tapi bila setelah 15 menit kue masih terlihat pucat dan belum naik, maka naikkan suhu oven sebanyak 5 sampai 15 derajat tergantung kondisi kue saat itu.
  4. Setelah 30 menit buka oven dan tes kue matang atau belum dengan cara di tusuk dengan lidi atau tusuk sate. Bila tidak ada bahan kue yang menempel itu bertanda kue sudah matang. Tapi bila ada yang menempel masukkan lagi ke oven dan teruskan pemanggangan kue.

Jika diatas cara mengatur temperatur oven agar kue dapat mengembang. Mungkin diantara kalian masih ada yang belum tahu apa saja bahan pengembang untuk membuat kue. Simak saja dibawah ini

 

Apa Saja Bahan Pengembang Untuk Membuat Kue

1. Baking Soda

Baking soda merupakan bahan pengembang yang biasanya digunakan dan dapat ditemukan di toko kue. Kandungan utama yang ada di dalam baking soda adalah natrium bikarbonat jika digunakan untuk membuat adonan roti akan mengeluarkan gas yang dapat membuat adonan kue mengembang dan melebar kesamping.

Natrium bikarbonat termasuk senyawa kimia dan masuk kelompok garam yang sudah digunakan sejak lama. Bahan pengembang ini paling cocok digunakan pada kue yang dimasak dengan cara dipanggang atau dikukus. Hasil akhir menggunakan baking soda dapat membuat penganan menjadi getir jika digunakan secara berlebihan. Untuk itu, baking soda sebaiknya digunakan untuk adonan kue yang memiliki bahan asam untuk menetralkan rasa getir.

Bahan pengembang ini sangatcocok digunakan untuk membuat kue kering, karena baking soda akan membuat tekstur adonan kue menjadi garing, kering, dan renyah.

2.  Baking Powder

Baking powder termasuk bahan pengembang yang paling umum dan banyak digunakan untuk membuat kue bolu. Selama ini, masih banyak orang yang mengira bahwa jika menggunakan baking powder dapat ditukar dengan baking soda, padahal anggapan ini tidak benar.

Berbeda dengan baking soda yang hanya mengandung natrium bikarbonat, baking powder ini terdiri atas campuran natrium bikarbonat, cream of tartar, dan emulsifier. Penggunaan baking powder bertujuan agar adonan kue bisa tetap mengembang pada saat dipanggang, walaupun adonan kue tidak langsung dipanggang sesaat setelah pencampuran bahan.

Biasanya baking powder digunakan untuk meningkatkan volume adonan dan meringankan tekstur kue yang akan dipanggang. Selain itu, baking powder juga cenderung netral sehingga tidak memengaruhi rasa kue pada akhir.

3. Ragi

Ragi merupakan zat yang dapat menyebabkan fermentasi pada adonan yang akan kita buat. Bahan pengembang ini memanfaatkan penggunaan mikroorganisme untuk menambah volume pada adonan yang akan dibuat.

Mikroorganisme yang ada di dalam ragi umumnya terdiri atas berbagai bakteri dan fungi , yaitu Rhizopus, Aspergillus, Mucor, Amylomyces, Endomycopsis, Saccharomyces, Hansenula anomala,, Lactobacillus, Acetobacter, dan sebagainya.

Proses fermentasi dengan penambahan ragi ini akan menyebabkan perubahan pada gula menjadi gas karbon dioksida yang menyebabkan adonan dapat mengembang, lebih empuk, elastis, dan kuat. Penggunaan ragi juga dapat meningkat cita rasa dan aroma pada roti.

Perlu kalian diingat, ragi hanya bisa digunakan untuk adonan roti, donat, roti tawar, atau bakpao dan ragi tidak bisa digunakan untuk adonan kue kering atau cake.

4. Krim Tartar

Krim tartar biasanya digunakan untuk mengembangkan sekaligus melembutkan cake, seperti bolu, chiffon cake, cheese cake, hingga meringue. Kandungan yang ada di dalam krim tartar adalah kalium dan asam tartaric dan kim tartar biasanya digunakan sebagai campuran pada saat mengocok putih telur.

Fungsi dari krim tartar adalah mengeluarkan gas di dalam adonan sehingga menghasilkan kocokan putih telur yang baik , mengembang kaku, mencegah butiran gula mengkristal dan krim tartar nantinya akan membuat cake menjadi berpori, besar, dan lembut.

Biasanya jumlah krim tartar yang digunakan adalah 1/2sdt untuk 5 butir putih telur. Penggunaan krim tartar juga dapat digantikan dengan air jeruk nipis atau air lemon.

5. Emulsifier

Emulsifier atau pengemulsi merupakan bahan pengembang yang biasanya ditambahkan pada adonan cake. Fungsi dari emulsifier yaitu untuk menyatukan bahan yang bertentangan, seperti lemak dengan air. Pada umumnya emulsifier merupakan senyawa organik yang memiliki dua gugus, yaitu polar maupun nonpolar sehingga kedua zat tersebut dapat bercampur.

Penambahan bahan emulsifier ini akan membuat adonan memiliki kestabilan yang baik, lebih mengembang, lembut, dan berpori halus. Di pasaran, emulsifier banyak dijual dengan merek dagang ovalet, SP, dan TBM. Walaupun ketiganya memiliki kualitas yang berbeda, secara umum ketiganya dapat digunakan untuk campuran pada adonan bolu, donat, atau cake.

6. VX

VX adalah bahan pengembang yang bersifat untuk melembutkan adonan, namun sekaligus mengembangkan, berbeda dengan Ovalet, TBM dan SP. Komposisi VX berasal dari Soidum bikarbonanat, sodium acid picorofosfat dan sari pati jagung. Bahan pengembang VX biasanya digunakan untuk mengembangkan adonan cake sekaligus melembutkannya secara maksimal.

Demikian penjelasan saya tentang artikel ini, jika ada kesalahan kata saya mohon maaf. Terima kasih

By Salwa Fharah

Saya adalah seorang penulis di vagusnet.com dengan minat dan antusiasme yang tinggi terhadap perkembangan teknologi, khususnya di bidang IT. Saya senang belajar tentang berbagai hal dan berbagi wawasan seputar dunia bisnis serta tips terkini melalui tulisan-tulisan saya. Dengan passion terhadap teknologi, saya berkomitmen untuk menyajikan konten yang informatif dan relevan, serta memberikan nilai tambah kepada pembaca. Mari bersama-sama menjelajahi dan memahami dinamika dunia teknologi, sambil terus berkembang dan berbagi pengetahuan.