Pada Artikel kali ini saya akan membahas tentang penggemukan kambing. Yuk! Simak pembahasannya dibawah ini.

Karena pada prinsipnya sama, jadi cara penggemukan bisa digunakan untuk dilakukan pada kambing yang kurus, kambing jawa, kambing etawa dan semua jenis kambing lainnya.

Meskipun pada prinsipnya sama, penggemukan kambing ini sangat berbeda dengan penggemukan sapi. Terutama dari segi analisa bisnisnya.

Kenapa? Kalau sapi sehari bisa nambah bobot 1 kg. Sedangkan kambing, hanya sekian gram saja. Kambing PE saja bisa nambah 100 gram/hari, itu harus pakai ransum yang joss.

Artinya, dari transaksi bisnis, gemuknya kambing itu kurang kelihatan gitu loh. Oleh karena itu, kita akan membahas terlebih dahulu apakah model usaha seperti ini benar – benar ada?

Atau hanya sekedar informasi belaka yang beredar di Internet untuk memenuhi target pencarian pembaca.

Seperti apa usaha penggemukan kambing itu?

penggemukan-kambing

Penggemukan kambing adalah memelihara kambing dengan sistem intensif maupun non intensif dan diberi ransum yang berkualitas untuk target kenaikan bobot harian yang diinginkan.

Karena kambing bobotnya kecil, maka kenaikan bobot harian yang bisa diperoleh juga tidak banyak.

Kambing dengan bobot 80 kg, maksimal kenaikan bobot harian hanya sampai 300 gram/ekor/hari. Tidak ada kambing lokal yang seberat ini.

Kambing seberat ini hanya mungkin jika kambing PE, Boer, Boerka dan Boerawa. Atau kambing – kambing persilangan dengan ras kambing unggul.

Itupun usianya paling tidak minimal harus di atas 2 tahun. Ya pasti mahal harga kambing usia setua itu. Tidak masuk hitungan kalau buat usaha penggemukan.

Berarti kita harus mencari dengan bobot yang lebih kecil. Otomatis usia bakalan pasti lebih muda.

Kebanyakan usia kambing penggemukan yang disarankan adalah sekitar 6 bulan. Berat kambing 6 bulan itu beratnya sekitar 8 kg untuk kambing kacang. Sedangkan kambing etawa bisa 13 kg per ekornya.

Dengan berat segitu, kenaikan bobot hariannya maksimal sekitar 75 gram/ekor/hari.

Untuk mendapatkan kenaikan bobot satu kilo, maka butuh waktu sekitar 14 hari.

Kita anggap harga timbang hidup daging kambing adalah 90 rb/kg, maka per hari nilai kambing bertambah sebanyak 6.500 rupiah.

Ini belum termasuk biaya pakan yang dikeluarkan setiap ekornya.

Jika menginginkan nilai kambing bertambah sebanyak 65 ribu tiap harinya, maka jumlah yang dipelihara harus 10 ekor. Cukup ringan.

Kemudian persoalan yang membuat pusing adalah ada tidak, sistem penjualan daging kambing dengan timbang hidup disekitar kita?

Hampir tidak ada. Jual beli kambing baik harian atau kurban rata – rata sistem jogrokan.

Kecuali untuk wilayah tertentu saja yang memang ada peternak menjual ternaknya dengan cara timbang hidup. Misalnya di Jogjakarta. Cek kandang Mas Bondan Danu.

Pedagang sate pun membeli kambing dengan sistem taksiran. Jarang yang mau menimbang.

Sehingga terkadang malah kambing hanya dihargai ratusan ribu saja tiap ekornya.

Penggemukan kambing kurus

penggemukan-kambing

Kambing yang kurus adalah kambing yang jaringan otot dan lemaknya sangat sedikit. Untuk kambing yang sangat kurus, kulit ini seperti menempel pada tulang – tulangnya.

Sehingga, kita bisa melihat tulang kerangka yang seperti diselimuti kulit kambing. Tapi yang sampai parah seperti ini jarang terjadi.

Pasti ada suatu masalah, jika kita mendapati ada kambing yang kurus. Entah itu di kambingnya, manajemennya atau pemiliknya.

Penyebabnya adalah kurangnya perawatan yang dilakukan oleh pemiliknya. Bisa jadi kambing sakit dibiarkan, sampai tidak mau makan. Atau memang karena malas mencari pakan sehingga kambing makan seadanya.

1 . Menghilangkan segala parasit.

Kambing yang sudah di bawa ke kandang, perlakuan pertama yang harus dilakukan adalah dengan menghilangkan segala parasit yang ada di tubuh kambing. Parasit ini biasanya cacingan dan kutu yang ada pada kambing. Cacingan ini bisa diobati dengan obat herbal atau obat kimia.

Obat herbal bisa menggunakan buah pinang atau daun pepaya. Tapi menurut saya, karena kita butuh parasit ini segera dihilangkan, saya lebih cocok ke obat kimia. Obat kimia efeknya lebih cepat sehingga kita bisa langsung ke proses selanjutnya.

Nanti setelah parasit ini sudah dihilangkan dari kambing, pencegahan supaya tidak kembali terserang cacing bisa pakai yang herbal. Obat cacing untuk kambing ini banyak sekali macamnya. Merknya maksud saya.

2 . Kandang kambing harus bagus.

Kandang berbentuk panggung

Dengan kandang panggung, kandang menjadi bersih. Kambing tidak campur aduk dengan air kencing dan kotoran. Ini bisa membuat kambing lebih sehat.

Pembersihan kandang bisa tidak setiap hari. Paling kita harus rajin membersihkan kotoran yang terselip diantara reng – reng bangunan kandang.

3 . Pakan penggemukan harus berkualitas

Ke-empat poin di atas semuanya penting. Tapi yang paling penting adalah bagian ini. Yaitu manajemen pakan.

Karena porsinya dalam usaha penggemukan kambing ini sebanyak 70%, pakan wajib untuk diperhatikan.

Ada tiga jenis pakan yang kita bisa gunakan untuk pakan kambing. Pertama adalah rumput – rumputan. Ini sebagai sumber serat dan energi.

Kedua adalah leguminosa. Ini sebagai sumber protein.

Ketiga adalah konsentrat. Konsentrat ini bisa digunakan sebagai pakan penguat.

Jika untuk menggunakan ketiga jenis pakan di atas sulit, bisa memakai dua saja. Yaitu antara rumput dan legum atau rumput dan konsentrat.

Jenis rumput terdapat banyak macam yang bisa dipakai. Misalnya rumput odot, rumpu ruzi, rumput bachiaria, daun nangka, daun pisang, daun mahoni dan lain sebagainya.

Begitu juga dengan jenis legum. Bisa mengambil daun kelor, daun lamtoro, daun turi, daun indigofera, daun kaliandra dan masih banyak jenis legum lainnya.

Informasi mengenai konsentrat kita bisa mencari secara online maupun offline. Harga konsentrat kambing sekitar 4000 rupiah/kg. Dengan kandungan protein antara 14 – 16 %.

Kalau mau menggunakan konsentrat sapi ada pilihan yang lebih murah, yaitu harga 2500/kg. Tapi, kandungan protein kasarnya lebih rendah antara 10 – 12 % saja.

Demikian Artikel kali ini tentang penggemukan kambing. Sekian dan terima kasih.