we sharing because caring

Tag: cara memilih bibit cabai

Cara Memilih Bibit Cabe Rawit yang Bagus

Cara memilih bibit cabe rawit yang bagus, informasi ini akan sangat bermanfaat bagi anda yang ingin memulai budidaya cabai rawit.

Cabai rawit memiliki 2  varietas, yaitu cabe rawit hijau dan cabe rawit putih. Yang biasa digunakan sebagai pendamping gorengan atau sebagai lalapan adalah cabe rawit yang hijau. Sedangkan cabe rawit putih biasanya dipakai sebagai bumbu masakan atau sebagai sambal.

Cabai rawit menjadi salah satu buah yang tidak bisa lepas dari masyarakat Indonesia. Selain karena rasanya yang pedas, cabai rawit banyak dibudidayakan karena memiliki harga yang lumayan tinggi.

Kebanyakan para petani memilih untuk memproduksi bibit cabai sendiri. Selain untuk memangkas biaya, petani juga bisa memastikan bahwa bibit cabainya berasal dari cabai yang berkualitas.

Cara Memilih Biji Cabe Rawit

5 Cara Menanam Cabe dengan Mudah, Anti Gagal!

Bibit cabai rawit yang bagus tentu berasal dari benih yang memiliki kualitas bagus juga. Benih cabai dengan kualitas baik dipilih dari beberapa kriteria. Benih cabai harus berasal dari cabai yang masak di pohon, berukuran bear, dan terhindar dari serangan hama dan penyakit.

Pastikan juga benih cabai rawit yang digunakan berasal dari vaietas yang sama, tidak boleh bercampur dengan varietas cabai yang lainnya.

Untuk memisahkan bijinya, cabai rawit dibelah bagian tengahnya secara membujur menjadi dua bagian dan bijinya dikeluarkan. Untuk memisahkan biji cabai rawit dalam skala besar, Anda dapat menggunkaan Mesin Pemisah Biji.

Kemudian cuci biji cabai rawit yang sudah dipisahkan, dengan cara memasukkan biji ke dalam ember berisi air. Setelah itu, tiris dan keringkan biji cabai dengan menjemurnya langsung di bawah terik matahari. Pastikan biji cabai kering dan bebas dari air yang menempel.

Setelah kering, biji cabai rawit diberi fungisida seperti benlate agar tidak ditumbuhi jamur. Agar benih memiliki daya tumbuh yang baik, benih kemudian di rendam dalam air hangat selama 24 jam.

Buanglah biji cabai rawit yang mengapung karena biji itu cacat dan tidak bisa tumbuh dengan baik. Biji yang tenggelam menandakan biji bisa digunakan sebagai benih. Dengan seleksi kecambah ini, kita bisa memperoleh benih cabai rawit yang baik dengan daya tumbuh 80%.

Cara Memilih Bibit Cabe Rawit yang Bagus

Berikut ini ciri tanaman cabai rawit jika menggunakan benih dengan kualitas yang bagus:

1. Pertumbuhannya Seragam

Bibit cabai berkualitas adalah bibit cabai yang memiliki pertumbuhan yang seragam antara tanaman cabai satu dengan yang lainnya. Pertumbuhan yang seragam ini diartikan juga bahwa tanaman cabai memiliki tinggi yang sama. Misalkan tinggi satu bibit cabai sekitar 16 cm, maka bibit cabai yang lain juga memiliki tinggi di kisaran yang sama.

2. Bertahan Dalam Perubahan Iklim | Cara Memilih Bibit Cabai Rawit yang Bagus

Perubahan cuaca yang tak menentu bisa mempengaruhi pertumbuhan benih cabai rawit. Namun, cabai rawit yang berasal dari benih dengan kualitas baik biasanya mampu bertahan terhadap perubahan iklim dan cuaca yang sering terjadi, sehingga hasil panen bisa terjamin.

3. Bibit Mampu Tumbuh Lebih Cepat

Penggunaan bibit berkualitas juga bisa membuat pertumbuhan cabai menjadi lebih cepat dibandingkan dengan bibit biasa. Kecepatan perkecambahan dan pertumbuhan cabai rawit juga bisa dipengaruhi cara kita dalam merawatnya. Jika tidak dirawat dengan baik, cabai dari benih berkualitas baik pun tidak akan bisa tumbuh dengan optimal dan mudah terserang hama dan penyakit.

4. Memiliki Akar yang Sangat Banyak | Cara Memilih Bibit Cabai Rawit yang Bagus

Ciri selanjutnya yang dimiliki pada tanaman cabai rawit yang berasal dari bibit dengan kualitas baik yaitu memiliki akar primer dan akar sekunder yang lebat.

5. Sanggup Bertahan Saat Dipindahkan

Cabai yang tumbuh dari bibit dengan kualitas baik mudah beradaptasi pada lingkungan baru sehingga bisa berkembang sempurna. Di sisi lain, Kita juga harus mengetahui media tanam yang sesuai untuk penyemaian bibit cabai yang  akan dipindahkan tersebut.

6. Tak Mudah Terjangkit Hama dan Penyakit

Tanaman bebas penyakit biasanya berbentuk bibit cangkok, hasil okulasi, stek batang, atau hasil persilangan. Periksa baik-baik bagian tanaman cabai ketika Anda hendak membeli bibit tanaman cabai rawit dengan kualitas baik.  Hal ini meliputi batang yang tebal, bentuk daun, akar yang lebat, hingga media tanam yang digunakan.

7. Hasil Panen Cabai yang Tinggi | Cara Memilih Bibit Cabai Rawit yang Bagus

Anda juga harus melihat produktivitas dari hasil panennya. Jumlah panen sangat menentukan kualitas dari bibit cabai rawit. Jika riwayat tanaman cabai rawitnya bagus, Anda dapat menyisihkan sebagian hasil panen untuk budidaya cabai selanjutnya.

Demikian tadi informasi mengenai cara memilih bibit cabe rawit yang bagus. Anda bisa mendapatkan informasi menarik lainnya hanya di Vagus Net.

 

 

 

Cara Menanam Cabe Dengan Mudah

Cabe rawit adalah salah satu jenis dari cabai paling favorit di negara Indonesia. Bahkan cabe rawit merah sangatlah digemari dikarenakan rasanya yang sangatlah pedas. Dan Disini akan saya bagikan semua tentang Cara Menanam Cabe pada teman-teman semua.

Cara Menanam Cabe

cara menanam cabe

1. Siapkan Media Semai

Media yang sangat dianjurkan sebagai penyemaian ialah dari campuran tanah, pupuk kandang ataupun kompos dan juga sekam bakar menggunakan perbandingan 3:2:1. Sebagai pencegah serangan penyakit, media semai sebaiknya terlebih dahulu disterilisasi.

Sterilisasi bisa dilakukan dengan cara mengukus media atau bahkan dengan cara menjemur di bawah panas matahari. Lalu dinginkan, dan dimasukan ke dalam wadah untuk penyemaian, dan juga disiram. Wadah semai yang umumnya digunakan di antaranya yaitu polybag kecil, kantung plastik, daun pisang, nampan plastik, atau bahkan bisa memanfaatkan gelas plastik bekas minuman yang diberi lubang dibawahnya.

2. Siapkan Benih Benih

Benih diambil dari pertanaman yang sehat, yakni yang berasal dari buah yang telah matang penuh dan sehat. Sebelum benih akan disemai, sebaiknya terlebih dahulu benih untuk direndam didalam air hangat kuku sekitar (suhu 45 sampai 50 derajat celcius) selama kurleb 1 jam supaya mempercepat tumbuhnya benih.

Selain menggunakan air yang hangat, benih juga bisa direndam didalam larutan fungisida Previcur N menggunakan dosis 1-2 cc setiap liter air selama kurleb 1 jam. Fungsinya selain bisa untuk mempercepat tumbuhnya benih juga bisa untuk mencegah dari serangan hama jamur.

Selama proses perendaman, benih yang cacat dan juga yang mengapung sebaiknya dibuang saja. Kemudian benih ditiriskan dan juga dikeringkan, anginkan saja di atas kertas koran supaya tidak lengket pada tangan pada saat proses penyemaian.

3. Penyemaian

Benih disemai dengan satu persatu didalam wadah semai yang telah di isi dengan media semai, dan kemudian tutup media semai menggunakan tanah halus dengan cara diayak. Supaya mempertahankan kelembaban, persemaian sebaiknya ditutup menggunakan karung plastik, goni ataupun menggunakan daun pisang. Selama di persemaian dilakukan penyiraman dengan cara menyemprotkan air.

Umur 5-7 hari setelah semai, benih akan tumbuh. Tutup persemaian dibuka. Jika sudah berumur kurleb 20-30 hari atau sudah berdaun 4-5 helai, bibit sudah bisa dipindahkan ke dalam pot ataupun polybag besar.

4. Media Tanam dan Penanaman

Media tanam bagi budidaya cabai rawit didalam pot ataupun polybag ialah dengan campuran tanah dan juga pupuk kandang atau bahkan pupuk kompos menggunakan perbandingan 1:1. Jika saja tanahnya terlalu padat, bisa ditambahkan dengan sekam bakar ataupun sekam yang telah lapuk, menggunakan perbandingan antara tanah, pupuk kandang/kompos dan juga sekam, 3:2:1. Ukuran pot/polybag besar yang dianjurkan adalah 40×50 cm.

Pada saat proses penanaman ataupun proses pemindahan bibit cabe dari polybag yang kecil ke polybag yang besar alangkah baiknya dilakukan ketika waktu sore hari supaya bibit mempunyai waktu yang sangatlah cukup untuk beradaptasi pada waktu dimalam hari.

Bibit yang telah ditanam ialah yang sudah berumur kurleb 20-30 hari ataupun sudah berdaun sekitar 4-5 lembar. Sebelum bibit akan ditanam ataupun dipindahkan, sebaiknya terlebih dahulu disiram menggunakan air sampai medianya menjadi jenuh.

Kemudian bibit cabe dikeluarkan dari wadah pembibitan dengan sangat hati-hati dan kemudian ditanam pada pot/polybag yang besar. Media dijaga agar tidak pecah.

5. Pemeliharaan Tanaman

Pemeliharaan adalah salah satu kunci dari keberhasilan didalam menanam cabai rawit ini. Perawatan wajib dilakukan secara rutin, di antaranya seperti penyiraman, penyiangan, dan juga pemupukan.

Penyiraman bisa dilakukan setiap hari pada saat pagi ataupun sore hari jika tidak ada hujan. Penyiangan bisa dilakukan sekali dua minggu dengan cara membuang rumput-rumput liar yang berada di dalam dan juga di sekitar pot/polybag nya.

Tunas samping juga sebagian daun yang sudah tumbuh sampai dengan ketinggian kira-kira 15 – 25 cm dari permukaan tanah sebaiknya dipangkas atau dirempel. Pemangkasan ini bertujuan supaya menghindari dari percikan air pada saat penyiraman yang bisa menempel pada bagian tanaman, batang menjadi kokoh dan kuat, pertumbuhan bagian atas tanaman lebih sempurna, dan sirkulasi udara lebih baik.

6. Pemupukan

Pupuk kimia diberikan setelah tanaman berumur 1 bulan. Pupuk yang diberikan adalah NPK. Lalu larutan pupuk bisa disiramkan kepada tanaman sebanyak kurang lebih sekitar 200 ml setiap pot/polybag, satu kali saja dalam jangka 10 hari.

Untuk pupuk tambahan bisa juga diberikan air bekas cucian beras, air cucian daging/ikan, pupuk cair (urine ternak), dan juga pupuk nabati seperti contuhnya daun Titonia. Air bekas cucian beras ataupun air cucian daging/ikan sebelum digunakan sebaiknya disaring terlebih dahulu. Urine ternak yang digunakan adalah yang sudah difermentasi.

7. Pengendalian Hama

Tantangan yang sangat berat didalam budidaya cabai ialah dengan serangan hama dan juga penyakit ataupun OPT.

Pengamatan rutin pada saat pagi dan juga sore hari sebaiknya dilakukan dikarenakan umumnya hama mulai menghinggapi tanaman pada waktu pagi dan juga sore hari sampai malam. Jika menemukan hama, langsung saja dilakukan pengendalian secara mekanik, yaitu dengan cara mengambil hama dan kemudian membunuhnya.

8. Pasca Panen

Panen cabai rawit bisa dilakukan pada saat sudah berumur kira-kira 80-90 hari setelah masa tanam (HSMT), tergantung kepada varietas dan juga ketinggian tempat tumbuhan.

Panen sebaiknya dilakukan pada cuaca cerah. Cabai rawit bisa dipanen setiap 1 minggu sekali. Jika saja budidaya dilakukan dengan cara yang benar, cabai rawit bisa berproduksi sampai 2 sampai 3 tahun lamanya.

Itu lah beberapa manfaat dan juga bahaya dari Cara Menanam Cabe yang bisa kita ketahui. Jika teman-teman Ingin mau mencari manfaat selengkapnya teman-teman bisa mengunjungi artikelnya disini Manfaat Sayur Bayam.

Semoga bermanfaat semua yang telah saya bagikan disini, dan juga sering-sering untuk berkunjung di website kami ya…Dan Selamat Mencoba!

© 2021 VAGUS NET

Theme by Anders NorenUp ↑