Tidak ada standar baku jumlah kata ideal untuk penulisan sebuah artikel online. Tergantung penelitian. Beda studi, beda pula hasil jumlah kata ideal.
Kalau menurut HubSpot, jumlah kata ideal itu sekira 2.100-2.400 kata. Angka ini hasil dari analisis 50 blog post berperforma paling baik di website yang diteliti.
Sementara merujuk Moz.com, artikel dengan 3.000-10.000 kata sudah bagus. Beda lagi dengan Yoast yang malah merekomendasikan minimal 300 kata
Hasil penelitian memang bervariasi, tapi kalau ditelaah kebanyakan hasil studi menyimpulkan bahwa artikel yang panjang adalah yang paling sukses.
Durasi Baca
Selain jumlah kata, durasi baca juga perlu diperhatikan karena menyangkut seberapa betah pengunjung berada di sebuah website. Penelitian dari Medium menyebutkan laman web yang memakan waktu tujuh menit untuk membaca satu artikel adalah yang paling menarik.
Di dalam penelitian itu juga menyebutkan bahwa artikel dengan durasi baca yang terlalu singkat hanya memiliki rata-rata 1.000 tampilan halaman (page views). Artikel dengan estimasi waktu baca tujuh menit rata-rata mempunyai 10.000 sampai 100.000 page views.
Kalau durasi membaca tiga menit, tampilan halaman juga meningkat sekitar 74%. Banyak pembaca memilih laman web yang mempunyai waktu baca rata-rata tiga menit. Sementara 94% lebih memilih artikel dengan waktu baca di bawah enam menit. Ini menunjukkan waktu optimal dari pembaca internet berkisar antara tiga sampai tujuh menit.
Jika asumsi kecepatan membaca pengguna internet 150-250 kata per menit (WPM), maka hasil jumlah kata yang ideal untuk sebuah artikel online adalah 400-1.700 kata.
Mengutamakan Kebutuhan Pembaca
Perlu diingat, jumlah kata dalam sebuah artikel bukan faktor utama yang menentukan artikel tersebut baik secara peringkat pencarian. Menjaga pengunjung web untuk tetap membaca dari awal hingga akhir justru lebih penting.
Apalagi sekarang ini untuk pemeringkatan Google atau mesin telusur lainnya tak lagi cuma menghitung jumlah kunjungan (per click). Artikel yang bisa menjawab kebutuhan pembaca adalah yang paling penting dan berpotensi masuk dalam daftar teratas mesin pencari.
Tipe Pengunjung Website
Kalau dari sudut pandang penyuka tulisan pendek, mereka meyakini bahwa pengunjung website tidak benar-benar membaca artikel secara tuntas. Sebab, waktu mereka terlalu berharga untuk dibuang dengan membaca artikel yang terlalu panjang.
Tipe pengunjung ini lebih menyukai gambar atau grafis. Kalaupun cuma ada tulisan saja dalam satu artikel, biasanya mereka langsung tertuju pada tulisan yang bercetak tebal dan sub judul untuk menarik kesimpulan tulisan dengan cepat.
Sementara, bagi penyuka artikel panjang berpendapat bahwa semakin banyak kata atau kalimat, itu dapat meyakinkan pembaca bahwa produk dan layanan yang diulas benar-benar dibutuhkan pembaca. Mereka juga berpendapat jumlah kata yang lebih banyak bisa mengoptimalkan SEO. Sebab halaman sebuah website harus memiliki jumlah kata minimal sebagai syarat agar bisa diindeks oleh mesin pencari.
Fakta Sebenarnya?
Kedua argumentasi tersebut tidak ada yang salah. Semuanya benar. Sebab, karakteristik pengguna internet sangat beragam dan tidak bisa ditebak. Satu yang pasti, orang-orang di internet ingin bergerak dengan cepat dari satu website ke website lainnya.
Merujuk penelitian Nielsen, pembaca artikel di internet tidak membaca artikel kata per kata. Sebanyak 79% pembaca internet memindai artikelnya lebih dulu sebelum membacanya dengan serius.
Saat pembaca menemukan kalimat yang menarik, barulah dia membaca artikel dengan serius secara horizontal. Pola membaca ini sering disebut F-shaped pattern, sebab bentuknya seperti huruf F.
Sebagai penulis yang berdedikasi di vagusnet.com, setiap tulisan yang saya hasilkan adalah perjalanan dalam merinci perubahan dinamis dunia teknologi, terutama di bidang IT. Saya tidak hanya mencatat fakta-fakta terkini, tetapi juga berusaha memberikan perspektif yang lebih dalam tentang bagaimana inovasi tersebut memengaruhi dunia bisnis dan kehidupan sehari-hari.