cabai kering untuk dieskpor

Harga ekspor cabai kering berpotensi menjadi peluang bisnis yang sangat menjanjikan, terutama dengan total pasar yang lebih dari Rp 20 triliun setiap tahunnya.

Potensi ini membuka kesempatan besar bagi para pelaku usaha untuk menganalisis data secara mendalam dan merencanakan tindakan strategis untuk menjadi eksportir cabai kering di pasar global.

Produk ini tidak hanya memiliki nilai ekonomi tinggi, tetapi juga membantu memperkenalkan dan melestarikan budaya Indonesia di kancah internasional. Selain itu, produk ini memberikan kontribusi pada cadangan devisa negara.

Berdasarkan laporan dari UKM Indonesia, cabai dan produk olahannya, seperti sambal, terus menjadi komoditas yang diminati secara global.

Harga Ekspor Cabai Kering

Harga ekspor cabai kering bervariasi tergantung pada kualitas, jenis, dan asal produk. Sebagai contoh, di platform perdagangan internasional

Seperti yang terlihat di Alibaba, harganya berkisar antara $2,59 hingga $2,90 per kilogram untuk produk seperti cabai Byadgi dan Jing Tiao.

Untuk mengetahui cara ekspor cabai kering, penting untuk mempertimbangkan faktor-faktor tersebut agar dapat menetapkan harga yang kompetitif di pasar internasional.

Di pasar domestik Indonesia, harga cabai kering impor juga beragam. Misalnya, 250 gram cabai kering keriting impor dijual seharga Rp30.000, yang setara dengan Rp120.000 per kilogram.

Dengan demikian, harga ekspor cabai kering yang kompetitif akan membantu eksportir Indonesia untuk lebih bersaing di pasar global.

 

Negara Produsen Ekspor Cabai Kering Tahun 2020

Data negara produsen cabai kering

Berdasarkan data dari Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) tahun 2020. India merupakan harga ekspor cabai kering terbesar di dunia dengan produksi lebih dari 1,7 juta ton.

Produksi India jauh melampaui negara-negara lain. seperti Thailand yang menghasilkan sekitar 322 ribu ton, Tiongkok dengan 307 ribu ton, dan Ethiopia sebanyak 295 ribu ton.

Bangladesh dan Pakistan juga termasuk dalam daftar produsen utama. Masing-masing memproduksi sekitar 158 ribu ton dan 142 ribu ton cabai kering.

Impor Cabai Kering Eropa Sangat Signifikan dan Terus Meningkat

Harga ekspor cabai kering di eropa bisa dijadikan importir cabai kering terbesar kedua di dunia, setelah Asia, namun lebih besar dibanding Amerika Serikat, dengan pangsa pasar impor sekitar 40% secara global.

Karena produksi cabai kering di Eropa tidak mencukupi kebutuhan domestiknya, kawasan ini sangat bergantung pada impor.

Dalam periode 2017 hingga 2021, impor cabai kering ke Eropa terus mengalami peningkatan. Selama rentang 2017–2027, nilai impor cabai kering di kawasan ini tumbuh rata-rata 7,5% per tahun.

Sementara volumenya meningkat 6,1% per tahun. Pada tahun 2021, nilai impor mencapai €449 juta, dengan total volume sebesar 178 ribu ton.

Statistik ini mencakup seluruh jenis spesies Capsicum kering. Meskipun data spesifik tidak tersedia. Diperkirakan sekitar 80% dari total impor terdiri atas cabai kering pedas, sementara 20% sisanya berupa cabai manis kering.

Kesimpulan

Potensi harga ekspor cabai kering sangat menjanjikan dengan nilai pasar mencapai lebih dari Rp 20 triliun per tahun. Hal ini memberikan peluang besar bagi pelaku bisnis untuk menjadi eksportir cabai ke pasar internasional.

Selain memiliki nilai ekonomi yang tinggi, harga produk olahannya juga berkontribusi dalam melestarikan budaya Indonesia serta menambah cadangan devisa negara.

India, sebagai produsen cabai kering terbesar di dunia, mencatatkan produksi lebih dari 1,7 juta ton pada tahun 2020, jauh melampaui negara lain seperti Thailand, Tiongkok, Ethiopia, Bangladesh, dan Pakistan.

Di sisi lain, Eropa menjadi importir cabai kering terbesar kedua di dunia setelah Asia, dengan pangsa pasar sekitar 40% dari total impor global.

Karena produksinya tidak mencukupi kebutuhan domestik, impor cabai kering di Eropa terus meningkat.

Dari tahun 2017 hingga 2027, nilai impor cabai kering Eropa tumbuh rata-rata 7,5% per tahun, dengan volume impor meningkat 6,1% per tahun, mencapai €449 juta dan 178 ribu ton pada tahun 2021.

Secara keseluruhan, meningkatnya permintaan global, terutama dari Eropa, membuka peluang besar bagi para eksportir cabai kering untuk memanfaatkan pasar internasional yang terus berkembang.