cara-ternak-sapi-PO

Pada Artikel kali ini saya akan membahas tentang cara ternak sapi PO yang mudah dan simple. Yuk! Simak pembahasannya dibawah ini.

Selama ini usaha pembibitan sapi banyak dilakukan para peternak tradisional. Produktivitasnya kurang bisa diandalkan.

Banyak dilakukan sebagai usaha sampingan atau tabungan keluarga. Sehingga Indonesia selalu kekurangan sapi bakalan. Untuk memenuhi kebutuhan itu, sapi bakalan banyak diimpor dari negara lain.

Jenis-Jenis Sapi Potong

Berdasarkan sumbernya, terdapat tiga golongan sapi dalam usaha ternak sapi di Indonesia, yakni sapi lokal, sapi impor dan hasil silangannya. Berikut ini beberapa jenis sapi yang paling banyak beredar dan dibudidayakan di Indonesia:

a. Sapi Ongole

Sapi ini berasal dari India, ternak sapi ongolecukup banyak di Indonesia. Terdapat dua jenis tipe sapi ongole yang populer yakni peranakan ongole (PO) dan sumba ongole (SO). Sapi ongole gampang dikenali.

Warna kulitnya putih, disekitar kepala sedikit lebih gelap cenderung abu-abu. Postur tubuhnya agak panjang, leher sedikit pendek dan kaki terlihat panjang.

Sapi ongole mampu beradaptasi dengan baik di iklim tropis, oleh karena itu para peternak di Indonesia menyukainya.

Hanya saja pertumbuhannya cenderung lambat. Sapi ini akan mencapai dewasa pada umur 4-5 tahun. Banyak peternak yang menyilangkan sapi ongole dengan jenis lain.

 Kandang Sapi

Konstruksi kandang untuk ternak sapi potong sangat tergantung pada skala peternakan dan ketersediaan dana. Namun secara umum, kandang sapi harus bisa melindungi sapi dari pengaruh iklim lokal dan perubahan cuaca.

Perlu diingat suhu tubuh sapi berkisar 38-39oC. Terdapata tiga tipe kandang sapi, yakni kandang dengan dinding terbuka, setengah terbuka dan dinding tertutup.

Kandang sapi terbuka dan setengah terbuka biasanya diterapkan di dataran rendah yang panas tetapi tiupan anginnya tidak terlalu kencang.

Kandang dengan dinding tertutup biasanya digunakan di daerah dingin yang berangin kencang, atau kandang yang diperuntukan bagi anakan sapi.

Selain ketentuan kandang di atas, hal lain yang perlu diperhatikan adalah kelengkapan peralatan kandang untuk ternak sapi. Berikut beberapa diantaranya:

  • Tempat pakan dan minum. Tempat pakan sebaiknya terbuat bahan-bahan yang tidak melukai, bisa kayu atau tembok. Sedangkan tempat minum bisa berupa ember plastik tetapi yang tidak mudah pecah. Tempat makan dan minum harus dirancang dan ditempatkan sedemikian rupa agar sisa-sisa pakan tidak berceceran.
  • Tempat tambat. Tambat sapi merupakan tonggak, tiang, atau palang untuk mengikatkan sapi agar tidak bergerak terlalu banyak. Tempat tambat ini bisa dibuat khusus atau disatukan dengan struktur kandang, yang penting harus kokoh.
  • Peralatan kandang. Peralatan kandang yang dibutuhkan untuk ternak sapi potong diantaranya sebagai berikut.
    • Sekop. Berguna untuk mengaduk pakan dan membersihkan kotoran. Sebaiknya gunakan dua sekop yang berbeda untuk keperluan ini.
    • Garpu/garu. Garpu untuk mengaduk pakan dan membersihkan kandang.
      Ember. Untuk keperluan wadah minum dan sanitasi seperti memandikan sapi atau membersihkan kandang.
    • Sapu lidi. Untuk membersihkan kandang.
    • Selang. Sebagai sarana menyalurkan air dan sanitasi kandang.
    • Sikat. Digunakan untuk memandikan sapi.
    • Tali. Berguna untuk mengikat sapi ketika ditambatkan atau memindahkan sapi.
      Peratan perawatan kesehatan sapi. Alat suntik, vaksin dan obat-obatan lainnya.

Memilih Bakalan

Bila kita ingin menjalankan usaha pembesaran, sebaiknya pilih sapi bakalan yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

    • Bila memungkinkan dapatkan bibit unggul yang memiliki silsilah jelas dan diketahui sifat-sifatnya.
    • Tubuh pedet tidak cacat, kulitnya mulus tidak ditemukan parasit.
  • Mata cerah dan bersih, tidak ada kotoronnya dan berair.
  • Pernapasan baik, tidak ada lendir keluar dari hidungnya.
  • Kukunya baik, tidak ada bengkak, bila diraba tidak terasa panas.
  • Pada bagian dubur tidak terlihat ada bekas mencret.

Jenis Pakan Cara Ternak Sapi PO

    • Pakan berserat. Bisa berupa hijaun seperti rumput-rumputan, leguminosa dan tanaman lainnya. Limbah pertanian seperti jerami padi, jerami jagung, daun kacang tanah, pucuk tebu dan lain-lain.
    • Konsentrat, atau biasa juga disebut bahan penguat. Terdiri dari biji-bijian, umbi-umbian dan limbah pengolahan hasil pertanian lainnya.
  • Pakan tambahan, biasanya berupa vitamin, mineral, enzim, antibiotik, urea dan lain-lainnya.

Pemberian Pakan Cara Ternak Sapi PO

Pakan konsentrat untuk ternak sapi penggemukan bisa dibuat dari berbagai macam bahan, yang terpenting memiliki kadar protein 12% dan Total Digestible Nutriens (TDN) atau jumlah zat dalam pakan yang bisa dicerna sebesar 60-70%. Jumlah pemberian pakan konsentrat 1-2% dari bobot tubuh sapi.

Sebaiknya berikan pakan konsentrat dalam bentuk kering. Hal ini berguna untuk merangsang keluarnya enzim dari ludah sapi yang berguna untuk memicu pertumbuhan bakteri dalam rumen sapi.

Pemberian pakan hijauan jumlahnya 10% dari bobot tubuh sapi. Pakan hijaun diberikan 2-3 jam setelah pemberian pakan konsentrat.

Kebutuhan pakan Takaran
Hijauan (rumput+legum) 10% bobot tubuh
Konsentrat 1-2% bobot tubuh
Garam 15-30 gram
Kalsium phospat (tepung tulang/kapur) 13-30 gram
Air Secukupnya

Perawatan Umum Cara Ternak Sapi PO

Seperti juga hewan ternak lainnya, ternak sapi potong membutuhkan perawatan rutin agar perkembangannya berjalan baik. Berikut ini perawatan yang harus dilakukan:

  • Vaksinasi dan pemberian obat cacing.
  • Bersihkan kotoran di kandang sapi setiap hari. Atau kalau memungkinkan sehari 2 kali. Kebersihan kandang tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan sapi, sehingga sapi selalu sehat tidak stres dan terhindar dari penyakit yang tidak perlu.
  • Sekitar 1-2 hari sekali, sapi harus dimandikan. Sikat tubuh sapi hingga bersih.

Demikian Artikel kali ini tentang cara ternak sapi PO yang mudah dan simple,semoga bermanfaat untuk Anda. Sekian dan terima kasih.

By Kuwat Tokoh Ariwibowo

Sebagai penulis terus-menerus di vagusnet.com, setiap tulisan yang saya hasilkan adalah sebuah perjalanan mendalam ke dalam lanskap teknologi, khususnya di dunia IT. Saya melihat penulisan sebagai medium untuk merinci perubahan, tantangan, dan potensi yang terkandung dalam evolusi teknologi.