Cara Optimasi SEO On Page dengan Heading dan Subheading yang Tepat

Cara Optimasi SEO On Page dengan Heading dan Subheading yang Tepat. Saat mengetik blog, kamu ingin mendapatkan tulisan yang tidak hanya menyampaikan informasi berguna tentunya, tetapi juga mudah di maksud dan mengandung aspek-aspek SEO agar lebih mendapat banyak pembaca.

Jika artikel atau tulisanmu menarik, kemungkinan besar para pengunjung akan membuka blogmu lalu membaca tulisan lain sehingga blogmu akan ramai peminat pembaca. Selain judul yang menarik, salah satu cara yang dapat kamu gunakan adalah dengan menggunakan heading.

Namun, jika Anda belum pernah mendengarnya, apalagi menggunakan fitur judul, ini menyampaikan beberapa informasi yang sangat berguna untuk membantu jumlah pengunjung blog Anda.

Pengertian Heading

Pengertian Heading

 

Heading tidak hanya berguna secara visual (membedakan ukuran dan format teks) tetapi juga berguna untuk optimasi mesin pencari Google agar artikel Anda lebih mudah ditemukan. Berasal dari kata “head”, judul bisa berarti “kepala” atau judul yang mengawali suatu pembahasan.

Sama seperti Ms Word, fungsi  dari WordPress juga untuk membagi pembahasan menjadi beberapa subbab. Heading diperlukan hampir di setiap postingan agar pembaca tidak pusing atau bingung saat membaca postingan blog.

Heading 1 (H1) adalah heading terpenting yang harus Anda gunakan di setiap postingan karena H1 adalah judul utama postingan atau halaman blog Anda. Semakin besar angkanya, semakin kurang penting topik yang dibahas.

Jadi Anda tidak perlu menggunakan semua judul artikel jika Anda tidak mencakup beberapa sub-bab.

Fungsi Heading Pada WordPress

Ketika Anda mengklik panel kiri atas halaman untuk menulis posting blog WordPress baru, beberapa opsi akan muncul seperti “Paragraf”, “Judul 1”, “Judul” 2″, dll. Judul 6. Judul ini memiliki fungsi untuk membagi topik pembahasan dalam sebuah artikel. Sering mengandung kata kunci utama artikel agar mudah ditemukan oleh mesin pencari Google.

Agar tidak bingung dalam penggunaan judul, tentukan terlebih dahulu poin-poin penting yang akan Anda bahas dalam artikel. Tujuannya agar pembaca mendapatkan gambaran tentang topik yang dibahas dalam artikel tersebut.

Selain itu, pembaca yang tidak ingin membaca seluruh artikel dapat langsung melompat ke topik yang ingin dibaca. Sebaiknya judul Anda mengandung kata kunci utama dari artikel yang Anda bicarakan.

Cara Menggunakan Heading WordPress

  1. Setelah memindahkan artikel Anda ke halaman “Add New Post” di blog WordPress Anda, pastikan bahwa Anda telah membaginya menjadi beberapa sub-bab.
  2. Kemudian sorot judul sub bab yang Anda buat untuk memudahkan pencarian judul ketika ingin menjadikannya bagian dari judul. Sebaiknya buat subbab baru jika artikel Anda sudah mencapai 5 paragraf.
  3. Biasanya, orang yang membaca dari layar kesulitan menangani paragraf yang panjang. Oleh karena itu, pastikan jumlah kalimat dalam setiap paragraf tidak terlalu panjang.
  4. Namun bukan berarti Anda bisa menulis satu paragraf hanya dengan satu kalimat. Buatlah paragraf yang pendek dengan minimal 3 kalimat dan maksimal 5 kalimat agar semua tulisan Anda lebih pendek dan tidak berbelit-belit.
  5. Jika Anda siap mengubah judul sub-bab menjadi judul, blokir atau sorot judul tersebut. Ingat, judul subbab jangan dijadikan kalimat, carilah deskripsi sesingkat mungkin untuk membuat kalimat.
  6. Kemudian klik tabel berlabel “Paragraphs” di kiri atas kolom Post Body Anda. Pilih “Heading 2” (H2) sebagai penanda topik pertama untuk sub-bagian artikel.
  7. Hal yang sama berlaku jika Anda membuat subbab lain ‘pada level yang sama’ dengan subbab pertama Anda. Sorot kalimat yang mewakili sub-bab dan ubah ke H2. Contohnya seperti gambar berikut.
  8. Pos 3 (H3), dst. berlaku jika Anda membuat sub-bab lain yang membahas topik ini secara lebih detail. Dengan kata lain, H3 adalah subbab dari H2. Anda dapat melihat perbedaan ukuran header WordPress seperti yang ditunjukkan di bawah ini.

Pastikan Anda tidak membaca sekilas judulnya. Misalnya, gunakan Tajuk 4 (H4) setelah membuat bagian dalam format H3 alih-alih menggunakan H4 setelah H2.

Juga, pastikan kata kunci yang Anda gunakan ada di H2, karena Google mendeteksinya untuk memberi peringkat artikel Anda di peringkat tertentu di halaman pencarian.

Kesimpulan

Cara Optimasi SEO On Page dengan Heading dan Subheading yang Tepat.Judul WordPress adalah elemen penting yang harus selalu ada di setiap posting yang Anda unggah ke blog Anda. Selain membedakan ukuran judul sub-bab dan body text, header WordPress juga berfungsi sebagai bantuan SEO yang terdeteksi secara otomatis oleh Google.

Jika anda dapat memanfaatkannya secara maksimal tentunya dapat meningkatkan trafik blog anda.

BACA JUGA: Cara Optimasi SEO On Page dengan Cara Simple

Jika blog Anda sudah memiliki banyak pengunjung, pertimbangkan untuk membuatnya lebih profesional dengan membuat website. Selain meningkatkan jumlah pengunjung, informasi yang dibagikan pada website juga lebih terpercaya sehingga dapat dijadikan sebagai kutipan sebuah karya ilmiah.

Tapi ingat, gunakan web hosting Indonesia terbaik yang siap menjalankan website Anda 24/7 agar tidak error saat mendapatkan banyak pengunjung. Sebaiknya website Anda memiliki backup server dan sertifikat SSL untuk mendukung operasional website.

Kunjungi Utuk Jasa Seo Website

By muslihardi

Saya adalah penulis di vagusnet.com yang memiliki ketertarikan dan antusiasme tinggi terhadap perkembangan teknologi, terutama dalam dunia IT. Melalui setiap tulisan yang saya hasilkan, saya berusaha mencerminkan minat mendalam terhadap inovasi dan tren terkini yang membentuk arah perkembangan teknologi saat ini.