Bawang merah merupakan komoditas pangan yang strategis di Tanah Air, cara menanam bawang merah di lahan kering bisa menjadi solusi untuk mendapatkan bawang merah segar dan berkualitas tinggi, sekaligus menghemat pengeluaran.
Mengutip dari laman Cybex Kementerian Pertanian, tanaman bawang merah dapat dibudidayakan di seluruh wilayah Indonesia.
Alasannya, tanaman bawang merah dapat tumbuh di berbagai kondisi, termasuk tanah yang tanah berstruktur remah, tekstur sedang sampai liat, drainase dan aerasi yang baik, bahan organik yang cukup, dan pH tanah yang netral yaitu 5,6 hingga 6,5. Bawang merah juga dapat tumbuh di ketinggian serendah nol hingga 1.000 meter di atas permukaan laut.
Pertumbuhan dan perkembangan bawang merah paling cocok pada ketinggian nol hingga 450 meter di atas permukaan laut. Tanaman bawang merah rentan terhadap curah hujan yang berlebihan, kondisi mendung, dan hujan lebat.
Tanaman Bawang merah membutuhkan sinar matahari maksimum (setidaknya 70% penyinaran), suhu udara 25 hingga 32 derajat Celcius, dan kelembapan relatif 50 hingga 70%,
Tanah aluvial, maupun kombinasi dengan tanah glei-humus atau latosol, merupakan jenis tanah yang paling baik untuk budidaya bawang merah. Tanaman bawang merah lebih menyukai tanah yang lembab dengan air yang tidak menggenang.
Bawang merah tumbuh paling baik jika ditanam pada musim kemarau pada bulan April atau Mei dan pada bulan Juli atau Agustus, ketika ketersediaan air pengairan yang cukup.
Di musim hujan, bawang merah ditanam di lahan tegalan, di musim kemarau, bawang merah biasanya dibudidayakan di lahan tebu atau bekas sawah.
Dari syarat tumbuh tanaman bawang merah di atas, ada peluang untuk cara menanam bawang merah di lahan kering. Berikut cara menanam bawang merah di lahan kering:
Cara Menanam Bawang Merah Di Lahan Kering

1. Pengolahan Lahan
- Budidaya bawang merah dimulai dengan pengolahan tanah kering. Kumpulkan peralatan (cangkul, sekop, pembajak, dll.) yang diperlukan untuk mengolah lahan atau tanah.
- Selanjutnya, singkirkan gulma, sampah, kerikil, dan kotoran lainnya dari area kering sebelum menanam bawang merah. Segera berikan pupuk kandang ke lahan, sebarkan secara merata dengan takaran satu ton per 1.000 meter persegi.
- Untuk menggabungkan pupuk yang telah disebarkan dengan tanah, langkah selanjutnya adalah membalikkan tanah. Agar pupuk dapat meresap sepenuhnya ke dalam tanah, biarkan tanah dalam kondisi seperti ini selama seminggu.
- Selanjutnya, buatlah bedengan atau gundukan tanah dengan lebar antara 120 hingga 180 cm. Buatlah saluran air sedalam 40 cm dan lebar 50 cm sebagai tambahan.
- Jangan lupa untuk memantau pH (tingkat keasaman) tanah, yang seharusnya kurang dari 5, selama kamu menunggu selama seminggu.
- Jika jumlahnya melebihi itu, kamu dapat menggunakan 1,5 ton kapur dolomit per hektar. Hal ini dapat dilakukan dengan menaburkan kapur dolomit pada bedengan atau gundukan yang telah dibuat sebelumnya dan kemudian membiarkannya.
- Tanah yang telah disiapkan siap ditanami bibit bawang merah setelah seminggu.
2. Pilih Bibit Bawang Merah
Benih bawang merah yang berkualitas unggul memiliki beberapa ciri khas, antara lain beratnya sekitar 3 hingga 4 gram, bentuknya proporsional, dan tidak ada tanda-tanda cacat atau keropos.
Kamu dapat memotong benih secara melintang untuk melihat kondisi tunas hijau di dalamnya dan menentukan apakah benih tersebut siap ditanam atau tidak. Tunas hijau sudah ada di ujung umbi pada benih yang siap ditanam.
3. Menanam Bawang Merah
Berikut ini adalah langkah-langkah yang diperlukan untuk menanam bawang merah.
- Untuk memudahkan penanaman benih bawang merah, pertama-tama irigasi lahan kering untuk meningkatkan kelembapannya.
- Selanjutnya, buatlah lubang tanam sedalam kurang lebih 5 cm dengan jarak 15 cm satu sama lain. Agar lebih efisien, sesuaikan jumlah lubang tanam dengan jumlah bibit bawang merah yang akan ditanam.
- Selanjutnya, campurkan larutan fungisida dengan air dengan konsentrasi 1 tutup larutan per liter air. Untuk meningkatkan daya tahan bibit terhadap penyakit, rendam bibit ke dalam larutan tersebut lalu taburkan fungisida di atasnya.
- Rendam bibit selama 2 hari. Lalu, angkat bibit dan letakkan masing-masing ke dalam lubang tanam satu per satu.
4. Perawatan Tanaman Bawang Merah
Tanaman bawang merah memerlukan sejumlah prosedur perawatan, antara lain sebagai berikut:
Tanaman bawang merah dipelihara dengan pemupukan secara teratur.Pemupukan dapat dilakukan secara mendasar dan susulan.
Sebelum penanaman, pemupukan dasar dilakukan. Sementara itu, 10 hari hingga 1 bulan setelah penaburan benih bawang merah, pemupukan susulan dapat dilakukan.
Ingatlah untuk menyiram dan menyiangi tanaman secara teratur selain memberi pupuk. Khususnya, bibit yang berusia antara nol hingga sepuluh hari perlu disiram dua kali sehari, pada pagi dan sore hari.
Namun, setelah bawang merah berumur lebih dari sepuluh hari, kamu dapat melakukannya pada pagi atau sore hari.
Menghilangkan gulma atau tanaman yang tidak diinginkan dari tanah dan tanaman adalah proses penyiangan. Daun bawang merah yang mulai mengering juga harus segera dibuang karena dapat menghalangi pertumbuhan selanjutnya.
Ada kemungkinan tanaman bawang merah menunjukkan indikasi serangan serangga. Jika demikian, atasi dengan herbisida atau obat tanaman tertentu. secara alami dengan dosis yang disarankan.
5. Panen Bawang Merah
Cara menanam bawang merah di lahan kering dapat di panen setelah 66 hingga 75 hari. Bawang merah dipanen dengan mencabut dan mengikat daunnya.
Kamu dapat membiarkannya mengering selama dua atau tiga hari untuk memperpanjang masa simpannya.
Penutup
Dengan mengikuti cara menanam bawang merah di lahan kering ini, kamu bisa mendapatkan hasil panen yang optimal. Selain itu, ada berbagai metode yang sama sederhananya yang dapat kamu pelajari untuk cara menanam bawang di rumah.
Dengan mengikuti panduan ini, kamu bisa memanen bawang segar berkualitas tinggi langsung dari kebunmu sendiri dan menggunakannya untuk mengolah dan memulai bisnis. Kamu bisa menggunakan mesin canggih untuk membantu memproses bawang goreng atau kamu bisa membangun bisnis perdagangan bawang.