Cara membuat kue rangi khas Betawi, diartikel kali ini saya akan menulis salah satu resep pembuatan jajanan tradisional yang kini keberadaannya sudah mulai langka, bahkan pedagang jajanan ini sudah jarang ditemukan. Dulu waktu saya Sd saya sering sekali beli kue rangi, ada yang tahu dengan nama kue yang satu ini?
Kue Rangi, yang seperti apasi?

Kue rangi, atau disebut sagu rangi, adalah salah satu kue tradisional Betawi. Jajanan ini terbuat dari campuran tepung kanji dengan kelapa parut yang dipanggang dengan cetakan khusus di atas tungku kecil dan ditutup agar cepat matang.
Umumnya kue rangi disajikan dengan olesan gula merah yang dikentalkan dengan tepung kanji. Untuk menambah selera dan wangi, gula merah dicampur potongan nangka, nanas atau durian.
Kue rangi rasanya gurih dan wangi karena dimasak dengan cara dipanggang menggunakan bahan bakar kayu. Cetakan kue rangi mirip dengan cetakan kue pancong bedanya ukurannya lebih kecil. Beberapa pedagang kecil membuat kue rangi tanpa menggunakan cetakan apapun.
Bahan utama untuk membuat kue rangi antara lain kelapa tua, tepung kanji atau tapioka, serta sedikit garam dan air. Adonan bahan kue ini tidak bertahan lama karena cepat basi, sehingga harus dihabiskan dalam waktu satu hari.
Kue rangi dijual secara tradisional oleh pedagangan dengan berkeliling sambil mendorong gerobak. Pedagang akan berkeliling dari satu kampung ke kampung lainnya. Akan tetapi, bergesernya zaman dan sedikit orang yang mengetahui kue rangi, keberadaan pedagang kue rangi mulai sulit dijumpai.
Resep Dan Cara Membuat Kue Rangi Khas Betawi
Bahan-Bahan Kue Rangi Khas Betawi :
- tepung beras 250 gram
- telur ayam 2 butir
- santan kental 400 ml liter
- santan encer 600 ml liter
- kelapa sedang (tidak terlalu tua) 240 gram
- gula pasir 50 gram
- minyak goreng/margarin secukupnya
- garam secukupnya
Bahan-Bahan Gula Merah :
- 150 gram gula merah
- 250 ml air
- 3 sdm tepung tapioka larutkan dengan 4 sdm air
- 1 lembar daun pandan
- Secukupnya gula putih
Cara Membuat Kue Rangi Khas Betawi :
- Siapkan bahan untuk membuat kue rangin pancong terlebih dahulu.
- Selanjutnya adalah membuat adonan dengan cara mencampurkan tepung beras dengan santan kental lalu aduk hingga tercampur rata.
- Jika adonan sudah tercampur rata selanjutnya ialah memasaknya di atas api sambil dengan terus diaduk sampai adonan mengental baru kemudian dapat diangkat serta sisihkan.
- Berikutunya campurkan sisa tepung tadi dengan kelapa, rebusan tepung dan juga garam lalu aduk terus hingga rata baru kemudian dapat memasukkan telur dan juga santan cair.
- Kemudian panaskan cetakan kue rangi dan jangan lupa olesi cetakan dengan minyak goreng atau menggunakan margarin supaya saat kue rangin pancong diangkat tidak menjadi lengket dan rusak.
- Apabila cetakan sudah panas, maka masukan adonan tersebut sampai kurang lebih ¾ cetakan.
- Masak sesuai selera, dapat dimasak setengah matang ataupun matang.
- Setelah matang angkat kue rangin dari cetakannya, lalu taburi dengan gula pasir di bagian atasnya.
- Kue rangin pancong siap untuk dinikmati.
Nilai Gizi pada Kue Rangi :
- Lemak: 41,7 gram
- Energi: 351 kilo kalori
- Protein: 3,8 gram
- Karbohidrat: 23,7 gram
Tempat Strategis Untuk Menjual Kue Rangi
Biasanya tempat yang strategis untuk jualan adalah ditempat yang ramai misalnya sekolahan pembelinya dari siswa siswi, staf sekolah dan guru, dekat campus maha siswa tentu ramai karena sangat strategis atau dipasar. Kue rangi dibuat menggunakan cetakan.
Peluang usaha dari kue rangi ini bisa untuk dijalankan bagi semua orang yang ingin memiliki bisnis kuliner sukses juga cemerlang.
Proses pengolahan kue rangi yang cukup mudah dan juga cara pemasarannya yang tidak sulit menjadikan usaha kue rangi ini dapat dilakukan bagi saja. Usaha kue rangi bisa juga dijalankan bagi Anda semua yang ingin memiliki income yang menguntungkan dengan usaha tersebut.
Sebagai penulis berdedikasi di vagusnet.com, saya menggali dinamika perubahan di dunia teknologi, khususnya di ranah IT, dengan rasa penasaran yang tak pernah reda. Melalui setiap artikel, saya berusaha menyampaikan tidak hanya fakta-fakta terkini, tetapi juga makna dan implikasinya dalam konteks bisnis dan kehidupan sehari-hari.