Pada artikel kali ini akan membahas cara membuat gula batu yang mudah dan bisa dibuat sendiri di rumah loh.
Apabila gula pasir di “rekristalisasi” (dikristalkan kembali) maka akan terbentuk suatu produk yang berupa bongkahan-bongkahan kristal dengan ukuran yang jauh lebih besar daripada gula pasir. Karena bentuknya yang seperti bongkahan-bongkahan batu, maka produk ini disebut gula batu.
Dibandingkan gula pasir, gula batu memang masih sangat terbatas penggunaannya. Hal ini disebabkan tingkat kemanisan gula batu yang lebih rendah daripada gula pasir, serta harganya yang lebih mahal.
Gula batu bisa digunakan masyarakat sebagai pemanis minuman-minuman hangat, seperti seduhan jahe, seduhan teh, seduhan kayu manis, dan sebagainya.
Gula batu digemari oleh masyarakat, karena adanya anggapan bahwa mengkonsumsi gula batu dapat mencegah terjadinya batuk. Selain itu gula batu lebih disukai karena tahan lama dan mudah dibawa.
Gula batu biasanya ditambahkan ke dalam minuman. Budaya minum teh di Frisia Timur menggunakan satu bongkah kecil gula batu yang diletakkan di dasar cangkir sebelum teh dituang ke cangkir.
Kelebihan yang dimiliki gula batu dan tidak dimiliki oleh gula pasir yaitu pada gula batu lebih mudah di ubah menjadi energi oleh pankreas, jika pada gula pasir, pangkreas hanya mampu merubah sekitar 1/2 sendok gula pasir menjadi energi dalam 140 menit.
Sedangkan pada gula batu, pangkreas mampu mengubah sekitar 6 sendok makan untuk diubah menjadi energi dalam 140menit, oleh karenanya gula batu lebih sehat jika dibandingkan dengan gula pasir.
Berikut ini dijelaskan cara membuat gula batu yang mudah
Cara Membuat Gula Batu yang Mudah
Bahan-bahan:
- Gula pasir
- Air bersih
- Natrium bisulfait (NaHSO3)
Peralatan:
- Kuali besar
- Kompor yang dilengkapi dengan tangki minyak tanah
- Ember sebagai alat pencetak
- Palu
Cara Membuat Gula Batu:
- Gula pasir yang akan digunakan harus gula pasir yang berkualitas baik dan bersih. Baik-buruknya kualitas gula batu yang akan dihasilkan sangat tergantung dari mutu gula yang digunakan.
- Gula dilarutkan ke dalam 20 persen air, diaduk sampai larut dan dimasak di dalam kuali sampai mencapai tingkat kekentalan sekitar 41 Be. Tingkat kekentalan ini dapat juga ditentukan tanpa menggunakan alat, tetapi berdasarkan pengalaman. Menjelang akhir pemasakan, dilakukan penambahan natrium bisulfit sebanyak 0,5 % dari berat gula pasir yang digunakan. Fungsi natrium bisulfit adalah untuk mencegah timbulnya warna coklat pada produk gula batu dan juga sebagai bahan pengawet.
- Setelah masak, adonan dicetak menggunakan ember anti karat atau ember plastik. Di dalam ember sebelumnya telah dipasang anyam-anyaman benang. Fungsi anyaman benang adalah untuk merangsang dan mengatur pembentukan kristal gula. Benang-benang tersebut dapat dibuang pada saat gula batu telah dilarutkan. Benang akan tenggelam di dasar larutan.
- Ember yang telah berisi adonan gula, kemudian didinginkan pada suhu kamar selama 7 hari. Kristal gula yang mulai terbentuk akan menempel pada benang, kemudian menjalar ke seluruh bagian.
- Cairan gula (tetes) yang tidak dapat membentuk kristal harus dipisahkan dari kristalnya. Pemisahan ini dapat dilakukan dengan cara memiringkan ember-ember pencetak di dalam rak-rak bambu atau kayu. Hal ini dilakukan 3 hari setelah adonan gula dimasukkan ke dalam ember. Tetes yang keluar ditampung di dalam ember untuk diolah kembali menjadi gula batu dengan kualitas yang lebih rendah.
- Setelah pembentukan kristal sempurna, kristal gula dikeluarkan dari ember. Kristal kemudian dipecah-pecah dengan palu sehingga terbentuk bongkahan-bongkahan yang tidak beraturan.
- Gula batu yang terbentuk selanjutnya dikemas dengan plastik. Tiap kemasan berisi 0,25 kg atau 1 kg.
Nah, itulah cara membuat gula batu yang mudah. Selamat Mencoba.
Sebagai penulis di vagusnet.com, tulisan-tulisan saya menggambarkan perjalanan eksplorasi dalam dunia teknologi, khususnya di bidang IT. Saya berkomitmen untuk merinci, merangkai, dan menyampaikan makna di balik setiap peristiwa dan perkembangan terbaru.