Cara Membuat Brownies Kukus Chocolatos Lembut. Siapa yang tidak suka brownies? Teksturnya yang lembut dan rasanya yang manis membuat semua orang jatuh hati.

Tertarik mencoba membuat brownies sendiri? Kami merekomendasikan Sweet Couple untuk menyiapkan resep Brownies Kukus Chocolatos. Bahan-bahannya menggunakan Gerry Chocolatos yang mudah ditemukan di pasaran.

Hidangan ini cocok sebagai camilan, terutama saat makan siang dengan secangkir teh hangat. Jadi enak kan? Jadi daripada berlama-lama, yuk simak ulasan resepnya di bawah ini!

Bahan Cara Membuat Brownies Kukus Chocolatos Lembut

Siapkan bahan-bahan berikut ini:

  • 5 sendok makan tepung terigu
  • gula pasir 5 sendok makan
  • 5 sendok makan minyak sayur
  • chocolatos 2 sachet
  • 2 sachet susu kental manis cokelat, larutkan dengan 5 sendok makan air hangat
  • 2 butir telur ayam
  • 1/4 sendok teh soda kue
  • teh vanili 1/4 sendok teh
  • Chocochips, meses, atau keju untuk topping

Alat Cara Membuat Brownies Kukus Chocolatos Lembut

Siapkan alat-alat berikut ini:

  • Wadah
  • Whisk
  • Garpu
  • Loyang
  • Panci Pengukus
  • Kompor

Cara Membuat Brownies Kukus Chocolatos Lembut

  1. Siapkan wadah, masukkan gula dan tepung terigu ke dalamnya, lalu kocok dengan whisk sampai larut dan warna pucat serta agak berbusa.
  2. Masukkan tepung terigu, gerry chocolatos, dan larutan kental manis coklat ke dalam adonan. Aduk hingga tercampur merata.
  3. Masukkan minyak sayur, aduk lagi. Tambahkan pula soda kue dan vanilli, lalu aduk hingga tercampur merata.
  4. Siapkan loyang, tuangkan adonan brownies ke dalam loyang, lalu ratakan dan usahakan tidak terlalu penuh.
  5. Taburkan topping di atas adonan sesuai selera.
  6. Siapkan panci pengukus, letakkan di atas kompor, masukkan loyang/wadah berisi adonan brownies tadi ke dalamnya, lalu kukus selama 15 hingga 20 menit.
  7. Jika sudah matang, maka keluarkan brownies dari dalam kukusan.
  8. Brownies Kukus Chocolatos siap untuk disajikan.

 Perbedaan Brownies Kukus dengan Brownies Panggang

Tekstur

Brownies kukus memiliki tekstur yang lembab dan empuk dibandingkan dengan brownies panggang. Hal ini disebabkan teknik self-steaming, dimana uap air digunakan sebagai media untuk mematangkan makanan. Proses pematangannya juga lebih cepat dibandingkan dengan teknik roasting.

Brownies panggang memiliki tekstur yang renyah di luar dan biasanya lembut di dalam. Ini karena adonan matang dalam oven, yang biasanya lambat. Suhu oven yang panas dan lama menyebabkan banyak cairan yang keluar dari adonan, sehingga kue brownies menjadi kering. Penting juga untuk memperhatikan waktu saat memanggang brownies agar brownies tidak dipanggang terlalu lama, karena dapat menyebabkan brownies menjadi keras.

Rasa dan Aroma

Dari segi rasa, brownies kukus umumnya memiliki rasa yang agak murni. Hal ini karena proses pematangan yang cepat lebih menekankan rasa dari bahan-bahan selama proses pengukusan. Bau kue yang dihasilkan cenderung kurang kuat, karena aroma biasanya menguap bersama uap air saat adonan mendingin.

Dengan brownies panggang, rasa yang dihasilkan cenderung lebih kompleks. Ini terjadi karena proses pematangan yang lambat dalam memanggang tidak hanya menonjolkan rasa dari masing-masing bahan, tetapi juga memungkinkan mereka untuk menyatu. Aroma brownies juga menjadi lebih kuat, karena aroma brownies otomatis tertahan saat dimasak dan tidak menguap begitu saja saat dingin.

Ketahanan

Brownies kukus biasanya tidak bertahan lama. Brownies hanya bertahan sekitar 2-3 hari sebelum menjadi basi atau berjamur. Hal ini dikarenakan kandungan air pada brownies cukup tinggi. Solusinya adalah menyimpannya di lemari es agar brownies lebih tahan lama. Namun pada brownies panggang, kadar air pada brownies lebih rendah. Brownies juga bisa lebih awet sehingga Anda bisa menyimpannya dalam waktu lama dan menikmatinya tanpa harus memasukkannya ke dalam lemari es.

Asal Usul Brownies

Siapa yang tidak tahu brownies? Dalam beberapa tahun terakhir, kue manis rasa coklat ini sangat populer di Indonesia. Rasa manis dan nyata dari kue coklat ini membuatnya digemari banyak orang. Tapi tahukah Anda dari mana kue ini berasal?

Dikutip dari The Nibble oleh Solopos.com, brownies merupakan kue klasik yang berasal dari Amerika Serikat. Resep kue ini pertama kali dikembangkan di Amerika Serikat pada akhir abad ke-19. Seiring waktu, kelezatan kue klasik ini sampai ke Kanada dan mulai mekar di abad ke-20.

Brownies pertama kali disajikan pada World Columbian Exposition 1983 yang diadakan di Chicago, AS. Saat itu, seorang chef dari Hotel Palmer House membuat brownies untuk hidangan penutup di acara tersebut. Pemilik hotel meminta koki untuk menyajikan kue dalam potongan yang lebih kecil dari biasanya.

Koki yang tidak dikenal itu kemudian membuat kue dengan tepung, mentega, gula, telur, cokelat, dan almond. Ia lupa menambahkan pengembang alias baking soda, hingga akhirnya membuat kue menjadi kenyal.

Ini akan membuat kue tebal, keropos, padat, dan sedikit basah. Namun siapa sangka ternyata banyak orang yang justru menyukai kue gagal tersebut.

Asal Usul Brownies

Pada versi kedua, brownies tersebut konon merupakan hasil eksperimen seorang pemuda pemilik toko kue. Suatu hari dia kehabisan uang untuk membeli bahan kue coklat.

Dia menghabiskan malam membuat kue untuk dijual keesokan harinya. Sayangnya, hasil kuenya sangat berbeda dengan di buku resep. Namun siapa sangka kue yang gagal justru laris manis. Dia kewalahan menangani pesanan pelanggan.

Resep brownies pertama kali muncul di buku Home Cookery berjudul Service Club Cook Book pada tahun 1904. Resep kedua muncul di Buku Masak Lowney pada tahun 1907, yang ditulis oleh Maria Willet Howard dan Walter M. Lowney.

Sejak saat itu, brownies menjadi terkenal di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Seiring waktu, resep brownies akan berkembang. Salah satunya adalah brownies kukus yang dibuat karena banyak orang yang tidak memiliki pemanggang roti.

By Azzahra Dinda Saputri

Sebagai penulis di vagusnet.com, setiap tulisan yang saya hasilkan adalah upaya eksplorasi dalam dunia teknologi, khususnya di bidang IT. Penulisan bagi saya adalah sarana untuk merinci, merangkai, dan menyampaikan makna dari setiap peristiwa dan perkembangan terbaru.