Saat ini padi Hibrida ialah salah satu alternatif pilihan petani dalam upaya peningkatan produksi dan produktivitas gabah nasional. Untuk mengetahui sejauh mana tanaman padi hibrida itu dapat dikenal oleh petani. Yuk simak cara membuat benih padi Hibrida dibawah ini.
1. Persemaian
Untuk hal yang pertama yakni persiapkan lahan persemaian seluas 500 m per hektar. Lalu siapkan bedengan dengan lebar 1-2 m, panjang sesuai lebar petakan, jarak antar bedeng 30 cm, tinggikan bedengan persemaian 5-10 cm dari sekelilingnya, genangi air dan biarkan selama 2 hari. Berikan pupuk dasar sehari sebelum disebar dengan takaran per meter 10 gram npk “15:15:15” dan 5 gram urea.
Jemur benih pada pagi hari selama 1-2 jam “kurang lebih dimulai jam 7” kemudian rendam benih selama 2 jam dengan air bersih, buang air rendaman dan ganti dengan air bersih. Perendaman dilanjutkan sampai 22 jam “total sehari semalam 24 jam”, dianjurkan setiap 3-4 jam untuk mengganti air dengan air bersih .
Peram benih selama 24-36 jam ditempat yang teduh atau sampai keluar calon akar dengan tinggi 1 mm , gunakan kantong peram bersih dan benih dalam keadaan lembab.
Sebar benih secara merata dan tidak perlu terlalu rapat, perhatikan pada saat sebar kondisi air macak-macak, dijaga agar tidak menggenangi bedengan sebelum fase 1 batang dan 1 daun dan bedengan tetap basah. Berikan pupuk susulan seminggu setelah tersebar dengan takaran 10 gram urea per meter dan insektisida hayati metharizium untuk mengendalikan penggerak batang.
2. Penanaman
Tanaman bibot umur 15-16 hari atau saat bibit berdaun 3-5 helai. Jarak tanam 25×25 cm atau jajar legowo 2 : 1. Jumlah bibit 1-2 batang per lubang tanam dengan kedalaman 1-2 cm.
3. Pemupukan
Dianjurkan untuk menggunakan pupuk organik dengan dosis sesuai anjuran tanam “setelah pengolahan tanah”, bisa dilakukan dengan pupuk tunggal atau dengan pupuk majemuk.
- Pemupukan pertama “5-7 hst” bisa dengan pupuk majemuk “75 kg urea dan 150 kg NPK 15 : 15 : 15” atau dengan pupuk tunggal “90 kg urea, 150 kg sp36 dan 50 kg KCL”.
- Proses Pemupukan kedua bisa dengan pupuk tunggal “60 kg urea” atau dengan pupuk majemuk “50 kh urea dan 150 kg NPK 15 : 15 : 15”.
- Pemupukan ketiga dengan majemuk “30-60 kg urea” atau pupuk tunggal “30-60 kg urea” dan “50 kg KCL”.
4. Pengairan
Adapun untuk pengairan yang diantaranya yaitu:
- Jaga ketinggian air di sawah kurang lebih 5 cm sampai berumur 10 hari untuk mempercepat pertumbuhan bibit dan mengambat gulma.
- Lakukan pengeringan dan penggenangan macak-macak secara rutin sampai masa pembungaan.
- Sejak masa pembungaan sampai 14 hari sebelum panen, lahan terus menerus diairi setinggi kurang lebih 5 cm.
- Kurangi penggenangan air 2 minggu sebelum panen dan pada saat panen lahan dalam kondisi kering.
- Perhatikan pada saat pemupukan sampai hari ke-4 setelah pemupukan kondisi lahan macak-macak agar pupuk terserap optimal.
5. Pengendalian Hama Dan Penyakit
Dianjurkan untuk dilakukan pengendalian hama terpadu “PHT” dan berkoordinasi dengan pengamat hama terdekat untuk mengurangi terkontaminasinya benih dengan hama dan penyakit.
6. Panen
Adapun untuk pemanenan yang diantaranya yaitu:
- Waktu panen dilakukan setelah 95% gabah telah menguning.
- Pemanenan pada saat yang tepat akan meningkatkan rendaman beras dan persentase beras kepala.
Semoga dengan adanya ulasan mengenai Cara Membuat Benih Padi Hibrida dapat berguna dan bermanfaat bagi kalian semua, terima kasih banyak atas kunjungannya,, sampai jumpa dipostingan berikutnya.
Saya seorang penulis di vagusnet.com dengan minat dan antusiasme tinggi terhadap perkembangan teknologi, khususnya di bidang IT. Saya senang belajar tentang berbagai hal dan berbagi wawasan seputar dunia bisnis serta tips terkini melalui tulisan-tulisan saya. Dengan fokus pada dunia teknologi, saya berkomitmen untuk menyajikan konten yang informatif, relevan, dan menginspirasi pembaca. Mari bersama-sama menjelajahi dunia inovasi dan perkembangan terkini, sambil terus tumbuh dan belajar bersama.