Haloo guys… Pada kesempatan kali ini saya akan membagikan artikel tentang cara memasak sayur lodeh yang enak dan dapat kamu buat dirumah lho. Berikut informasi selebihnya.
Sayur Lodeh
Sayuran lodeh yang dapat dibilang sederhana ini bisa menggugah selera Anda. Variasi sayuran yang menjadi isian membuat sayuran ini semakin segar dan enak.
Sayur lodeh merupakan salah satu jenis sayuran sederhana khas Jawa. Karena terbuat dari berbagai sayuran yang dihasilkan dari kebun. Campur dan cocokkan sayuran sesuai dengan stok sayuran yang tersedia. Tambahkan kuah santan dan bumbu sederhana agar terasa nikmat.
Ciri khas sayur lodeh jawa adalah penambahan tempe semangit, atau tempe yang hampir busuk. Rasa tempe yang gurih dengan aroma smoky membuat sambal lodeh semakin nikmat. Selain itu, bumbunya juga ditambah dengan terasi. Lodeh sayur jawa paling enak dengan sambal terasi dan ikan goreng. Ditambah sambal tempe dan kemangi yang enak.
Cara Memasak Sayur Lodeh Yang Enak
Ada beberapa resep dan cara untuk memasak sayur lodeh, disini saya akan membagikan cara memasak sayur lodeh yang enak dan mudah kalian praktikan dirumah. Berikut resep dan cara pembuatannya.
Bahan :
- 1 buah Labu Siam, kupas, potong dadu
- 250 gr Nangka Muda, potong kasar
- 1 buah Jagung manis, potong-potong
- 5 helai Kacang Panjang, potong 3 cm
- 1 buah Terong Ungu, potong-potong
- 50 g daun Mlinjo muda
- 50 g buah Mlinjo
- 1 buah Cabai Merah besar, iris serong
- 1 buah Cabai Hijau besar, iris serong
- 1,5 liter Santan Sedang
- 250 ml Santan kental
- 2 buah Tempe Semangit, potong-potong
Bumbu:
- 5 butir Bawang Merah
- 3 siung Bawang Putih
- 3 buah Cabai Merah keriting
- 2 cm Kencur
- 1 sdt Ketumbar
- 1 sdt Terasi goreng
- 2 sdt Garam
- 1 sdt Gula Merah
Cara Memasak Sayur Lodeh :
- Siapkan panci kemudian masukan air sampai kira kira sayur dapat terendam, kemudian didihkan.
- Jika sudah mendidih masukan nangka muda, jagung, dan labu siam. Lalu masak hingga sayuran tadi telah lunak. Ketika sudah lunak angkat sayur dan buang air rebusan.
- Ambil panci lain dan masukan santan kedalamnya, lalu masukan juga sayuran dan masak hingga mendidih menggunakan api sedang.
- Siapkan bumbu halus dan haluskan menggunakan blender sampai tercampur dan halus secara rata.
- Tambahkan bumbu halus, terong, kacang panjang, adun mlinjo, buah mlinjo, cabai merah, cabai hijau, dan tempe busuk kedalam panci berisi sayuran dan santan. Lalu masak hingga mendidih dan sayur melunak.
- Jika sayuran sudah mulai melunak tambahkan santan kental, lalu masak untuk beberapa menit.
- Jika sudah matang angkat sayur dan sajikan.
Kisah Menarik Tentang Sayur Lodeh
Sayur yang lebih dikenal penduduk pulau Jawa ini menggunakan santan sebagai bahan dasar kuahnya. Sedangkan untuk isiannya, sayur lodeh umumnya menggunakan labu kuning (jipang), kacang panjang, dan terong. Dari segi rasa, jamu lodeh didominasi aroma gurih dan manis yang siap memanjakan lidah.
Tidak ada catatan yang jelas tentang asal usul atau sejarah sayur lodeh. Namun, di balik sayur lodeh. Berikut cerita di balik sayur lodeh
1. Kisah Sayur Lodeh Hartini dan Sukarno
Tidak disangka bahwa kisah cinta antara Presiden Ir Soekarno dan Hartini diawali dengan sayur lodeh. Dalam buku Biografi Srihana Srihani karya Hartini Sukarno, Hartini menceritakan momen saat pertama kali bertemu Soekarno.
Soekarno dan Hartini di Istana Bogor.
Pada tahun 1952 Soekarno hinggap di daerah Salatiga saat perjalanan ke Jawa Tengah dan DI Yogyakarta. Usai berpidato kepada warga Salatiga, Soekarno beristirahat dan makan siang di rumah Wali Kota Salatiga.
Di antara berbagai hidangan di meja makan yang disiapkan ibu-ibu, Soekarno makan sayur lodeh yang begitu tak terpuaskan. Sebelum menyelesaikan menu favoritnya, Soekarno bertanya kepada walikota, “Siapa yang membuat sayur lodeh enak ini? Saya ingin berterima kasih kepada mereka.”
Itulah saat pertama Hartini bertemu Soekarno. Kegugupan dan kegembiraan ketika mereka maju dan bertemu. Bung Karno terpesona dengan kecantikan Hartini. Sambil masih memegang tangan Hartini, Bung Karno bertanya, “Di mana rumahnya? Berapa banyak anak? Suami?”
2. Kisah penyerangan pasukan Mataram ke Batavia
Cerita dari mulut ke mulut dan logika memutar otak Gathuk mampu membentuk narasi sejarah tersendiri tentang lodeh nabati.
Beberapa abad yang lalu, pasukan Mataram berangkat untuk menyerang Belanda di Batavia. Pada saat Sultan Agung menggunakan strategi elevasi pasukan, semua pasukan yang tersebar di berbagai daerah ditarik untuk mendukung penyerangan. Alhasil, berbagai jagoan dari Tegal, Betawi, Cirebon, dan daerah lainnya ikut menyerang.
Namun, serangan itu tidak berjalan mulus. Tentara Belanda berusaha menggagalkan serangan dengan membakar toko makanan untuk tentara Mataram. Mereka bahkan mengancam tidak akan membantu para juru masak di Batavia, para prajurit Sultan Agung yang melakukan penyerangan.
Akibatnya, para prajurit Mataram yang berada di hutan kelaparan. Bahan makanan yang tersedia di kamp telah dibakar oleh tentara Belanda. Di tengah rasa lapar, mereka memasak sisa bahan makanan. Ternyata sayur tanpa resep memiliki rasa yang enak. Kemudian ketika salah satu prajurit dari Bandung menyebut nama sayur tersebut, prajurit dari Betawi menjawab, “Terserah kamu mau menyebutnya apa. Terserah lo deh.”
Ternyata Prajurit Bogor mengira Prajurit Betawi menyebut nama sayur itu “Sayur Lodeh”. Jadi dia sebenarnya berkata “terserah loe deh” yang arti sebenarnya “terserah lu”.
3. Herbal Lodeh sebagai penolak
Di Yogyakarta, sayur lodeh yang disajikan dalam prosesi Lambetan dilambangkan sebagai penolakan bala.
Di tahun 2005, Sri Sultan menyuruh seluruh nelayan di pesisir Kulon Progo untuk memasak sayur lodeh dan mengetahui atau mengenali tanda-tanda alam. Saat itu, badai besar yang melanda pantai Australia sedang mendekati pulau Jawa. Ada cerita bahwa pada saat masa masa susah, Sultan mengajak warga yogya untuk membuat 12 macam sayur yang sering disebut sayur lodeh.
Itulah isi artikel kali ini. Jika kalian ingin lebih mengetahui tentang sayur lodeh dapat membaca artikel tentang sayur lodeh lainnya. Atau jika kalian ingin hidangan menggunakan nasi dapat membaca artikel tentang nasi megono ini.
Sebagai penulis yang berdedikasi di vagusnet.com, setiap tulisan yang saya hasilkan adalah sebuah perjalanan eksplorasi dalam dunia teknologi, terutama di ranah IT. Saya melihat penulisan sebagai alat untuk merinci, merangkai, dan menyampaikan makna di balik setiap perkembangan terbaru.