Muhammad RudiΒ merupakan seorang kepala BP Batam dari periode tahun 2019Β sampai dengan tahun 2021.Β Selain berkarir di dunia politik, Muhammad Rudi dulunya adalah seorang polisi. Ia mengundurkan diri pada tahun 2004. Setelah itu, Rudi juga menjabat sebagai Kepala Samsat Kota Batam.
Biografi Muhammad Rudi
Muhammad Rudi lahir pada 20 Oktober 1963 di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Ia merupakan seorang sarjana ilmu ekonomi S1 Adhyniaga lalu ia melanjutkan S2 ilmu ekonomi di Bisnis Indonesia. Rudi melepas masa lajangnya dengan menikahi pujaan hatinya, yaitu Marlin Agustina yang tahun ini mencalonkan diri sebagai calon Wakil Gubernur Kepri. Marlin mendampingi Ansar Ahmad sebagai pasangan calon nomor urut 3.Β Di bidang politik, Rudi kini menjabat sebagai Ketua DPW Partai Nasdem Kepri sejak Februari 2020. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Sekretaris DPW Partai Nasdem Kepri periode 2016-2020.
Pada usia 56 tahun, Muhammad Rudi berhasil menjadi kepala BP Batam yang sebelumnya hanya menjadi wakil bersama dengan pasangan Ahmad Dahlan. Pasangan calon kepala BP Batam Muhammad Rudi dan Amsakar Ahmad berhasilΒ meraih suara sebanyak 267.497 dari total seluruh pemilih 366.135 yang menggunakan hak suaranya dan mereka juga sekaligus bisa mengalahkan pasangan Lukita Dinarsyah Tuwo dan wakilnya Abdul Basyid yang bernomor urut 01 yang hanya meraih suara sebanyak 98.638.
Pencapaian Muhammar Rudi Selama Menjabat Sebagai Kepala BP Batam
Sebagai kepala BP Batam Muhammad Rudi terus berusaha mengembangkan infrastruktur dengan baik. Dengan dukungan infrastruktur yang memadai, Batam otomatis akan kompetitif dan menarik bagi investor. Pada dua tahun terakhir ini pembangunan infrastruktur dan juga pengembangan Kawasan Perdagangan Bbebas dan Pelabuhan Bebas ( KPBPB ) Batam yang berjalan dibawah komando kapala BP Batam Muhammad Rudi terus meningkat sampai saat ini.
Beberapa pembangunan infrastruktur yang dipercepat BP Batam saat ini adalah pembangunan dan pengembangan jalan arteri seperti Jalan Raja H. Fisabililah dari Bundaran Madani sampai Bengkong, Jalan Yos Sudarso Batu Ampah, Jalan Gajah Mada Sekupang ini diperlebar menjadi lima jalur yang lengkap dengan menggunakan jalan khusus pejalan kaki dan juga pengguna sepeda. Pelebaran jalan ini bertujuan untuk mengantisipasi kemacetan di sekitar kawasan Batam, sehingga mobilitas kendaraan industri bisa lebih fleksibel dan lancar.
Secara keseluruhan, infrastruktur jalan yang saat ini sedang dibangun BP Batam meliputi 5 lajur Jalan RE Martadinata, Jalan Pelabuhan Batu Ampar, Jalan Simpang Kabil, serta pengelolaan jalan Area Batam Center, pembangunan bundaran di kawasan Punggur, Bandara, dan Tembesi. Selain itu, ada juga pembangunan Jalan Hang Jebat 5 lajur dan Jalan Lingkar Tanjungpinggir.
Pelebaran jalan ini diharapkan dapat semakin meningkatkan kegiatan industri dan perdagangan di Kota Batam. Kemajuan industri ini juga didukung oleh pengembangan energi dan sumber daya air di Kota Batam, dengan melestarikan waduk, membangun water treatment plan (WTP), dan bekerjasama dengan perusahaan seperti PT Toba Bara Energi dan Sunseap Group dalam membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). mengapung.
Untuk mendukung kegiatan industri dan bisnis tersebut, berbagai infrastruktur vital seperti pelabuhan dan bandara juga ditingkatkan. Tahun ini BP Batam juga sedang meningkatkan kapasistas terminal kedua di Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Dalam hal ini, BP Batam telah menandatangani kesepakatan dengan konsorsium Angkasa Pura Airports – Incheon International Airport Corporation (IIAC) – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.
Konsorsium ini akan melakukan renovasi, pembangunan, pengelolaan dan pemeliharaan infrastruktur di sisi darat Bandara Hang Nadim Batam. Sementara di sektor pelabuhan, Pelabuhan Batu Ampar di Batam saat ini berhasil mengembangkan Batam Logistic Ecosystem (BLE) yang merupakan bagian dari National Logistic Ecosystem (NLE).