cara pembuatan minyak atsiri

Hallo Sobat Vagusnet!

Pada kesempatan kali ini, penulis kece mau membagikan mengenai Cara Pembuatan Minyak Atsiri. Cara Pembuatan Minyak Atsiri itu beragam. Mulai dari penyulingan, pengepresan akan dibahas pada artikel ini.

Cara Pembuatan Minyak Atsiri

  • Penyulingan / Destilasi

Penyulingan itu salah satu proses isolasi Minyak Atsiri dari bahan bakunya menggunakan bantuan uap air, yang dimana minyak nanti tidak tercampur dengan air.

Metode Penyulingan ini memiliki 3 sistem, yaitu ada :

    • Air

Image for post

Penyulingan Air ini sistem yang paling sederhana jika dibandingkan dengan yang lainnya.

Pada sistem ini bahan yang akan disuling itu dimasukkan kedalam ketel yang telah terisi dengan air. Nah, dengan begitu bahan akan tercampur langsung dengan air.

Untuk sistem ini perbandingan jumlah air perebus dan bahan baku itu berimbang, sesuai dengan kapasitas ketel juga. Bahan yang telah mengalami proses pendahuluan misalnya seperti perajangan dan juga pelayuan dimasukkan dan kemudian dipadatkan. Selanjutnya, ketel ditutup rapat agar tidak ada celah atau lubang yang bisa mengakibatkan uap keluar dan terbuang sia-sia.

Setelah itu, uap yang dihasilkan dari perebusan air dan bahan dialirkan melalui pipa pendingin, sehingga terjadilah pengembunan atau kondensasi. Selanjutnya itu air dan minyak ditampung dalam tangki pemisah. Pemisahan air dan minyak itu dilakukan berdasarkan peredaan berat dan jenis.

    • Air dan Uap

Image for post

Sistem ini memiliki nama lain sistem kukus. Yang dimana pada pengukusan ini, bahan itu diletakkan di atas piringan atau plat besi yang berlubang seperti ayakan atau saringan, dan terletak beberapa cm di atas permukaan air.

Saat air masuk tahap perebusan dan sudah mendidih, uap yang terbentuk nanti akan melalui sarangan lewat lubang-lubang kecil dan melewati celah-celah bahan.

Minyak Atsiri dalam bahan pun nantinya akan ikut bersama uap panas tersebut dan akan melalui pipa menuju ketel kondensator / pendingin.

Selanjutnya, uap air dan minyak yang akan mengembun itu ditampung dalam tangki pemisah. Pemisahan air dan Minyak Atsiri dilakukan berdasarkan dengan berat jenis.

Keuntungan dari sistem ini yaitu penetrasi uap yang terjadi secara merata ke dalam jaringan bahan & suhu itu dapat dipertahankan sampai 100 derajat celcius. Dan lama penyulingan itu relative lebih singkat.

Kerena rendeman minyak lebih besar dan mutunya pun lebih baik dibandingkan dengan minyak hasil penyulingan menggunakan sistem air atau perebusan.

    • Uap Langsung

Image for post

Untuk sistem ini air sebagai sumbet uap panas yang terdapat pada boiler, letaknya terpisah dari ketel penyulingan. Kemudian, uap yang dihasilkan mempunyai tekanan yang lebih tinggi dari tekanan udara yang ada diluar.

Proses penyulingan dengan sistem ini baik digunakan untuk menyuling bahan baku Minyak Atsiri yang berupa kayu, kemudian kulit batang, maupun juga biji-bijian yang relative keras.

  • Ekstrasi Pelarut Mudah Menguap

Melarutkan Minyak Atsiri kedalam bahan dengan pelarut organik yang mudah menguap, hal ini merupakan prinsip dari ekstrasi. Pelarut organik ini akan berpenetrasi ke dalam jaringan dan akan melarutkan minyak serta juga bahan non volatile yang berupa resin, lilin, dan juga beberapa macam zat warna.

Proses dari ekstrasi itu biasanya dilakukan dalam suatu wadah yang bisa disebut dengan extractor. Berbagai pelarut yang biasa digunakan itu ada petroleum ether, carbon tetra chloridaa, chloroform dan pelarut lainnya yang bertitik didih rendah.

Ekstrasi yang menggunakan pelarut organik itu umumnya digunakan unuk mengesktrasi Minyak Atsiri yang mudah rusak oleh pemanasan uap dan air.

Contohnya seperti untuk mengesktrasi minyak dari bunga-bungaan misalnya bunga cempaka, melati, mawar, dan yang lainnya.

Pembuatan Minyak Atsiri dengan pelarut yang menguap itu dilakukan dengan ekstraktor. Ekstraktor yang digunakan untuk mengesktrak Minyak Atsiri dari bunga terdiri dari tabung ekstraktor berputar dan tabung penguap.

Langkah-Langkah :
  1. Masukkan bahan baku yang masih segar dan pelarut mudah menguap kedalam ekstraktor.
  2. Kemudian, putar ekstraktor selama 20-60 menit, pelarut akan berpenetrasi ke dalam jaringan bahan baku dan melarutkan minyak serta bahan yang berupa resin, lilin, dan juga beberapa macam zat warna.
  3. Selanjutnya pisahkan larutan dengan hasil ekstrasi dari ampas.
  4. Larutan hasil ekstrasi itu nantinya akan di distilasi atau penyulingan dalam evaporator vakum yang dilakukan pada suhu rendah, yaitu sekitar 45 derajat celicius.
  5. Pelarut akan menguap dan meninggalkan larutan semipadat yang berwarna merah kecoklatan dan disebut juga dengan nama concreate.
  6. Kemudian, concreate ini diaduk dan dilarutkan dalam alkohol yang panas. Larutan alkohol ini mampu mengikat Minyak Atsiri dengan sempurna.
  7. Selanjutnya, larutan concreate itu didinginkan pada suhu -5 derajat celcius hingga mengendap  dan berbentuk lilin.
  8. Endapan dari lilin tersebut kemudian diperas dan disaring hingga keluar larutan jernih.
  9. Larutan jernih ini hasil pemerasan, dan selanjutnya itu masuk kedalam proses destilasi destilasi ulang untuk memisahkan minyak dengan alkohol yang masih terikat.
  10. Destilasi ini dilakukan dalam kondisi vakum dan pada suhu rendah, yaitu sekitar 45 derajat celcius hingga diperoleh larutan kental yang disebut juga dengan absolute.
  • Ekstrasi dengan Lemak Dingin

Proses ekstrasi ini digunakan khusus untuk mengesktrasi minyak yang menggunakan bahan bunga rangka mendapatkan mutu dan rendaman minyak yang cukup tinggi.

Pada umumnya itu bunga setelah dipetik akan tetap hidup secara fisiologis. Daun bunga itu terus melakukan proses hidupnya dan tetap memproduksi minyak yang terbentuk dalam bunga dan akan menguap dalam waktu yang singkat.

Untuk mendapatkan rendaman minyak yang lebih tinggi dan juga bermutu baik, proses fisiologi dalam bunga selama proses ekstrasi berlangsung perlu dijaga agar tetap berlangsung dalam waktu selama mungkin.

Sehingga bunga juga dapat memproduksi Minyak Atsiri. Nah dengan hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan lemak hewani atau nabati.

Tahap Metode Lemak Dingin :
  1. Pilihlah bunga terlebih dahulu yang masih kuncup dengan beberapa tingkat ketiaan yang optimum, kemudian tangkai bunga dihilangkan.
  2. Selanjutnya, dioleskan menggunakan lemak yang akan digunakan sebagai adsorben pada lempeng kaca dengan ketebalan sekitar 1-2 cm. Agar diperolehnya luas bidang permukaan yang lebih besar untuk proses penyerapan, lapisan lemak hendaknya diberi beberapa goresan.
  3. Bunga yang telah dihilangkan tangkainya itu kemuddian ditebarkan diatas lapisan lemak secara merata. Semakin lebar bidang bunga, yang kontak langsung dengan lemak akan semakin baik.
  4. Selanjutnya, simpan lempengan kaca beserta lemak dan bunga dalam lemari atau rak yang tertutup.
  5. Setelah menunggu 24 jam, bunga lama dapat diganti menggunakan bunga yang baru. Dan pergantian bunga pun perlu dilakukan secara hati-hati agar lemak yang terbawa sedikit, dan pergantian bunga dilakukan secara berulang sampai minyak berkomponen kimia tinggi. Hal ini bisa diketahui dengan terciumnya aroma yang kuat.
  6. Lemak yang mengandung minyak itu disebut juga dengan pomade. Pomade yang telah mengandung minyak bunga itu selanjutnya diangkat dari lapisan kaca dan ditampung dalam wadah, dan kemudian dicampur dengan alkohol yang panas sampai larut dan diaduk agar homogen.
  7. Setelah itu simpanlah larutan pada suhu dingin agar lemak membeku dan mudah dipisahkan.
  8. Pemisahan lemak dilakukan dengan pemerasan dan penyairngan sampai larutan bebas lemak.
  9. Selanjutnya larutan yang mengandung minyak dievaporasi pada suhu yang rendah sampai diperolehnya absolute.
Persyaratan lemak yang dipakai agar absolute yang dihasilkan dengan optimal, yaitu ada :
  • Tidak berbau dan berwarna, bau dan warna pada lemak akan mempengaruhi mutu dari absolute.
  • Mempunyai konsistensi tertentu, lemak yang terlalu keras itu akan mempunyai daya adsorbsi yang rendah.
  • Titik cair dari optimal lemak adalah 36-37 derajat celcius. Jika suhu terlalu rendah, daya dari adsorbsi lemak pun semakin tinggi. Namun proses deflourasi menjadi sulit karena banyak lemak yang menempel pada bunga. Sementara jika titik cair diatas 37 derajat celcius, proses dari deflourasi semakin mudah, tetapi daya adsorpsi dari lemak itu akan menurun.
  • Ekstrasi dengan Lemak Panas.

Metode dari pembuatan minyak dengan menggunakan lemak panas tidak berbeda jauh dengan metode lemak dingin. Bahan dan peralatan yang diguanakan pun tidak berbeda jauh. Perbedaannya hanya terletak pada bagian awal proses, yaitu menggunakan lemak panas.

Sedangkan untuk alat yang digunakan itu ada evaporator vacum. Selain itu juga dibutuhkan berupa wadah berupa bak ataupun juga bisa dnegan baskom untuk merendam bunga dalam lemak yang panas.

Bahan yang diperlukan dalam metode maserasi yaitu ada lemak dan alkohol. Lemak digunakan sebagai adsorben, sedangkan alkohol digunakan untuk melarutkan lemak.

Tahap-Tahap Metode Maserasi :
  1. Pilihlah bunga terlebih dahulu dnegan tingkat ketuaan yang optimum atau belum mekar penuh.
  2. Selanjutnya rendam bunga dalam lemak yang telah dipanasi mencapai dengan suhu 80 derajat celcius dan biarkan selama satu malam.
  3. Keesokan hasinya itu tambahkan dengan alkohol panas dalam lemak, kemudian aduk dan saring untuk memisahkan bagian bunganya.
  4. Selanjutnya simpanlah campuran lemak dan alkohol dalam pendingin agar membeku sehingga dengan itu mudah dipisahkan.
  5. Pemisahan ini dilakukan dengan penyaringan sampai larutan tersebut benar-benar bebas dari lemak.
  6. Setelah itu larutan yang bebas lemak akan di devaporasi pada kondisi vakum sampai diperolehnya absolute.
  • Pengepresan

Metod ini merupakan ekstrasi Minyak Atsiri yang dilakukan dengan cara pengepresan dan umumnya dilakukan dengan bahan yang berupa biji, buah ataupun kulit luar yang dihasilkan dari tanaman yang termasuk famili citrus.

Hal ini disebabkan minyak dari famili tanman tersebut akan mengalami kerusakan jika diekstrasi dengan cara penyulingan. Dengan pengepresan ini maka sel-sel yang mengandung minyak itu akan pecah dan minyak nantinya akan mengalir ke permukaan bahan.

Beberapa jenis minyak yang dapat diekstrasi menggunakan metode ini ada minyak almon, apricot, lemon, mandarin, dan lain sebagainya.

Pada metode pengepresan ini alat yang digunakan berupa mesin pengepres. Dan alat ini akan berkerja dengan cara menekan bahan baku hingga sel penghasil minyak tersebut akan pecah dan keluar.

Itulah mengenai Cara Pembuatan Minyak Atsiri, dan informasi tambahan lainnya. Dan untuk artikel lainnya, Sobat bisa kunjungi Pembuatan Minyak Atsiri, Minyak Atsiri Kayu Putih, Minyak Atsiri Lemon, Pembuatan Minyak Sereh, Kandungan Minyak Atsiri Pada Jahe

Sekian, penulis kece mau pamit dulu nih dan mohon maaf ya apabila didalam artikel ini terdapat kekurangan atau kesalahan. Jika ada saran atau kritik yang membangun bagi penulis silahkan bisa sampaikan pada laman komentar dibawah.

Dan jangan lupa juga untuk share artikel ini sebanyak-banyaknya kepada Sobat yang lainnya juga ya. Yuk saling berbagi ilmu!

Terima Kasih dan sampai jumpa besok!

By Amalia

Sebagai kontributor yang aktif di vagusnet.com, perjalanan tulisan saya adalah sebuah eksplorasi mendalam dalam arus perubahan teknologi, terutama di bidang IT. Dalam setiap artikel, saya berusaha menciptakan sebuah lukisan yang tidak hanya mencerminkan perkembangan terkini, tetapi juga menggambarkan dampaknya dalam konteks bisnis dan kehidupan sehari-hari.