tumbuhan mengandung minyak atsiri

Jumpa lagi dengan saya, kali ini saya akan membuat artikel tentang tumbuhan penghasil minyak atsiri berikut contoh2 dan penjelasannya mengenai tumbuhan penghasil minyak atsiri

PenjelasanTumbuhan Penghasil Minyak Atsiri

Indonesia memiliki banyak tanaman penghasil minyak atsiri. Minyak atsiri dikenal dengan sebutan minyak eteris, minyak terbang, minyak aromatik, serta minyak esensial. Sumber daya nabati dimanfaatkan oleh penduduk lokal maupun diekspor ke luar karena memiliki berbagai manfaat diantaranya digunakan untuk pembuatan antiseptik, kosmetik, obat-obatan, parfum, dan aroma terapi. Beberapa tanaman penghasil minyak atsiri yaitu :

Contoh Tumbuhan Penghasil Minyak Atsiri

1.Nilam

Tanaman nilam ini menjadi tanaman yang menghasilkan minyak pada bagian daunnya. Minyak dari nilam dapat diproduksi dengan penyulingan. Minyak Nilam membuat Indonesia sebagai produsen ekspor utama  ke berbagai negara.

2. Cengkeh 

Tanaman cengkeh ini menjadi salah satu tanaman yang bisa menghasilkan minyak atsiri yang didapat dari semua bagian tanamannya khususnya pada bagian daun segar, bunga dan daun gugur. Cengkeh adalah tumbuhan berbatang dikotil, perbedaan batang dikotil dan monokotil bisa dilihat dari kambiumnya. Kadar minyak yang diperoleh dari daun gugur antara 1%, sedangkan pada bunga kering 15-16%. Tidak hanya itu pada daun gugur bisa dijadikan minyak untuk dijadikan minyak dengan cara penyulingan.

3. Akar Wangi

Tanaman akar wangi menjadi salah satu tanaman yang menghasilkan minyak dari bagian akar. Kadar minyak yang terdapat pada bagian akar kira kira 1 – 1,5 %. Budi daya akar wangi tergolong mudah karena di Indonesia ketika dilihat dari potensi wilayahnya.

4. Sereh Wangi

Tanaman sereh wangi ini minyaknya diperoleh pada bagian daun sekitar 0,8 – 1% dari daun basah. Tanaman ini kurang baik ditanam pada tanah berkapur ataupun tanah liat karena memerlukan pengairan yang optimal berupa parit mapun aliran pembuangan air.

5. Pala Tumbuhan Penghasil Minyak Atsiri

Tanaman pala ini minyaknya diperoleh pada bagian buahnya. Buahnya terdiri dari empat bagian yaitu daging, fuli, biji dan tempurung. Minyak pala didapat melalui hasil penyulingan dan dimanfaatkan untuk bahan kosmetik dan pengobatan.

6. Kunyit

Minyak esensial kunyit secara tradisional digunakan sebagai obat antiseptik serta perawatan kulit secara alami untuk mencegah jerawat. Minyak atsiri kunyit memiliki berbagai manfaat kesehatan diantaranya untuk melawan kanker usus besar, mencegah penyakit yang berhubungan dengan neurologis, merawat penderita epilepsi, kempuan untuk mengurangi penyakit arthritis dan pernasalahan sendi, melawan penyakit kanker payudara, membantu meningkatkan kesehatan organ hati, penghancur sel Leukemia. Terdapat dua cara adaptasi tanaman kunyit yaitu dengan daunnya yang kecil dan akar rimpang.

7. Sereh Dapur

Minyak atsiri dari tumbuhan sereh dapur ini di dapat pada bagian daunnya.  Sereh Dapur  tumbuh dengan baik bila ditanam di tanah yang memiliki pengairan baik, lempung berpasir, pasir berdebu dan bertekstur ringan.

8. Sirih Tumbuhan Penghasil Minyak Atsiri

Fungsi daun bagi tumbuhan sirih adalah sebagai penghasil minyak atsiri. Daun yang digunakan sebaiknya yang cukup tua dan warnanya hijau. Minyak atsiri pada daun sirih mengandung pati, minyak terbang seskuiterpen,  zat samak, diatase, gula dan kavikol yang memiliki kemampuan mematikan kuman, fungisida, antioksidasi, dan anti jamur. Kemampuannya yaitu anti hama ini merupakan cara tumbuhan melindungi diri.

9. Kayu Putih

Minyak atsiri pada tanaman kayu putih diperoleh dari hasil penyulingan bagian ranting dan daun kayu putih. Minyak atsiri ini dimanfaatkan untuk minyak pengobatan, selain itu juga bisa dikonsumsi secara oral (diminum) atau, pemakaian pada umumnya dibalurkan ke bagian – bagian tubuh yang sakit. Khasiat minyak kayu putih ini adalah sebagai penghangat untuk tubuh, pencegah perut kembung, melemaskan otot – otot. Minyak kayu putih ini juga dipergunakan untuk kombinasi berbagai salep, bahan kombinasi minyak penghangat, bahan penyusunan minyak telon.

10.Kayu Manis

Minyak kayu manis mengandung minyak atsiri dengan rendemen kisaran 0.3 hingga 1%. Rendemen tergantung dari kelas kayumanis yang akan disuling. Kayumanis adalah salah satu minyak atsiri yang memiliki berat jenis lebih berat dari pada air, sehingga minyak yang dihasilkan terdapat dibawah air. minyak berwarna kuning hingga merah kecoklatan.

Penyulingan dengan metode rebus (Hydrodistilasi) minyak akan cendrung berwarna kuning, disebabkan suhu yang dibutuhkan sebatas suhu air mendidih, sedangkan pada penggunaan metode kukus dan uap bertekanan warna minyak akan cendrung berwarna coklat kemerahan.

Perlu kalian ketahui para penyuling bahwa kayumanis yang terkena uap panas akan menimbulkan lendir (Fiber) pada permukaan kayumanis, sehingga uap akan membutuhkan tenaga lebih untuk mendorong minyak yang terdapat pada bahan yang disuling dan penyulingan tersebut bisa dilakukan menggunakan alat destilasi minyak atsiri. Disarankan untuk menyuling kayu manis cassia, ini diperlukan untuk memanaskan bahan sebelum menyuling supaya lendir/fiber nya tidak muncul. Penyulingan dilakukan rentang waktu kisaran 8 hingga 12 jam.

Nah itu dia sedikit penjelasan dan contoh tumbuhan penghasil minyak atsiri, semoga bermanfaat untuk menambah wawasan kalian sekian terimakasih.

By Rahmat Qurnia

Saya adalah penulis di vagusnet.com dengan minat dan antusiasme tinggi terhadap perkembangan teknologi, khususnya dalam dunia IT. Dalam setiap tulisan, saya berusaha mencerminkan ketertarikan mendalam terhadap inovasi dan tren terkini yang membentuk arah perkembangan teknologi.