Hai Guys! pada artikel kali ini saya akan berbagi tips nih cara membuat kerupuk nasi sisa. Udah pernah dengar belum kerupuk yang berasal dari nasi sisa? Kerupuk ini biasa disebut kerupuk gendar biasa juga di sebut kerupuk nasi.
Biasanya para ibu – ibu sering mengalami nih kalau masak nasi sering sisa, pasti bingung mau di apakan. Mau di buang sayang kalau tidak di buang mau di apakan? nah saya disini mempunyai solusi nih, untuk membuat kerupuk dari nasi sisa. Tetapi tidak sembarangan nasi sisa ya! anda hanya bisa mengolah nasi sisa yang masih bagus, belum berbau dan juga belum berubah warna.
Kerupuk Nasi Sisa Sebagai Usaha
Kerupuk merupakan menu yang hampir selalu ada dalam setiap makanan, hal tersebut membuktikan kalau peminat kerupuk di Indonesia sendiri sangatlah besar. Jenisnya juga sangat banyak, disini saya akan berbagi tips cara membuat kerupuk nasi sisa.
Nah karena peminat kerupuk di Indonesia sangat banyak. Kerupuk nasi ini bisa menjadi salah satu pilihan anda untuk membuka usaha loh! peluang usaha kerupuk di Indonesia sangat menjanjikan.
Anda bisa membaca analisis usaha kerupuk nasi pada artikel cara membuat gendar.
Jika anda berminat dalam usaha ini anda tidak perlu bingung mempermasalahkan alat apa saja yang digunakan dalam proses pembuatan maupun proses pembungkusannya. Apabila anda memiliki modal yang sedikit, anda masih bisa kok membangun usaha ini karena alat yang harus anda beli hanya satu yaitu hand sealer.
Apa itu hand sealer? kenapa wajib di beli? Hand sealer memiliki fungsi sebagai perekat plastik saat pembungkusan. Sehingga kerupuk yang ada di dalam bungkus tidak kemasukan udara luar yang menyebabkan kerupuk tidak lagi renyah.
Apabila anda membuat kerupuk nasi atau gendar ini untuk di jual saya sangat menyarankan anda untuk menggunakan nasi baru ya! karena kualitas makanan yang didagangkan haruslah kualitas yang bagus. Bagi yang masih bingung bagaimana untuk mencari beras yang berkualitas bagus simak yuk beberapa tips dari saya:
Tips Memilih Beras yang Baik Untuk Dijadikan Kerupuk Nasi
Pada saat ini mendapatkan beras yang kualitasnya bagus memang tidaklah gampang. Apalagi untuk membedakan mana beras yang dicampur dengan zat pemutih dan mana yang aman bila dikonsumsi. Ada beberapa hal yang harus anda dipertimbangkan sebelum membeli beras. Berikut ini yaitu beberapa tips dari saya yang bisa anda lakukan agar bisa mendapatkan beras yang berkualitas, baik dan pastinya sehat untuk di konsumsi.
-
Perhatikan Warna Beras
Tips pertama yang harus anda perhatikan saat ingin memilih beras yang berkualitas tinggi yaitu memperhatikan warna beras. Saat ini sudah banyak sekali beras yang dicampur dengan berbagaimacam jenis pemutih yang berbahaya. Maka memperhatikan warna beras ini sangatlah penting supaya anda dapat benar-benar mendapatkan beras yang menyehatkan.
Warna dari beras yang berkualitas bukanlah beras yang berwarna terlalu putih. Sebab bisa saja warna putih beras tersebut mengandung zat pemutih. Sebaiknya, anda memilih warna beras yang bening dan sedikit kekuningan.
-
Perhatikan Tekstur Beras, Bahan Membuat Kerupuk Nasi
Tips selanjutnya adalah dengan anda memperhatikan tekstur dari beras itu sendiri. Dari tekstur pada beras, anda dapat melihat apakah beras tersebut baik atau tidak jika dikonsumsi. Beras yang berkualitas bagus memmpunyai tekstur yang kuat dan juga tidak akan mudah patah saat anda menekannya.
Sebaliknya, beras yang mudah sekali hancur saat di tekan, itu menandakan kalau beras tersebut sudah tidak layak untuk dikonsumsi. Oleh sebab itu, pilihlah beras yang kuat serta kokoh dengan cara anda menekan sampel dari beras tersebut.
-
Pilih Beras yang Tidak Menempel saat Diremas
Tips yang tidak kalah penting untuk anda perhatikan supaya bisa mendapatkan beras yang baik dan sehat adalah dengan memastikan bahwa beras tersebut tidak menempel saat diremas. Beras yang menempel pada tangan ketika anda remas menunjukkan bahwa beras itu dicampur dengan pelicin.
Kandungan pelicin yang ada pada produk beras haruslah dihindari. Hal tersebut dikarenakan kandungan tersebut sangat tidak baik bagi kesehatan dan juga dapat menimbulkan masalah pada tubuh.
-
Amati dengan Cermat Penampakan Berasnya
Adapun kiat selanjutnya yaitu dengan melihat model berasnya. Caranya adalah dengan anda mengamati butiran – butiran berasnya. Dengan cara tersebut, anda dapat melihat apakah beras itu produk beras yang masih baru ataukah beras yang sudah lama.
Lihat tekstur serta penampakan beras secara lebih teliti. Terdapat tekstur beras yang panjang atau tidak. Selain itu, periksa juga apakah di tangan anda ada bekas seperti tepung tidak.Apabila kedua tanda yang sudah disebutkan ada, maka hal tersebut menandakan kalau berasnya sudah tua.
-
Pastikan Berasnya Tidak Terdapat Kutu
Selain beberapa tips di atas, anda juga harus pastikan kalau beras yang anda pilih tidak terdapat kutu di dalamnya. Biasanya, beras yang ada kutunya menandakan kalau beras sudah berumur lama atau tua.
Tetapi, beras yang ada kutunya sebenarnya juga memiliki sisi positifnya. Sebab beras tersebut tidak terdapat bahan atau zat kimia di dalamnya. Ada juga jenis beras yang masih baru berkutu karena terkontaminasi oleh beras yang sudah tua.
-
Pastikan Membeli di Toko Terpercaya
Selain untuk memastikan berasnya tidak ada kutunya, cara untuk mengetahui jika beras berkualitas berikutnya adalah dengan anda membeli beras pada toko yang sudah terpercaya. Hal tersebut sangatlah penting dilakukan supaya beras benar-benar terjamin kualitasnya.
Karena dengan membeli beras di toko yang sembarangan dapat menimbulkan dampak yang tidak baik bagi kualitas beras.Pilihlah toko yang benar-benar dapat memberikan produk beras aman serta menyehatkan.
-
Cium Aroma Beras yang Akan Dijadikan Kerupuk Nasi
Selanjutnya, pada saat memilih beras yang berkualitas tinggi yaitu dengan mencium bagaimana aroma beras tersebut. Pada saat ini, di pasaran banyak beredar berbagai jenis beras yang terkandung pewangi buatan didalamnya. Beras yang mengandung pewangi buatan biasanya memiliki bau yang sangat wangi.
Namun, jika saat dicium beras tersebut meiliki bau apek, maka hal itu menandakan kalau beras sudah berusia lama atau tua. Sedangkan jika beras yang sudah terlalu lama rasanya akan menjadi kurang enak. Selain itu, berasn juga mudah untuk busuk ketika anda masak. Oleh sebab itu, pastikan anda untuk memilih beras yang memiliki wangi yang normal dan juga tidak berbau apek.
-
Berhati-Hatilah dengan Beras yang Murah
Cara memilih beras berkualitas tinggi yang selanjutnya adalah dengan melihat harga beras tersebut. Di pasaran, terdapat berbagai macam harga beras yang disuguhkan. Adapun acuan untuk harga beras ditentukan oleh kualitas berasnya. Jadi, semakin bagus kualitas berasnya maka harganya akan semakin mahal juga. Rasa yang ditawarkan juga semakin enak apabila harganya semakin mahal.
Dan apabila anda kebetulan menemukan beras yang dijual dengan harga sangat murah, sebaiknya anda berhati-hati. Karena dikhawatirkan beras itu kualitasnya tidak baik atau beras sudah terlalu lama.
-
Gigit Berasnya untuk Menguji Kualitas Berasnya
Ada cara lain lagi yang bisa anda praktekan untuk memastikan kualitas dari beras itu bagus, yaitu dengan cara menggigit beras. Beras yang berkualitas baik, ketika anda menggigitnya beras tidak akan mudah rapuh dan juga cenderung keras. Beras yang seperti itu sangatlah baik untuk penderita kencing manis. Selain itu, saat anda konsumsi juga memberikan rasa yang enak serta pulen.
Beras yang rapuh akan cenderung mengandung banyak air.Biasanya senjaga dilakukan oleh pedangang yang tidak baik supaya berat beras menjadi bertambah. Hal itu akan memberikan keuntungan bagi oknum tersebut. Beras yang terlalu rapuh tidak akan bisa untuk bertahan lama serta mudah apek dan didatangi kutu.
-
Pilih Beras yang Bersih dan Tidak Bercampur Kotoran
Tips terakhir yang bisa anda lakukan supaya mendapatkan beras terbaik serta berkualitas unggul yaitu dengan cara memilih beras yang bersih. Beras yang bersih merupakan beras yang tidak meiliki kotoran apapun di dalamnya. Baik kotoran berupa batu, gabah ataupun kotoran-kotoran yang lainnya. Sebab beras yang bersih lebih menjamin kesehatannya, rasa berasnya pun juga akan semakin nikmat.
Beberapa tips memilih beras yang berkualitas tadi dapat anda jadikan sebagai rujukan dalam mendapat beras yang berkualitas. Pada intinya, ada banyak hal yang harus anda perhatikan pada saat akan membeli beras.
Cara Membuat Kerupuk Nasi Sisa
Bahan Kerupuk Nasi Sisa:
- 580 gr nasi sisa
- 460 gr tepung tapioka
- secukupnya Kaldu bubuk
- 7 siung bawang putih
- 1 sdt ketumbar bubuk
- 2 sdt garam
Cara Membuat Kerupuk Nasi Sisa:
- Rendam nasi sisa selama kurang lebih 15 menit dan cuci bersih nasi lalu tiriskan.
- Blender atau haluskan nasi dengan menambahkan 1 gelas air (sekitar 250ml) hingga lembut dan menjadi seperti bubur.
- Uleg bumbu yang sudah disiapkan sampai menjadi halus, kemudian masukkan ke dalam wadahh yang sudah berisi nasi yang sudah dihaluskan tadi dan aduk hingga rata.
- Tambahkan tepung tapioka secara perlahan, sembari di aduk lalu tambahkan kaldu bubuk dan uleni sampai adonan bisa dibentuk.
- Bentuk adonan kerupuk nasi sesuai dengan selera anda. Taburi tangan anda dengan tepung tapioka agar mudah dibentuk dan agar adonan tadi tidak menempel pada tangan anda. Sembari membentuk adonan, didihkan air pada panci, tambahkan 1-2sdm minyak goreng agar adonan tidak menempel satu dengan yang lain.
- Setelah airnya mendidih, masukkan adonan kerupuk yang sudah dibentuk, rebus hingga adonan kerupuk mengapung.
- Angkat adonan yang sudah mengapung lalu rendam sesaat pada wadah yang berisi air dingin (es). Lalu tiriskan.
- Setelah adonan agak dingin, simpan pada kulkas semalaman hingga berubah menjadi kaku. Kemudian iris tipis adonan sampai habis dan jemur dibawah sinar matahari hingga kering.
- Panaskan minyak goreng pada wajan dan goreng kerupuk sampai mengembang dan matang dengan sempurna, angkat dan tiriskan. Kerupuk nasi sisa siap untuk dinikmati
Sekian Tips tips dari saya semoga bermanfaat ya! Terima Kasih.
Sebagai penulis di vagusnet.com, setiap tulisan yang saya hasilkan adalah sebuah perjalanan mendalam melalui dunia yang terus berkembang dalam teknologi, khususnya di ranah IT. Saya melihat diri saya sebagai penjelajah ide, mencoba menghubungkan titik-titik kompleks dari perkembangan teknologi dengan kehidupan sehari-hari.