cara memanen padi tradisional

Terima kasih telah berkunjung, pada artikel kali ini akan dibahas tentang asal usul tanaman padi dan cara memanen padi tradisional. Yuk mari disimak informasinya.

Asal Usul Tanaman Padi

Bagi kebanyakan rakyat Indonesia “belum makan nasi berarti belum makan”tidak peduli apakah harga beras murah atau mahal yang penting persediaan beras tetap terjamin. Beras memang penting bagi sebagian besar bangsa di Asia, terutama Indonesia.

Bahkan di Srilangka, analisa politik selalu mencantumkan beras sebagai salah satu variabel penting yang mempengaruhi popularitas penguasa.

Di Jepang pada akhir Perang Dunia II, setelah menyerah pada sekutu, rakyat hampir tidak menyentuh terigu bantuan AS sampai terigu itu dimodifikasi menjadi mie ramen. Itupun tak bisa menggantikan nasi sebagai makanan pokok mereka.

Mengapa kita “tergila-gila”pada beras? jawabannya bisa bermacam-macam. Yang jelas asal mula tanaman padi yang menghasilkan beras itu memang berasal dari Asia.

Tepatnya di daerah utara Benggala, India. Ada juga yang mengatakan kalau padi berasal dari Cina dan dibudidayakan pertama kali pada masa kekaisaran Shen Nung.

Padi dan saudara-saudaranya, yakni jagung (Zeamays), sorghum (Andropogon sorghum), gandum (Triricu sativum) adalah keluarga dalam famili graminaceae.

Selain itu ada lagi, yaitu alang-alang (Imperata cylindrica) yang dibiarkan hidup liar bahkan di basmi habis-habisan.

Tanaman padi yang kita kenal sekarang ini (Oryza Sativa L) konon mempunyai varietas-varietas padi liar, semisal Oryza perennis, Oryza officinalia wall,  Oryza L.f. spontanea yang kebetulan tumbuh dikawasan itu.

Dari sana padi menyebar ke berbagai wilayah. Kebarat sampai di Persia (Iran) dan Mesopotamia (Irak), ke timur sampai di Cina dan Jepang

Benua Eropa mulai mengenal padi ketika Iskandar Agung menjelajahi Asia Barat sampai ke India. Oleh-oleh yang dibawanya antara lain padi/beras.

Namun pembudidayaan padi di Benua Eropa baru dimulai ketika bangsa Arab melakukan ekspansi ke Spanyol. Selanjutnya padi merambah ke Italia dan Negara Balkan.

Langkah Panen Padi Tradisional 

  1. Siapkan peralatan untuk memanen padi, seperti : Sabit,  Alat Perontok Padi (Dalam bahasa Jawa disebut Gepyokan) dan Terpal sebagai alas saat merontokan padi.
  2. Langkah pertama, potong batang padi dengan menggunakan sabit. Caranya, genggam satu rumpun batang padi dan potong tepat di batang bagian bawah. Setelah itu, tumpuk ke dalam tumpukan kecil. Berhati-hatilah pada saat memotong batang padi, karena jika anda lalai, bukan tidak mungkin jari anda akan terpotong.
  3. Setelah semua batang padi terpotong, kumpulkan tumpukan-tumpukan kecil tersebut ke sisi terpal yang sudah digelar. Siapkan alat perontok tradisional, dan mulailah merontok padi.
  4. Merontok padi dapat dilakukan dengan cara memegang segengam batang padi. Pegang batang bagian bawah dan pukul-pukulkan padi ke alat perontok sampai bulir padi terpisah dari batang. Bagi pemula, jangan menggenggam batang padi terlalu besar, karena hasilnya tidak akan maksimal. Cara merontokan padi seperti ini cukup menguras tenaga.
  5. Terakhir, setelah semua padi selesai dirontokan. Bersihkan padi dari daun-daun padi yang ikut rontok beserta kotoran lainya. Jemur padi hingga kering dan padi siap untuk digiling atau disimpan untuk dikonsumsi sehari-hari ataupun dijual.

 Untuk menghasilkan sebutir beras memerlukan usaha keras dari Petani, mulai dari Waktu, Materi, juga Tenaga. Oleh sebab itu jangan anda biasakan membuang-buang nasi atau menyisakan nasi.

Terima kasih sudah membaca artikel asal usul tanaman padi dan cara memanen padi tradisional. Hargailah setiap butir nasi, karena tidak semua orang seberuntung anda bisa mengkonsumsi nasi setiap hari. Terakhir, Tetap Hijaukan Bumi Kita.

By Vira Virliana

Saya seorang penulis di vagusnet.com dengan minat dan antusiasme tinggi terhadap perkembangan teknologi, khususnya di bidang IT. Saya senang belajar tentang berbagai hal dan berbagi wawasan seputar dunia bisnis serta tips terkini melalui tulisan-tulisan saya. Dengan fokus pada dunia teknologi, saya berkomitmen untuk menyajikan konten yang informatif, relevan, dan menginspirasi pembaca. Mari bersama-sama menjelajahi dunia inovasi dan perkembangan terkini, sambil terus tumbuh dan belajar bersama.