Cara Budidaya Pisang

Jumpa lagi bersama pada kesempatan kali ini kami akan membahas mengenai budidaya pisang dari awal penanaman hingga proses panen.

Pisang adalah tanaman yang masuk keluarga musaceae berdaun lebar, serta semua bagian dari tanaman pisang ini bisa dimanfaatkan baik itu buah, batang serta daunnya. Buah pisang memiliki rasa yang manis dan nikmat, oleh karena banyak orang suka pengkonsumsi buah satu ini.

Jadi jika anda berniat melakukan budidaya pisang, namun belum paham cara menanam pisang dengan benar dalam kesempatan kali ini kami akan menjelaskan tahap-tahap menanam pisang dari proses pemilihan lahan, pemilihan bibit, proses penanam proses perawatan hingga proses panen dibawah ini.

Syarat-Syarat Tumbuh Tanaman Pisang 

cara budidaya pisang

Sebelum masuk kedalam cara menanam pisang, kami akan menjelaskan syarat atau faktor pendorong tumbuh tanaman pisang berikut ini:

Iklim

Lokasi yang beriklim tropis, basah, lembab dan kering adalah pilihan yang paling tempat sehingga tanaman pisang dapat tumbuh serta berbuah secara maksimal. Namun pisang juga bisa tumbuh pada daerah yang beriklim subtropis tetapi proses berbuahnya akan kurang baik.

Selanjutnya jangan memilih daerah yang memiliki angin kumbang karena dapat merusak batang dan daun pisang. sesudah  curah hujan mencapai kisaran 1.500 – 3.800 mm/tahun, 2 bulan mengalami musim kering selama satu tahun.

Tanah Atau Media Tanam

Tanaman pisang dapat tumbuh dengan subur pada tanah yang kaya humus serta berkapur. Ketersediaan air harus diperhatikan sebab tanaman pisang sangat memerlukan air yang banyak.

Ketinggian Tempat

Tanaman pisang dapat tumbuh pada daerah dataran rendah maupun didaerah pegunungan ketinggian mencapai 2.000 dpl.

Panduan Cara Menanam Pisang 

cara budidaya pisang

Nah diatas tadi adalah syarat-syarat tumbuh tanam pisang, selanjutnya kami akan membahas tahap-tanap penanam pisang dibawah ini.

Pemilihan bibit pisang

Tahap pertama dalam cara menanam pisang adalah pemilih bibit, karena jika pemilihan bibit pisang dilakukan dengan benar maka hasil yang diperoleh akan sesuai dengan harapan anda. Kali ini kami akan memberika ciri-ciri bibit pisang yang baik.

Ciri-ciri bibit pisang yang baik

  • Bibit atau tunas pisang yang baik memiliki ketinggian mencapai 100-150 cm
  • Diameter batang pisang mencapai 15-20 cm
  • Daun pada tunas pisang yang baik berhelai sempit
  • Kondisi fisik tunas atau bibit pisang bersih dari kotoran dan bersih dari penyakit atau hama

Nah itu adalah ciri-ciri bibit atau tunas pisang yang baik, berikutnya kami akan menjelaskan cara agar tunas tidak terserang hama dan penyakit.

Cara mencegah persebaran hama dan penyakit 

  • Setelah tunas pisang dipotong, bersih akar dari kotoran dengan air
  • Lalu begitu akar bersih, potong akar dengan hati-hati bertujuan untuk menghentikan persebaran penyakit melalui akar yang cacat dan merangsang pertumbuhan akar baru.
  • Selanjutnya buang daun-daun tunas pisang yang terlalu lebar
  • Langkah berikutnya adalah simpan bibit atau tunas ditempat yang kering selama 1-2 hari agar tunas sembuh total dari luka
  • Setelah didiamkan selama dua hari, rendah tunas pisang menggunakan insektisida selama 10 dan kering kembali

Pembuatan lahan taman

cara budidaya kacang

Cara menanam pisang berikutnya adalah pengolahan lahan, hal yang perlu anda perhatikan sebelum melakukan pengolahan yaitu tentukan jenis tanah yang disukai tanaman pisang, iklim, dan ketinggian tempat. Setelah 3 hal tersebut sudah dipenuhi maka selanjutnya kami akan membahas langkah-langkah menanam pisang dibawah ini:

Langkah-Langkah Pengolahan lahan 

  • Langkah pertama yang perlu anda lakukan adalah penyiap beberapa alat bertani berupa cangkul dan sabit
  • Bersihkan lahan dari hama penggangu bisa menggunakan sabit ataupun cangkul
  • Setelah lahan benar benar bersih, gemburlah tanah menggunakan cangkul dengan kedalam 40 cm, selama proses penggemburan bisa dilakukan penambah pupuk kandang kering dan biarkan selama 1 minggu
  • Lalu buatlah lubang yang akan digunakan untuk menanam bibit atau tunas pisang yang sudah disiapkan sebelumnya
  • cara terakhir buatlah parit atau drainase disekitar area penanam pisang agar saat terjadi hujan tidak banjir.

Proses Penanam Pisang

Tahap selanjutnya adalah cara menanam pisang, tahap ini anda akan disuruh menananm tunas pisang kedalam lubang yang sudah disiapkan sebelumnya.

Sebelumnya pastikan pemilihan waktu penanam pisang tepat, saran dari kami untuk menanam pisang pada awal musim penghujan yaiutu bulan september-oktober.

Jika sudah langsung saja ambil tunas pisang yang anda simpan sebelumnya dan tanam kedalam lubang yang anda buat dipengolahan lahan tadi, setelah masuk tutup lubang menggunakan tanah yang sudah dicampur dengan pupuk berbanding 3:1 agar kebutuhan akan unsur haranya tercukupi.

Proses Panen

Tahap terakhir dari cara menanam pisang adalah proses panen, proses yang sangat sangat ditunggu para petani karena setelah melakukan panen para petani bisa menjualnya ke pasar atau hanya dikonsumsi sendiri.

Sekian dan terimakasih atas kunjungannya tentang artikel di atas ini.

Cara Budidaya Jahe

Pada kali ini saya akan membuat artikel tentang Cara Budidaya Jahe – Jahe atau nama biologinya Zingiber Officinale Rosc adalah tanaman herbal yang memiliki banyak manfaat dan bernilai ekonomi tinggi. Banyaknya manfaat dari jahe ini membuat para petani bersemangat untuk membudidayakannya, maka dari itu kami akan memberikan informasi mengenai cara menanam jahe yang benar.

Sebagai pengetahuan awal, umumnya jahe memiliki masa panen sekitar 8 sampai 12 bulan, tergantung dari keperluan jahe tersebut. Misalnya saja jika jahe dipergunakan untuk kebutuhan rumah tanangga seperti bumbu masak, maka umur panen jahe dikisaran 8 bulan. Sementara untuk pembibitan bisa dipanen pada bulan ke 10 atau lebih dan untuk keperluan asinan jahe umumnya lebih cepat berada pada kisaran 3 sampai 4 bulan.

Melihat permintaan yang sangat tinggi dari dalam negeri, maka usaha tanaman jahe ini sangat menjanjikan. Saat ini, produksi jahe dalam negeri belum dapat memenuhi pasar, sehingga masih mendatangkannya dari luar seperti cina.

Menurut pertanian.go.id, keuntungan rata-rata yang bisa diperoleh setiap hektar tanaman jahe sekitar 21 juta rupiah. Melihat keuntungan sebesar itu, apakah Anda belum tertarik dengan usaha budidaya jahe ini?

Syarat Tumbuh Tanaman Jahe (jahe gajah, jahe emprit dan jahe merah)

cara menanam jahe merah

Pembentukan umbi atau rimpang jahe sangat dipengaruhi oleh 3 hal yaitu, persediaan air, oksigen tanah dan pencahayaan. Tanaman jahe tumbuh dengan baik pada daerah dengan curah hujan 2500-4000 mm/tahun dan memiliki pH tanah antara 6,8 – 7,4.

Untuk tanah dengan pH yang rendah, sebelum dilakukan penanaman perlu pemberian kapur sekitar 1-3 ton per hektar atau dolomit 0,5 – 2 ton per hektar.

Macam Bibit Jahe

Saat ini jenis jahe yang banyak di budidayakan adalah jahe putih besar (jahe gajah), jahe putih kecil (jahe emprit) dan jahe merah.

Ciri-ciri jahe

  • Jahe gajah memiliki rimpang/umbi yang besar, berwarna putih kekuning-kuningan dengan diameter 8 – 8,5 cm, aroma tajam dengan tinggi rimpang 6 – 11,3 cm dan panjang 15 – 32 cm. Daun dan batang berwarna hijau muda dengan kadar minyak atsiri 0,8 – 2,8 %.
  • Jahe emprit memiliki rimpang yang kecil berlapis-lapis dengan aroma yang tajam, berwarna putih kekuning-kuningan dengan diameter 3 – 4 cm, tinggi rimpang 6 – 11 cm dan panjang 6 – 32 cm. Warna batang dan daun hijau muda dengan kadar minyak atsiri sekitar 1,5 – 3,5 %.
  • Jahe merah memiliki rimpang kecil berlapis dengan aroma yang sangat tajam dan berwarna antara jingga muda sampai warna merah. Diameter 4 – 4,5 cm, tinggi rimpang 5 – 11 cm dan panjang sekitar 12 – 13 cm. Warna daun hijau muda dengan warna batang hijau kemerahan. Memiliki kadar atsiri 2,8 – 3,9 %.

Persiapan Lahan

Lakukan pengolahan lahan sebelum bibit ditanam untuk memperoleh tanah yang gembur, subur, berhumus, memiliki drainase dan aerasi udara yang baik dan menghilangkan gulma penggangu tanaman.

Tujuan dari penggemburan tanah agar rimpang jahe dapat tumbuh dengan leluasa. Tanah yang berliat jika tidak dilakukan pengolahan dengan baik maka akan menyebabkan rimpang jahe tertekan dan tidak akan tumbuh dengan subur, sementara tanah yang berkerikil akan menyebabkan rimpang tergores sehingga hasil tanaman yang baik tidak akan diperoleh.

Drainase yang baik juga sangat dibutuhkan tanaman jahe untuk mencegah serangan penyakit seperti layu karena tergenag air. Sementara aerase udara yang baik akan memberikan ruang gerak akar untuk menyerap unsur hara dan air serta dapat mengurangi pembentukan senyawa anorganik yang bersifat racun dalam tanah.

Cara pengolahan tanah

Pengolahan tanah dapat dilakukan dengan cara dibajak, digaru ataupun dicangkul dengan kedalaman sekitar 30 cm dan semua ranting atau tanaman yang usah lapuk dibersihkan. Kemudian pembentukan bedengan dengan lebar 60 – 120 cm, tinggi 25 – 30 cm dan jarak antara bedengan sekitar 30 cm. Untuk lubang tanam, kedalaman antara 5 sampai 7 cm dengan jarak untuk jahe gajah (panen tua; 80 cm x 40 cm/60 cm x 40 cm, panen muda; 40 cm x 30 cm), jahe emprit dan merah bisa dengan jarak 60 cm x 40 cm.

Panen jahe

Umur panen jahe sesuai dengan tujuan penggunaannya yaitu untuk keperluan bumbu dapur umur panen 8 bulan, untuk bibit umur 10 – 12 bulan, untuk asinan jahe umur 3 – 4 bulan.

Cara pemanenan dilakukan dengan membongkar semua tanaman dengan menggunakan garpu atau cangkul, kemudian langsung dibersihkan dari kotoran atau tanah yang menempel (tanah yang dibiarkan mengering akan susah dibersihkan).

Setelah dipanen, selanjutnya diangkut ke tempat pencucian untuk disemprot air mengalir. Rimpang tidak boleh digosok karena bisa mengakibatkan rimpang menjadi lecet dan menurunkan nilainya.

Sekian dan terimakasih atas kunjungannya tentang artikel di atas ini.

Cara Budidaya Cabe merah

Pada kali ini saya akan membuat artikel tentang cara budidaya cabe merah merupakan salah satu komoditas pertanian paling atraktif. Pada saat-saat tertentu, harganya bisa naik berlipat-lipat. Pada momen lain bisa turun hingga tak berharga. Hal ini membuat budidaya cabe merah menjadi tantangan tersendiri bagi para petani.

Disamping fluktiasi harga, budidaya cabe cukup rentan dengan kondisi cuaca dan serangan hama. Untuk meminimalkan semua resiko tersebut, biaya untuk budidaya cabe bisa dikatakan cukup tinggi.

Pemilihan benih cabe merah

Cara budidaya cabe merah

Masyarakat mengenal dua jenis cabe merah, yakni cabe merah besar dan cabe merah keriting. Perbedaan kedua jenis cabe ini terlihat dari bentuk dan tekstur kulitnya. Untuk mengetahui lebih jauh, silahkan lihat tulisan mengenal jenis-jenis cabe.

Dari dua jenis itu, terdapat puluhan bahkan ratusan varietas, dari yang lokal hingga hibrida. Setiap varietas memiliki kekhasan tumbuh sendiri-sendiri. Untuk memilih jenis mana yang akan dibudidayakan, sebaiknya pilih varietas yang paling cocok dengan lokasi budidaya cabe masing-masing.

Penyemaian dan pembibitan

cara budidaya cabe merah

Metode penyemaian untuk budidaya cabe sebaiknya menggunakan polybag (baik dari plastik atau daun-daunan). Mengapa demikian, karena benih cabe apalagi jenis hibrida harganya sangat mahal. Apabila disemai dengan ditabur, dikhawatirkan banyak biji yang tumbuh berhimpit sehingga tidak semua tanaman bisa dimanfaatkan.

Siapkan campuran tanah, arang sekam dan kompos atau pupuk kandang dengan perbandingan 2:1:1. Atau, kalau tidak ada arang sekam gunakan tanah dan kompos dengan perbandingan 1:1. Sebelum dicampur, media tersebut diayak agar halus.

Pengolahan tanah

Lahan yang diperlukan untuk budidaya cabe merah adalah tanah yang gembur dan memiliki porosotas yang baik. Sebelum cabe merah ditanam cangkul atau bajak lahan sedalam 20-40 cm. Bersihkan dari batu atau kerikil dan sisa-sisa akar tanaman. Apabila terlalu banyak gulma dan khawatir menganggu bisa gunakan herbisida.

Buat bedengan dengan lebar satu meter tinggi 30-40 cm dan jarak antar bedengan 60 cm. Panjang bedengan disesuaikan dengan kondisi lahan, untuk memudahkan pemeliharaan panjang bedengan maksimal 15 meter. Buat saluran drainase yang baik karena tanaman cabe merah tidak tahan terhadap genangan air.

Campurkan pupuk organik, bisa berupa kompos atau pupuk kandang pada setiap bedengan secara merata. Kebutuhan pupuk organik untuk budidaya cabe merah adalah 20 ton per hektar. Selain pupuk organik tambahkan juga urea 350 kg/ha dan KCl 200kg/ha.

Untuk budidaya cabe intensif sebaiknya, bedengan ditutup dengan mulsa plastik perak hitam. Penggunaan mulsa plastik mempunyai konsekuensi biaya namun mendatangkan sejumlah manfaat. Mulsa bermanfaat untuk mempertahankan kelembaban, menekan erosi, mengendalikan gulma dan menjaga kebersihan kebun.

Buat lubang tanam sebanyak dua baris dalam setiap bedengan dengan jarak 60-70 cm. Sebaiknya lubang tanam dibuat zig zag, tidak sejajar. Hal ini berguna untuk mengatur sirkulasi angin dan penetrasi sinar matahari. Diameter dan kedalaman lubang tanam kurang lebih 10 cm, atau disesuaikan dengan ukuran polybag semai.

Penanaman bibit cabe merah

Pemindahan bibit cabe merah dari area persemaian dilakukan setelah umur bibit sekitar 3 minggu atau bibit memiliki 3-4 helai daun permanen. Penanaman sebaiknya dilakukan pada pagi hari dan sore hari untuk menghindari stress. Usahakan penanaman dilakukan serentak dalam satu hari.

Cara menanamnya adalah dengan membuka atau menyobek polybag semai. Kemudian masukkan bibit cabe merah beserta media tanamnya kedalam lubang tanam. Jaga agar media semai jangan sampai terpecah. Kemudian siram tanaman secukupnya untuk mempertahankan kelembaban.

Pemanenan budidaya cabe

Budidaya cabe merah mulai bisa dipanen setelah berumur 75-85 hari setelah tanam. Proses pemanenan dilakukan dalam beberapa kali, tergantung dengan jenis varietas, teknik budidaya dan kondisi lahan.

Pemanenan bisa dilakukan setiap 2-5 hari sekali, disesuaikan dengan kondisi kematangan buah dan pasar. Buah cabe sebaiknya dipetik sekaligus dengan tangkainya untuk memperpanjang umur simpan. Buah yang dipetik adalah yang berwarna oranye hingga merah. Lakukan pemetikan pada pagi hari.

Sekian dan terima kasih atas kunjungannya tentang artikel di atas ini.

Cara Pengolahan Kubis

Pada kali ini saya akan membuat tentang cara pengolahan Kubis. kol, kobis, atau kobis bulat adalah nama yang diberikan untuk tumbuhan sayuran daun yang populer. Tumbuhan dengan nama ilmiah Brassica oleracea L. Kelompok Capitata ini dimanfaatkan daunnya untuk dimakan. Daun ini tersusun sangat rapat membentuk bulatan atau bulatan pipih, yang disebut krop, kop atau kepala (capitata) Kubis berasal dari Eropa Selatan dan Eropa Barat. Kubis memiliki ciri khas membentuk krop. Warna kubis putih, putih kehijauan dan ungu. Kubis biasa dimasak sebagaui sup, campuran gado gado, pelengkap soto dan salad, dan juga dapat dubuat emping kubis.

Macam-macam kubis

Cara Pengolahan Kubis

Ada beberapa jenis tanaman kubis yang banyak diusahakan diantaranya ialah kubis krop, kubis daun,, kubis umbi, kubis tunas, dan kubis bunga.

  1. Kubis krop  atau krop kubis putih tersebut besar dan padat. kubis telur terkenal dengan nama kubis putih.
  2. Kubis tunas atau kubis babat.kubis tunas biasanya membentuk krop bahkan tunas samping dapat  membentuk krop kecil, dalam satu pohon terdapat beberapa krop tunas kecil
  3. umbi pada bagian dasar batang dibawah tanah atau diatas tanah membesar hingga merupakan umbi besar
  4. bunga.jenis ini bakal bunganya mengembang dan membentuk masa bunga . Bunga berbentuk kerucut terbalik dan warnanya putih kekuningan
  5. Jenis kubis lain yang mirip kubis bunga adalah brokoli, masa bunga brokoli berwarna hijau lebih kompak dan lebih lezat di banding kubis bunga.

Kandungan Gizi dan Manfaat

Cara pengolahan kubis

Kubis segar mengandung banyak vitamin (A, beberapa B, C, dan E). Kandungan Vitamin C cukup tinggi untuk mencegah skorbut (sariawan akut). Mineral yang banyak dikandung adalah kaliumkalsiumfosfornatrium, dan besi. Kubis segar juga mengandung sejumlah senyawa yang merangsang pembentukan glutation, zat yang diperlukan untuk menonaktifkan zat beracun dalam tubuh manusia.

Anti Gizi

Sebagaimana suku kubis-kubisan lain, kubis mengandung sejumlah senyawa yang dapat merangsang pembentukan gas dalam lambung sehingga menimbulkan rasa kembung (zat-zat goiterogen).

Daun kubis juga mengandung kelompok glukosinolat yang menyebabkan rasa agak pahit. Kubis segar mengandung air, protein, lemak, karbohidrat, serat, kalsium, fosfor, besi, natrium, kalium, vitamin (A, C, E, tiamin, riboflavin, nicotinamide), kalsium, dan beta karoten. Selain itu, juga mengandung senyawa sianohidroksibutena (CHB), sulforafan yang merangsang pembentukan glutation, suatu enzim yang bekerja dengan cara menguraikan dan membuang zat-zat beracun yang beredar di dalam tubuh.

Tingginya kandungan vitamin C dalam kubis dapat mencegah timbulnya skorbut (scurvy). Adanya zat antosianin menyebabkan warna kubis dapat berubah menjadi merah. Kandungan zat aktifnya, sulforafan dan histidine dapat menghambat pertumbuhan tumor, mencegah kanker kolon, dan rektum, detoksikasi senyawa kimia berbahaya, seperti kobalt, nikel dan tembaga yang berlebihan di dalam tubuh, serta meningkatkan daya tahan tubuh untuk melawan kanker. Kandungan asam amino dalam sulfurnya, juga berkhasiat menurunkan kadar kolesterol yang tinggi, penenang saraf, dan membangkitkan semangat.

Pembuatan Emping

Membuat emping kubis

Cara membuat emping jagung adalah siapkan daun kubis yang sehat,  warna putih  segar dan tidak busuk ¼ kg, siapkan bahan tambahan :  tepung mazena 3 sdm, tepung tapioca/ kanji ¼ kg, telur ayam 1 butir, tepung terigu siapkan ¼ kg, kubis dicuci dengan membuka lembaran daun kubisnya, serta dibuang empela/tulang,

kubis dirajang tipis-tipis agar mudah dalam pemblenderan, rebus rajangan kubis selama 10 menit, tiriskan  dengan saringan  cuci  sambil diperas, blender daun kubis  dengan tambahkan air 200 cc, blender  hingga menjadi bubur, buang  airnya 150 cc.

kocok telur, dan masukan  dengan Bubur kubis ditambahkan tepung maizena  dan sebagian tepung kanji dari ¼ kg( separuhnya tepung tapioca/ kanji), masak adonan hingga mengental, setelah itu angkat, tambahkan sisa tepung tapioca/kanji dan aduk-aduk hingga rata dan agar lebih kalis tambahkan, terigu  sedikit-demi sedikit  hingga adonan tidak lengket ditangan/kalis,

untuk menyeragamkan kepingan emping, adonanan dibentuk bulat kecil-kecil  menyerupai kelereng dan besarnya  seragam agar diperoleh lempengan yang seragam, susun emping kubis diatas tampah dan jemur hingga kering  air  kadar 12% ( dengan ciri) emping gemersik dan  mudah dipatahkan/bunyi klik .

Sekian dan terimakasih atas kunjungannya tentang artikel di atas ini.

Cara Membuat Bakwan Jagung

Pada artikel ini saya akan membuat cara membuat bakwan jagung gorengan yang dibuat dari adonan jagung lumat atau paduan tepung terigu, jagung pipil, dan telur. Bumbunya pun beragam, karena kadang ada yang menyajikan bakwan jagung ala jawa timur dengan bumbu pepak (rempah jawa lengkap).

Untuk Anda yang ingin membuat bakwan jagung sendiri, berikut ini beberapa resep sederhana yang bisa Anda praktikkan.

Cara Membuat Resep Bakwan Jagung Crispy Enak Tanpa Tepung Maizena. Lagi malas masak buat hidangan makan malam atau makan siang, tetapi bingung juga nanti anak anak dan suami mau makan apa. Biasanya dilema seperti memang sering menyerang teman teman di rumah. Apalagi kalau siangnya kita kerja atau kebetulan lagi gak punya pembantu di rumah, biasanya kita sudah malas dan capek tetapi kewajiban gimanapun juga harus dikerjakan. Apabila teman teman kebetulan saat ini mengalaminya, kali ini saya akan memberikan cara membuat Bakwan Jagung Enak dan Renyah. Ada banyak variasi resep jagung ini yang kita buat, seperti bakwan jagung dengan maizena, bakwan jagung udang, dadar jagung, bakwan jagung Manado atau dikenal juga dengan perkedel jagung dan yang lainnya.

Pengolahan bakwan jagung

Sebelum kita memulai tips untuk membuat Bakwan Jagung yang enak, renyah dan crispy, sebaiknya teman teman tahu bahwa di masyarkat kita sebenarnya ada 3 macam jenis resep masakan yang menggunakan butiran atau biji jagung sebagai bahan utamanya. Kalau kita tidak teliti, mungkin banyak diantara kita yang beranggapan bahwa makanan itu sama, tetapi sebenarnya beda. Ketiga jenis resep tersebut adalah resep bakwan jagung, resep dadar jagung dan resep perkedel jagung (resep yang terakhir banyak ditemukan di daerah Sulawesi).

Dari segi bahan dasar dan cara membuat ketiga resep jagung diatas sebenarnya hampir sama. Yang menjadi perbedaan mungkin di komposisi bahan tepung yang digunakan dan biji jagung yang dihancurkan/di lembut kan terlebih dahulu untuk resep dadar jagung. Kalau rasa hampi mirip lah antara kedua lauk sederhana khas Indonesia tersebut.

Pemilihan Jagung Yang Benar

Seperti membuat resep masakan Indoensia yang lain, kunci untuk membuat bakwan jagung terasa enak, renyah dan crispy adalah terletak pada pemilihan bahan bahan yang akan digunakan. Tentu saja, dalam hal ini pemilihan jagung benar benar harus diperhatikan. Gunakan jagung manis berkualitas bagus dan baru dipanen karena kandungan gula dalam bulir jagung akan berkurang kalau terlalu lama. Tentu saja, selain enak dan renyah, resep bakwan jagung ini juga banyak mengandung zat zat yang sangat dibutuhkan oleh perkembangan dan kesehatan tubuh kita, seperti vitamin B kompleks, serat yang tinggi, protein tinggi, Elektrolit, sumber antioksidan dan yang lainnya. Oke, untuk lebih jelasnya, silahkan melihat bumbu bakwan jagung dan cara membuatnya di bawah ya

Cara membuat bakwan jagung sederhana, enak, renyah, dan gurih

Di bawah ini adalah resep dan cara membuat bakwan jagung sederhana dengan bumbu-bumbu dasar. Agar lebih praktis, jagung hanya perlu disisir. Tak perlu dihaluskan dengan blender atau diuleg.

Bahan:

  • 5 Sendok makan tepung terigu
  • 3 Buah jagung manis disisir
  • 3 Batang daun seledri dirajang halus
  • 3 Butir bawang merah dicincang halus
  • 2 Siung bawang putih dicincang halus
  • 1 Batang wortel kecil dicincang halus
  • 1 Batang daun bawang dirajang halus
  • 1 Sendok makan tepung beras
  • 1 Butir telur ayam
  • Garam secukupnya
  • Gula secukupnya
  • Air secukupnya
  • Minyak goreng secukupnya

Cara membuat bakwan jagung sederhana:

  1. Campur semua bahan, kemudian tuangi air sedikit demi sedikit. Jangan sampai adonan terlalu encer atau terlalu bantat.
  2. Bumbui adonan bakwan jagung dengan garam dan gula secukupnya.
  3. Ambil 1 sendok makan adonan, kemudian goreng di dalam minyak panas sampai berwarna kuning keemasan.

Demikian cara membuat bakwan jagung sederhana. Sajikan bakwan dengan cocolan sambal atau sebagai lauk teman makan nasi.