Untuk artikel kali ini saya akan membahas tentang kemasan minuman ramah lingkungan. Saat ini banyak sampah plastik yang berserakan dan menumpuk.

Sekarang kemasan tidak cuma harus unik dan kuat, sudah banyak pelaku industri baik makanan dan minuman kemasan yang peduli akan isu global warming.

Sehingga telah berpindah memakai kemasan minuman ramah lingkungan atau yang biasa disebut dengan sustainable packaging. Gunakan Konsep SDGs. Apa Itu SDGs?

Di Indonesia, SDGs diterjemahkan menjadi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB). Salah satu agendanya adalah mengatasi perubahan iklim melalui aksi nyata.  Jadi Lebih baik kita menggunakan segala sesuatu benda yang ramah lingkungan.

Jika anda ingin membuka peluang usaha membuat minuman kemasan,gunakan mesin felling cup yang akan mempermudah anda mengemas minuman anda.

1. Plastik Biodegradable

Kemasan Minuman Ramah Lingkungan

Pemakaian styrofoam yang sering diaplikasikan oleh pengusaha kuliner kini telah mulai ditinggalkan karena bahan dasar ini sangat sulit untuk melebur. Dibutuhkan minimal 100 tahun untuk bisa melebur kemasan dari bahan tersebut.

Karena itu, banyak pengusaha yang memulai mengganti kemasan material sintesis tersebut dengan wadah plastik biodegradable yang ramah lingkungan.

2. Wadah Biofoam

Kemasan Minuman Ramah Lingkungan

Biofam sering digunakan untuk kemasan pengganti styrofoam yang berbahan dasar alami dan pastinya dengan mudah mengalami proses penghancuran. Bahan baku untuk membuat kemasan ini memakai pati dengan tambahan serat guna memperkuat struktur.

Keduanya dapat ditemukan dari tanaman pangan apapun yang mengandung unsur-unsur tersebut.

Proses pembuatannya memakai teknologi thermopressing, dengan memadukan adonan pati serat dan bahan aditif lain ke dalam komposisi tertentu dan selanjutnya dicetak pada suhu 170-180 celcius selama 2-3 menit.

3. Edible Packaging

Kalau tidak mau buang sampah kemasan makanan, makan juga kemasannya. Dengan penggunaan kemasan edible packaging ini konsumen bisa mengonsumsi kemasannya, sekaligus yang tentunya aman dan ramah lingkungan.

Kemasan memakai metode ini di pisahkan menjadi dua fungsi ada yang berguna untuk pelapis (edible coating) dan ada yang berbentuk lembaran (edible film).

Dampak Buruk Dari Sampah Plastik:

  • Tercemarnya tanah, air tanah, dan juga makhluk hidup bawah tanah.
  • Racun-racun dari partikel plastik yang masuk ke dalam tanah sangat berpotensi sebagai pembunuh hewan-hewan pengurai di dalam tanah, termasuk cacing.
  • PCB (polychlorinated biphenyl) yang tidak terurai walaupun sudah termakan oleh para hewan dan tumbuhan akan menjadi suatu racun berantai sesuai urutan makanannya. Yang mana, tidak menutup kemungkinan bahwa manusia, termasuk kita sendiri, ada di dalam rantai makanan tersebut.
  • Sampah plastik akan menghalangi jalur terserapnya air ke dalam tanah.
  • Menurukan kesuburan tanah. Hal ini disebabkan plastik pun mampu menghalangi sirkulasi udara di dalam tanah dan ruang gerak makhluk hidup bawah tanah yang berperan dalam proses penyuburan tanah.
  • Sampah plastik yang susah diurai, mempunyai umur panjang, dan ringan akan semakin mempermudah untuk diterbangkan angina sehingga tidak menutup kemungkinan untuk mencemari lautan dan wilayah-wilayah lainnya secara bergantian.
  • Hewan-hewan dapat terpersngkap dalam tumpukan sampah plastic sampai mati.
  • Hewan-hewan yang memakan sampah atau kantong plastik akan mati, maka sampah atau kantong plastik yang berada di dalam tubuhnya tersebut tidak akan hancur dan tetap utuh sehingga akhirnya akan menjadi bangkai yang dapat meracuni hewan lainnya, manusia yang berada di sekitarnya, hingga mencemari lingkungan dengan baunya yang biasanya busuk dan menyengat.

Demikian berbagai macam model kemasan yang ramah lingkungan yang harus anda pakai untuk melindungi bumi kita dari sampah yang sulit terurai dan merusak ekosistem bumi kita. Semoga Bermanfaat bagi para pembaca.