Jenis Plastik dan Kegunaanya Untuk Kegiatan Sehari Hari

 

Apakah kalian pernah memperhatikan atau melihat secara sepintas angka atau logo seperti segi tiga pada bagian botol minuman yang kamu miliki, misalnya PETE, PVC, LDPE, PP, HDPE dan jenis lainya. Tulisan tersebut memiliki arti, yang berarti bahan dasar dari kemasan minuman atau makanan yang kamu miliki tersebut terbuat dari berbagai jenis biji plastik seperti dijelaskan diatas.

Logo yang terdapat pada kemasan minuman/makanan tersebut tidak dapat untuk digunakan atau di daur ulang kembali melalui proses kimia, melainkan logo tersebut merupakan identitas  untuk bahan yang digunakan untuk membuat plastik. Dengan memahami kode kode yang berada pada kemasan tersebut, akan memudahkan untuk memilih plastik yang sesuai dengan kebutuhan serta jenis plastik mana yang dapat dan tidak dapat di daur ulang kembali. Berikut ini  penjelasan tentang plastik dan kode sebagai bahan dasar  dari pembuat plastik tersebut.

Apa Yang Dimaksud Dengan Plastik?

Sebelum lebih jauh mengenal tentang jenis jenis plastik ada baiknya mengerti terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan plastik.

Istilah plastik ini mengacu pada beberapa produk polimerisasi sintetik ataupun semi sintetik. Plastik ini terbentuk dari bahan kondensisasi atau penambahan polimer dan bisa juga terdiri dari beberapa zat lain untuk meningkatkan kualitas atau nilai ekonomisnya. Terdapat beberapa jenis polimer yang alami termasuk didalam plastik. Plastik dapat dibentuk menjadi film atau fiber sintetik. Plastik dibentuk berbagai variasi didalam properti yang dapat menolerasi dari panas, keras, “reliency” dan lain sebagainya. Setelahnya digabungkan dengan kemampuan adaptasinya, komposisi yang pada umum dan beratnya yang ringan memastikan plastik dapat digunakan hampir pada semua bidang industri.

Jenis jenis plastik beserta kodenya

Setidak terdapat 7 jenis plastik yang pada umum digunakan dalam rumah tangga ataupun pada industri.

jenis plastik

  • PETE (Polyethylene Terepthalate) kode 1

Merupakan jenis biji plastic  yang paling sering digunakan sebagai bahan dasar tempat makanan atau kemasan minuman. Plastik jenis PETE sangat mudah kita temukan dalam sehari hari misalnya pada botol air mineral atau beberapa pembungkus. Penggunaan jenis plastik ini dirancang untuk dipakai sekali saja. Bila digunakan secara berulang ulang dapat berpotensi menimbulkan resiko yakni terkonsumsinya bahan plastik dan bakteri yang berkembang pada bahan kemasan tersebut. Hal ini bisa terjadi dikarenakan jenis plastik PETE ini sulit untuk dibersihkan dari bakteri yang yang menempel di plastik dan bahan plastik PETE ini dapat berubah menjadi beracun. Sebaiknya jenis plastik tidak digunakan pemakaianya secara berulang – ulang untuk menghindari kemungkinan terjadi yang tidak di inginkan.

  •  HDPE (High Density Polyethylene) Kode 2

Plastik ini pada umumnya digunakan sebagai bahan untuk membuat kemasan botol susu, botol detergen, botol shampoo, botol pelembab, botol minyak, mainan, serta beberapa jenis tas plastik. Plastik ini dianggap yang paling aman, dan untuk proses daur ulang plastik ini cukup mudah dan murah tidak memerlukan banyak biaya. Kelebihan plastik ini memiliki sifat yang keras serta tidak mudah rusak terhadap suhu yang dingin maupun panas. Oleh karena itu jenis plastik HDPE sering kali dibuat sebagai meja kantor, tong sampah atau produk lainnya yang membutuhkan ketahanan terhadap cahaya.

  • PVC (Polyvinyl Chloride) Kode 3

Plastik memiliki sifat yang lembut serta fleksible. Pada umumnya jenis palstik ini biasanya  banyak digunakan sebagai pembungkus makanan, botol minnyak sayur, dan mainan anak anak seperti pelampung renang. Plastik ini sering juga digunakan dalam membuat pipa plastik, dan komponen kabel komputer. PVC dikhawatirkan sebagai “plastik yang  beracun” dikarenakan  plastik ini mengandung berbagai jenis racun yang dapat mencemari makanan.  Plastik ini juga tergolong susah untuk di daur ulang, oleh karena itu sebaiknya tidak digunakan pemakaianya secara berkali kali sebagai pembungkus makanan.

  • LDPE (Low – Density Polyethylene) Kode 4

Plastik ini pada umumnya ditemukan pada pembungkus baju, kantung pada layanan cuci kering, pembungkus buah-buahan agar tetap terlihat segar dan pada botol pelumas. LDPE sesuai dengan namanya memiliki tingkat racun yang tergolong cukup rendah bila dibandingkan dengan plastik lainnya. Jenis plastik  LDPE tidak umum atau sangat jarang sekali di daur ulang, walaupun terdapat di daur ulang umumnya digunakan sebagai bahan pembuat ubin lantai.

  • PP (Polypropylene) Kode 5

Jenis plastik PP ini memiliki sifat yang sangat kuat dan tahan terhadap panas. Plastik jenis PP ini mampu untuk menjaga bahan yang terdapat di dalamnya dari kelembapan, minyak ataupun senyawa kimia lainnya. Plastik ini biasanya digunakan  untuk sebagai pembungkus pada produk real estate agar tetap kering dan tampak segar. Plastik ini juga digunakan dalam pembuatan bahan dasar ember, kotak margarin, serta yougurt, sedotan, tali, isolasi dan kaleng plastik cat. Penggunaan jenis plastik ini dianggap sangat aman serta bisa untuk di daur ulang kembali.

  • PS (Polystyrene) Kode 6

Jenis Polystyrene/styrofoam merupakan plastik dengan harga yang murah, ringan serta sangat mudah untuk dibentuk. Biasanya  plastik ini dipergunakan untuk berbagai kebutuhan sehari hari, misalnya untuk pembuatan botol minuman, karton telor, kotak makana, serta pembungkus bahan yang akan dikirim dalam jarak yang jauh. Plastik ini tergolong sangat rapuh dan sangat mudah rusak, sehingga memungkinkan dapat dipotong-potong untuk menjadi kecil dan rentah terhadap pencemaran lingkungan.

Bahan plastik lainnya (BPA, Polycarbonate, dan LEXAN) Kode 7

Biasanya kode jenis plastik 7 digunakan untuk plastik dengan bahan dasar selain yang telah digunakan seperti dijelaskan diatas. Pada umumnya penggunaan plastik ini banyak digunakan untuk sebagai aksesoris kendaraan, akan tetapi ada beberapa industri menggunakan  plastik ini sebagai bahan pembuat botol minuman bayi atau sebagai pembungkus makanan. Untuk penggunaan plastik ini tidak dianjurkan sebagai bahan botol minuman bayi atau pembungkus makanan, karena terdapat unsur atau zat kimia yang melekat pada plastik tersebut misalnya terdapat unsur BPA (Bisphenol A) merupakan senyawa yang dapat mengganggu kinerja hormon pada tubuh manusia. oleh karenanya sebaiknya menghindari penggunaan  plastik untuk botol minuman bayi maupun sebagai pembungkus nasi.

Sekian dari saya mohon maaf bila ada kekurangan dan sampai jumpa lagi.