Cara pemupukan tanaman porang perlu diperhatikan, agar tanaman porang bisa tumbuh dengan baik dan menghasilkan umbi porang yang besar dan berkualitas.

Budidaya tanaman porang saat ini mulai banyak dilakukan oleh para petani di Indonesia. Selain memiliki harga jualnya yang cukup tinggi, umbi porang juga mampu menembus pasar luar negeri dan menjadi salah satu usaha yang cukup menjanjikan. Tak heran, banyak petani tergiur menanam tanaman yang satu ini.

Umbi porang produksi Indonesia telah diekspor ke berbagai negara tetangga dan negara besar di Asia. Porang biasanya dimanfaatkan dalam  bidang industri, kesehatan dan pangan.

Ada hal yang perlu diperhatikan dalam membudidayakan tanaman porang yaitu pemberian pupuk. Pemberian pupuk bertujuan untuk memastikan bahwa tanaman porang mendapatkan nutrisi yang baik sehingga porang bisa tumbuh dengan optimal.

Penggunaan pupuk organik untuk memupuk tanaman porang lebih baik jika dibandingkan dengan penggunaan pupuk anorganik. Pupuk organik terbukti dapat meningkatkan hasil panen. Para petani mengandalkan rangkaian pupuk GDM Organik sebagai pemberi nutrisi pada tanaman porang.

Pupuk yang digunakan dalam budidaya porang adalah sebagai berikut:

  • Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Tanaman Pangan
  • GDM Black BOS
  • GDM SaMe Granule Bio Organik

Ketiga pupuk organik tersebut adalah pupuk terbaik yang akan membantu meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen porang. Pupuk GDM Organik mengandung unsur hara makro dan mikro yang lengkap, bakteri premium, enzime pertumbuhan dan terbukti bisa mencegah infeksi penyakit, terutama penyakit menular pada tanah yang dapat mempengaruhi kualitas umbi porang.

Berikut ini cara pemupukan tanaman porang dengan menggunakan pupuk GDM Organik:

1. Persiapan Media

Jika budidaya porang dilakukan dengan menggunakan biji sebagai bibitnya, maka biji porang perlu melalui tahap persemaian terlebih dahulu. Berikut ini cara mempersiapkan media semai pada biji porang:

cara pemupukan tanaman porang

  • Persiapan media tanam biasanya dilakukan 7 hari sebelum penyemaian.
  • Campur GDM SaMe Granule Bio Organic ke dalam media semai. Dosis yang dianjurkan adalah 10 gram per 1 polybag media semai.
  • Campur 1 gelas GDM Black BOS ke dalam tangki sprayer berisi air penuh.
  • Kemudian semprotkan ke seluruh permukaan media tanam yang telah lembab, sampai dosis 1 kg per hektar tercapai.

Setelah media tanam disiapkan, lalu diamkan agar bakteri dalam produk GDM organik dapat bekerja dengan baik. Dengan penggunaan GDM Organik ini, tanah menjadi gembur dan subur.

2. Perendaman Benih

Sebelum menanam bibit, Anda harus merendam bibit porang yang dipilih untuk persemaian.

Perendaman benih ini bertujuan untuk membasmi hama dan penyakit yang terdapat pada benih. Dengan demikian, benih yang akan disemai bebas dari hama dan penyakit. Berikut cara perendaman benih porang dengan menggunakan Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Tanaman Pangan:

pupuk organik cair spesialis pangan

  1. Larutkan 1 liter Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Tanaman Pangan dalam 20 liter air, lalu aduk hingga merata.
  2. Rendam biji porang ke dalam larutan Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Tanaman Pangan yang telah dibuat selama 30 menit, kemudian keluarkan dan letakkan dalam wadah yang steril.

3. Pemupukan Pada Masa Persemaian

Pada masa persemaian, Anda perlu melakukan pemupukan agar benih yang disemai dapat tumbuh dengan baik dan berkualitas.

Perhatikan cara pemupukan pada masa persemaian berikut ini:

  • Proses pemupukan pada masa semai akan mulai dilakukan saat 8 hari setelah semai.
  • Campur dan larutkan 500 ml Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Tanaman Pangan ke dalam tangki sprayer berisi air penuh.
  • Aduk hingga merata.
  • Selanjutnya, semprot larutan Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Tanaman Pangan di seluruh bagian tanaman porang.
  • Ulangilah penyemprotan larutan Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Tanaman Pangan setiap satu minggu sekali.
  • Setelah benih tumbuh dan telah memiliki setidaknya 2 daun sejati, maka benih siap untuk dipindah media tanamnya.

4. Pemupukan Porang Pada Lahan Tanam

Setelah tanaman porang dipindah media tanamnya, maka selanjutnya Anda harus melakukan pemupukan secara rutin. Hal ini bertujuan agar pertumbuhan dan perkembangan tanaman porang bisa optimal, sehingga Anda bisa mendapatkan hasil panen berlimpah dan berkualitas baik.

Perhatikan cara pemupukan tanaman porang pada lahan tanam berikut ini:

  • Taburkan 5 gram GDM SaMe Granule Bio Organic secara merata ke dalam lubang tanam saat 14 hari sebelum tanam.
  • Campur 1 gelas GDM Black BOS ke dalam tangki sprayer berisi air penuh. Lalu semprot ke seluruh permukaan lubang tanam hingga basah dan lembab. Lakukan hingga memenuhi dosis 5 kg per hektar.
  • Pada saat hari tanam, lakukan pemupukan dengan menggunakan Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Tanaman Pangan.
  • Campur dan larutkan 500 ml Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Tanaman Pangan ke dalam tangki sprayer berisi air penuh.
  • Aduk hingga merata.
  • Semprot larutan Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Tanaman Pangan di seluruh bagian tanaman porang.

5. Pemupukan Porang Pada Saat Tanaman Porang Berusia 1-18 Bulan

  • Larutkan 500 ml Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Tanaman Pangan ke dalam tangki sprayer berisi air penuh.
  • Aduk hingga merata.
  • Semprot larutan Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Tanaman Pangan pada seluruh bagian tanaman porang. Lakukan hingga memenuhi dosis 8 liter per hektar.
  • Ulangi penyemprotan larutan Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Tanaman Pangan setiap 2 bulan sekali.

Demikian tadi cara pemberian Pupuk Organik GDM untuk tanaman porang. Untuk informasi menarik lainnya, kunjungi website kami hanya di Vagus Net.

Anda ingin memulai berbisnis porang? Masih bingung bagaimana mengolah porang dengan skala besar? Grosir Mesin saat ini menyediakan Mesin Perajang Porang  dengan kualitas baik dan harga yang menarik.