Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan tentang Cara Menanam Padi Mudah dengan Cara yang Benar , jadi simak sampai habis agar kalian dapat memahaminya

Selain membuat tentang napolean cake, kali ini saya membuat tentang cara menanam padi

Cara Menanam Padi Mudah dengan Cara yang Benar

Tanaman padi yang sehat adalah kunci awal yang harus dipenuhi agar produktivitas lahan pertanian menjadi tinggi. Maka sedari semula tanaman padi harus diperlakukan dengan baik, agar unsur hara serta air mampu untuk dapat diserap dengan baik oleh tanaman.

Berikut ini adalah cara menanam padi yang baik dan juga dapat menguntungkan menurut ahlinya.

1. Pilih Benih Padi yang Berkualitas

Saat ini di pasaran terdapat banyak jumlah varietas benih padi yang dapat Anda cocokkan dengan kondisi lahan anda serta permintaan dari pasar. Beberapa ciri dari beras varietas unggulan adalah:

  • Tahan terhadap serangan hama dan penyakit
  • Toleran terhadap kondisi lingkungan
  • Dapat mengasilkan panen yang berlimpah

Saat direndam dengan larutan dari ZA 20 gr, benih tenggelam alias tidak mengapung.

2. Proses Penyemaian Benih Padi

Benih benih padi yang sudah siap untuk dapat segera kita semai, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

Buatlah bedengan dengan ukuran lebar 1 sampai dengan 2 m. Luas persemaian untuk lahan 1 hektar adalah sekitar 400 m atau 4% dari luas lahan.

Tambahkan 2 kg bahan organik semisalnya adalah kompos, pupuk kandang, sekam, atau juga abu. Jika Anda berminat untuk mengolah kompos dari bahan sisa dari bahan pertanian, silahkan pelajaricara membuat pupuk kompos dari jerami padi.

Benih yang hendak untuk disemai haruslah direndam dahulu sekitar 2 x 24 jam
Persemaian dilakukan selama kurun waktu 25 hari sebelum dilakukan masa tanam

Benih yang disemai tidak harus terbenam seluruhnya, karena justeru akan menyebabkan kecambah terinfeksi patogen dan pada akhirnya akan membusuk.

3. Proses Pengolahan Lahan Pertanian

Sebelum menyemai benih padi tersebut, lakukanlah pengolahan lahan agar lahan yang semula mengeras menjadi lebih gembur, datar, dan juga berlumpur. Dengan demikian, gulma yang sempat hadir akan mati dan juga membusuk dengan sendirinya dan akan menjadi humus yang baik untuk tanah

4. Proses Penanaman Padi

Setelah persiapan benih dan juga lahan sudah selesai, maka benih sudah dapat untuk ditanam. Usia benih yang sudah dapat dipindahkan adalah sekitar 20 hari, dengan ciri-ciri berdaun 5 – 6 helai, tinggi 22 sampai dengan 25 cm, batang bagian bawah besar dan keras, serta terbebas dari serangan hama. Satu lubang tanam hanya untuk satu benih saja, dengan kedalaman tanam berkisar sekitar 2 cm.

5. Pemupukan

Tanah yang digunakan secara terus menerus untuk budidaya tentu lambat laun akan kekurangan unsur hara yang dimilikinya. Salah satu solusi yang bisa kita lakukan adalah dengan pemberian pupuk, baik itu yang bersifat organik maunpun pupuk yang bersifat anorganik.

Agar pemakaian pupuk menjadi lebih efektif, maka kita harus mampu menyesuaikan dengan kebutuhan tanaman serta jumlah ketersediaan unsur hara dalam tanah.

6. Perawatan serta Pemeliharaan Padi

Cara menanam padi yang baik dan juga menguntungkan selanjutnya adalah dengan merawat serta menjaga tanaman serta lahan padi. Salah satu metode perawatan yang sudah biasa dilakukan oleh para pertani adalah dengan cara penyiangan atau memberantas gulma yang mengganggu.

Selain berpotensi menjadi inang untuk hama dan juga penyakit, gulma yang muncul akan menyerap unsur hara yang seharusnya dipergunakan oleh tanaman padi itu sendiri. Penyiangan padi ini dapat dilakukan dalam dua tahap, yang pertama adalah saat tanaman padi berusia sekitar 15 hari, dan tahap kedua dapat dilakukan saat padi berusia 30 sampai dengan 35 hari.

7. Proses Panen

Berikut ini ciri gabah yang sudah siap panen:
  1. Daun telah mengering serta 95% gabah sudah berwarna kuning
  2. Padi telah berusia 30 sampai 35 hari sejak hari sesudah berbunga, atau tergantung varietas yang akan Anda tanam
  3. Gabah mudah rontok apabila diremas dengan tangan
  4. Kadar air pada gabah bersisa 16 sampai 30 %

8. Perlakuan Pasca Panen

Padi atau gabah yang sudah dipanen harus segera diletakkan pada tempat beralas terpal dengan tujuan untuk dapat mengurangi atau menekan penyusutan hasil panen. Setelah itu, kita dapat memulai proses perontokan bulir pada padi, pada umumnya, proses tersebut dilakukan dengan menggunakan tenaga mesin atau menggunakan manusia secara manual.

Selepas itu, bulir bulir gabah dijemur selama kurun waktu 2 sampai 3 hari agar kadar air semakin berkurang atau mencapai 14 % saja. Setelah proses pengeringan selesai, gabah dapat disimpan di tempat yang bersih dan juga kering.

Mesin Perontok Padi

bagi kalian yang kesulitan dalam merontokkan padi kalian bisa menggunakan mesin perontok padi agar pekerjaan kalian dapat menjadi lebih cepat dan efisien