Cabe rawit adalah salah satu jenis dari cabai paling favorit di negara Indonesia. Bahkan cabe rawit merah sangatlah digemari dikarenakan rasanya yang sangatlah pedas. Dan Disini akan saya bagikan semua tentang Cara Menanam Cabe pada teman-teman semua.

Cara Menanam Cabe

cara menanam cabe

1. Siapkan Media Semai

Media yang sangat dianjurkan sebagai penyemaian ialah dari campuran tanah, pupuk kandang ataupun kompos dan juga sekam bakar menggunakan perbandingan 3:2:1. Sebagai pencegah serangan penyakit, media semai sebaiknya terlebih dahulu disterilisasi.

Sterilisasi bisa dilakukan dengan cara mengukus media atau bahkan dengan cara menjemur di bawah panas matahari. Lalu dinginkan, dan dimasukan ke dalam wadah untuk penyemaian, dan juga disiram. Wadah semai yang umumnya digunakan di antaranya yaitu polybag kecil, kantung plastik, daun pisang, nampan plastik, atau bahkan bisa memanfaatkan gelas plastik bekas minuman yang diberi lubang dibawahnya.

2. Siapkan Benih Benih

Benih diambil dari pertanaman yang sehat, yakni yang berasal dari buah yang telah matang penuh dan sehat. Sebelum benih akan disemai, sebaiknya terlebih dahulu benih untuk direndam didalam air hangat kuku sekitar (suhu 45 sampai 50 derajat celcius) selama kurleb 1 jam supaya mempercepat tumbuhnya benih.

Selain menggunakan air yang hangat, benih juga bisa direndam didalam larutan fungisida Previcur N menggunakan dosis 1-2 cc setiap liter air selama kurleb 1 jam. Fungsinya selain bisa untuk mempercepat tumbuhnya benih juga bisa untuk mencegah dari serangan hama jamur.

Selama proses perendaman, benih yang cacat dan juga yang mengapung sebaiknya dibuang saja. Kemudian benih ditiriskan dan juga dikeringkan, anginkan saja di atas kertas koran supaya tidak lengket pada tangan pada saat proses penyemaian.

3. Penyemaian

Benih disemai dengan satu persatu didalam wadah semai yang telah di isi dengan media semai, dan kemudian tutup media semai menggunakan tanah halus dengan cara diayak. Supaya mempertahankan kelembaban, persemaian sebaiknya ditutup menggunakan karung plastik, goni ataupun menggunakan daun pisang. Selama di persemaian dilakukan penyiraman dengan cara menyemprotkan air.

Umur 5-7 hari setelah semai, benih akan tumbuh. Tutup persemaian dibuka. Jika sudah berumur kurleb 20-30 hari atau sudah berdaun 4-5 helai, bibit sudah bisa dipindahkan ke dalam pot ataupun polybag besar.

4. Media Tanam dan Penanaman

Media tanam bagi budidaya cabai rawit didalam pot ataupun polybag ialah dengan campuran tanah dan juga pupuk kandang atau bahkan pupuk kompos menggunakan perbandingan 1:1. Jika saja tanahnya terlalu padat, bisa ditambahkan dengan sekam bakar ataupun sekam yang telah lapuk, menggunakan perbandingan antara tanah, pupuk kandang/kompos dan juga sekam, 3:2:1. Ukuran pot/polybag besar yang dianjurkan adalah 40×50 cm.

Pada saat proses penanaman ataupun proses pemindahan bibit cabe dari polybag yang kecil ke polybag yang besar alangkah baiknya dilakukan ketika waktu sore hari supaya bibit mempunyai waktu yang sangatlah cukup untuk beradaptasi pada waktu dimalam hari.

Bibit yang telah ditanam ialah yang sudah berumur kurleb 20-30 hari ataupun sudah berdaun sekitar 4-5 lembar. Sebelum bibit akan ditanam ataupun dipindahkan, sebaiknya terlebih dahulu disiram menggunakan air sampai medianya menjadi jenuh.

Kemudian bibit cabe dikeluarkan dari wadah pembibitan dengan sangat hati-hati dan kemudian ditanam pada pot/polybag yang besar. Media dijaga agar tidak pecah.

5. Pemeliharaan Tanaman

Pemeliharaan adalah salah satu kunci dari keberhasilan didalam menanam cabai rawit ini. Perawatan wajib dilakukan secara rutin, di antaranya seperti penyiraman, penyiangan, dan juga pemupukan.

Penyiraman bisa dilakukan setiap hari pada saat pagi ataupun sore hari jika tidak ada hujan. Penyiangan bisa dilakukan sekali dua minggu dengan cara membuang rumput-rumput liar yang berada di dalam dan juga di sekitar pot/polybag nya.

Tunas samping juga sebagian daun yang sudah tumbuh sampai dengan ketinggian kira-kira 15 – 25 cm dari permukaan tanah sebaiknya dipangkas atau dirempel. Pemangkasan ini bertujuan supaya menghindari dari percikan air pada saat penyiraman yang bisa menempel pada bagian tanaman, batang menjadi kokoh dan kuat, pertumbuhan bagian atas tanaman lebih sempurna, dan sirkulasi udara lebih baik.

6. Pemupukan

Pupuk kimia diberikan setelah tanaman berumur 1 bulan. Pupuk yang diberikan adalah NPK. Lalu larutan pupuk bisa disiramkan kepada tanaman sebanyak kurang lebih sekitar 200 ml setiap pot/polybag, satu kali saja dalam jangka 10 hari.

Untuk pupuk tambahan bisa juga diberikan air bekas cucian beras, air cucian daging/ikan, pupuk cair (urine ternak), dan juga pupuk nabati seperti contuhnya daun Titonia. Air bekas cucian beras ataupun air cucian daging/ikan sebelum digunakan sebaiknya disaring terlebih dahulu. Urine ternak yang digunakan adalah yang sudah difermentasi.

7. Pengendalian Hama

Tantangan yang sangat berat didalam budidaya cabai ialah dengan serangan hama dan juga penyakit ataupun OPT.

Pengamatan rutin pada saat pagi dan juga sore hari sebaiknya dilakukan dikarenakan umumnya hama mulai menghinggapi tanaman pada waktu pagi dan juga sore hari sampai malam. Jika menemukan hama, langsung saja dilakukan pengendalian secara mekanik, yaitu dengan cara mengambil hama dan kemudian membunuhnya.

8. Pasca Panen

Panen cabai rawit bisa dilakukan pada saat sudah berumur kira-kira 80-90 hari setelah masa tanam (HSMT), tergantung kepada varietas dan juga ketinggian tempat tumbuhan.

Panen sebaiknya dilakukan pada cuaca cerah. Cabai rawit bisa dipanen setiap 1 minggu sekali. Jika saja budidaya dilakukan dengan cara yang benar, cabai rawit bisa berproduksi sampai 2 sampai 3 tahun lamanya.

Itu lah beberapa manfaat dan juga bahaya dari Cara Menanam Cabe yang bisa kita ketahui. Jika teman-teman Ingin mau mencari manfaat selengkapnya teman-teman bisa mengunjungi artikelnya disini Manfaat Sayur Bayam.

Semoga bermanfaat semua yang telah saya bagikan disini, dan juga sering-sering untuk berkunjung di website kami ya…Dan Selamat Mencoba!