Pada artikel kali ini saya akan membuat cara membuat roti tawar yang makanan olahan tertua di dunia. Bukti dari 30.000 tahun lalu di Eropa memperlihatkan residu tepung di permukaan bebatuan yang digunakan untuk menumbuk makanan. Cara membuat roti tawar adalah dengan menggunakan tepung gandum atau tepung terigu.

Meski sangat populer, sejarah roti tawar tidak diketahui secara pasti. Namun, banyak yang meyakini bahwa cikal bakal roti tawar adalah roti pipih yang ditemukan bangsa Mesir Kuno. Roti tawar kemudian terus mengalami perkembangan. Pada 7 Juli 1928, roti tawar mulai dijual secara umum oleh pabrik roti Chillicothe Baking Company di Missouri, Amerika Serikat. Sejak saat itu, roti tawar mulai banyak digemari dan mendunia. Termasuk di Indonesia.

Roti Tawar

Roti tawar merupakan makanan favorit untuk disantap sebagai menu sarapan. Teksturnya yang empuk dan lembut membuat banyak orang menggemari roti tawar. Apalagi saat dipadukan dengan selai. Roti tawar memiliki kandungan serat, karbohidrat, dan protein yang tinggi. Roti tawar saat ini memang mudah didapatkan. Di setiap toko bahan makanan pasti menjual roti tawar. Namun sesekali tidak ada salahnya lho membuat roti tawar sendiri di rumah. Dengan cara membuat roti tawar yang benar dijamin deh hasilnya pasti lembut dan enak, nggak kalah dari produksi pabrikan.

Membuat roti tawar sebenarnya susah-susah gampang. Namun, tak jarang terjadi kegagalan dalam membuat roti. Kegagalan tersebut bisa disebabkan oleh banyak hal.

Penyebab gagal membuat roti tawar

Cara membuat roti tawar

Adonan kurang mengembang disebabkan oleh ragi tidak aktif. Ini terjadi karena waktu fermentasi kurang, atau adonan tidak elastis. Hasil roti keriput terjadi karena fermentasi terlalu lama serta cairan terlalu banyak dibandingkan dengan tepung. Jika roti yang kamu buat terlihat pucat itu karena suhu api yang kurang panas, gula yang kurang takarannya atau mungkin lupa ditambahkan, pengolesan dengan mentega kurang tebal. Pernah mengalami roti buatanmu melebar dan tidak meninggi? Hal itu karena jumlah cairan terlalu banyak dibandingkan dengan tepung. Inginnya membuat roti yang empuk, namun hasilnya justru roti tersebut keras? Cek lagi penggunaan tepungmu dan langkah-langkahmu. Hal itu bisa terjadi karena penggunaan tepung yang terlalu banyak, adonan tidak diuleni hingga elastis, proses pemanggangan terlalu lama karena api terlalu kecil.

Sementara jika bagian tengah roti tidak matang terjadi karena api terlalu kecil, proses pemanggangan terlalu cepat.Jika rotimu berlubang-lubang itu akibat fermentasi terlalu lama, adonan tidak dikempiskan lebih dulu setelah fermentasi selesai serta adonan tidak digiling. Penyebab roti tidak berbentuk biasanya karena adonan tidak diuleni sampai elastis.Bagian bawah roti terlalu keras muncul karena proses pemanggangan terlalu lama.

Roti terlalu asam merupakan akibat dari penggunaan ragi yang terlalu banyak dan proses fermentasi terlalu lama. Jika permukaan roti tidak mulus itu karena permukaan roti tidak dilicinkan lebih dulu ketika dibentuk. Roti cepat berjamur biasanya terjadi karena roti dimasukkan ke dalam kantong plastik dan dibungkus rapat pada saat kondisi roti masih panas.

Yah sekian dari saya cuma itu sekian dan terimakasih atas kunjungannya tentang artikel pada di atas ini.