Pada kali ini saya akan menjelaskan langkah-langkah cara membuat es balok dengan cara yang mudah, dan praktis.

Es Balok

cara membuat es balok

Es balok merupakan es yang berbentuk balok dengan ukuran dan berat 12-60 kg/balok. Sebelum dipakai es balok harus dipecahkan terlebih dahulu untuk memperkecil ukuran.

Es balok merupakan salah satu jenis es yang paling banyak atau umum untuk digunakan dalam pengawetan dengan cara pendinginan ikan karena harganya murah dan mudah dalam pengangkutannya.

Es balok lebih mudah dalam pengangkutannya karena lebih sedikit meleleh. Akan tetapi, memerlukan sarana penumbuk es atau penghancur secara mekanis (ice crusher) sehingga es yang keluar dari pabrik sudah siap pakai dengan ukuran 1 cm x 1 cm.

Keuntungan lain dari penggunaan es balok ialah es balok lebih lama mencair dan menghemat penggunaan tempat pada palka, es balok ditransportasikan dan disimpan dalam bentuk balok dan dihancurkan bila akan digunakan.

Es balok ini merupakan media pendingin yang banyak digunakan dalam penanganan ikan, baik di atas kapal maupun di darat selama distribusi dan pemasaran. Umumnya es dikatakan bagus jika padat, bening dan kering (tidak meleleh).

Es dikatakan tidak baik apabila sangat cepat mencair. Dibandingkan hancuran es balok, es salju tidak begitu merusak pada ikan, tetapi ia cenderung mengelompok yang meniadakan perpindahan panas dari ikan kepada es dan menyukarkan dalam penanganan dan transformasi.

Cara Membuat Es Balok

Teman-teman tahu gak cara pembuatan es besar berbentuk balok yang sering kita lihat di pasar atau gudang perikanan ? mau tahu cara pembuatannya ? yuk.. simak artikel yang satu ini

Proses produksi Es balok diawali dari pengambilan bahan baku berupa air dengan syarat bersih, tidak berbau dan berwarna, pH sebesar 7. Air dihisap dari sumur artetis dan dilairkan ke dalam water tank  sebagai persediaan kemudian dialirkan ke dalam bak penampung.

Fungsi dari bak penampung ini selain sebagai tempat persediaan air juga digunakan sebagai media pengendapan kotoran yang dibawa oleh bahan baku, sehingga ketika diproses kotoran tidak ikut terproses.

Pengendapan air biasa dilakukan selama 2 hari sebelum akhirnya dapat digunakan. Dari water tank air kemudian dialirkan ke dalam fill tank, adapun fungsi dari fill tank sebagai tempat penampung bahan baku yang telah siap digunakan.

1. Derek (katrol pengangkut)

Setiap derek (katrol pengangkut) berlaku untuk satu line bak dan 1 (satu) fill tank pengisian cetakan es balok. Dari fill tank air tuangkan ke dalam cetakan, kapasitas cetakan sebesar 25 kg dan 50 kg. Pengisian cetakan dilakukan pada tiap Rey yang memiliki jumlah cetakan berbeda-beda.

2. Bak Pendingin (Braine Tank)

Setelah dilakukan pengisian proses berikutnya adalah perendaman cetakan dalam bak pendingin diamana dalam bak pendingin telah terisi air garam. Kadar viskositas air garam dalam bak penting diperhatikan agar proses pembekuan berlangsung optimal.

Pengukuran kadar viskositas dilakukan menggunakan baume-meter secara berkala. Pada setiap bak pendingin terdapat agitator untuk menyirkulasikan air garam.

3. Pemasangan Blower

Pengunaan blower ini dilakukan minimum selama 12 jam hingga maksimal 16 jam untuk es balok 50 kg dan minimun 8 jam maksimum 12 jam untuk es balok 25 kg tujuannya menyirkulasikan air dalam cetakan sehingga produk yang dihasilkan berwarna bening (transparan) seperti kaca.

Setelah blower diangkat, ditambahkan  air pada cetakan, hal tersebut dikarenakan bahan baku mengalami penyusutan volume selama masa sirkulasi sehingga bahan baku yang berupa air perlu ditambahkan untuk memenuhi kapasitas cetakan kemudian cetakan kembali direndam dalam bak pendingin hingga proses pembekuan selesai.

4. Proses Pembekuan

Pembekuan terjadi secara tidak dengan media amoniak (NH3) sebagai refriegrant. Pendinginan dilakukan dengan menyirkulasikan amoniak (NH3).

Sirkulasi diawali dengan menghisap amoniak (NH3) dari evaporator menuju kondensor dengan menggunakan kompresor pada proses ini amoniak (NH3). Dalam keadaan bersuhu tinggi, aliran ini melewati oli separator yang berfungsi memisahkan oli yang dari mesin kompresor yang terbawa amoniak (NH3).

Kemudian amoniak (NH3) dialirkan menuju kondensor, di dalam kondensor terjadi perpindahan panas dari sistem ke lingkungan yang menyebabkan suhu amoniak (NH3) turun dan tekanan menurun.

Dari kondensor amoniak (NH3) dialirkan ke dalam receiverReceiver berfungsi menampung amoniak (NH3) sehingga menyebabkan tekanan menjadi lebih tinggi kembali sebelum dialirkan ke eveporator.

Dimana dalam evaporator terjadi proses perpindahan panas dari lingkungan ke sistem yang menyebabkan lingkungan bersuhu rendah.

Letak evaporator berada di bawah bak pendingin (braine tank) proses ini dibantu oleh air garam yang menjadikan suhu menjadi lebih rendah yaitu -120C hingga -140C.

Sebelum menuju kompresor amoniak (NH3) melewati sunction strap untuk memisahkan amoniak (NH3) yang berbentuk uap dan cair, amoniak (NH3) yang berbentuk cair akan terkumpul dalam accumulator untuk dikambalikan kedalam evaporator amoniak (NH3) yang berbentuk gas dihisap kembali oleh kompresor untuk dilakukan proses yang sama.

5. Pengangkatan

Setelah proses pembekuan selesai, cetakan es diangkat dengan menggunakan mesin derek dan direndam ke dalam bak air tawar sambil menggoyang-goyang cetakan agar balok es dapat lepas dari cetakan, setelah lepas dari cetakan produk berupa es balok diangkut ke dalam truk untuk selanjutnya dikirim kepada pelanggan.

Demikian langkah cara membuat es balok. Semoga dapat menambah ilmu dan info bagi kita sehingga dapat memberikan ide bisnis baru yang dapat kita kerjakan agar dapat meminimalisir dan mengurangi jumlah pengganguran yang ada di negeri kita.

Kalian juga dapat melihat produk mesin penghancur es balok untuk mempermudah kalian dalam menghancurkan es balok.