Cara Membekukan Daging Problem yang sering dialami ibu-ibu usai belanja adalah harus segera pulang ke rumah untuk secepatnya menyimpan sayuran dan bahan makanan lain ke dalam kulkas, agar lebih awet.

Apalagi kalau Anda berbelanja varian macam daging, wah bisa jadi PR berat nih.Inilah alasan mengapa kita memerlukan keberadaan lemari es, yang berfungsi untuk menyimpan bahan makanan supaya segar lebih lama.

Tapi, ayo coba cek dulu seperti apa sistem penyimpanan makanan Anda di dalam kulkas?Selesai belanja, sampai rumah langsung masukkan kantong plastik ke dalam kulkas.

Pokoknya yang penting semua masuk kulkas dulu, deh. Rapihinnya nanti aja.Sampai rumah gak boleh santai, apalagi tadi habis beli ikan dan daging.

Kalau tidak cepat disimpan bisa cepat membusuk nanti. Jadi sampai dapur langsung buka dari kemasan, dan simpan ke dalam wadah khusus untuk dimasukkan ke dalam freezer. Jadi, kulkas tetap bersih dan tertata.

Tahukah Anda, menyimpan dan membekukan daging itu ada tekniknya supaya lebih awet dan tidak mudah busuk. Mulai dari ikan, daging ayam hingga daging sapi. Masing-masing memerlukan cara pembekuan tersendiri. Bagaimana caranya? Berikut teknik selengkapnya:

Tips Membekukan Daging Ayam

Perlu diingat, membekukan daging ayam perlakuannya berbeda dengan ikan atau daging sapi. Yang menjadi tantangan adalah ketika daging beku, kesegarannya menurun jauh ketika hendak dimasak.

Untuk mengatasi kondisi ini, Anda bisa gunakan garam untuk membuat ayam tetap segar walaupun sudah dibekukan. Selain itu garam dapat diserap lebih optimal pada daging ayam sehingga rasa daging menjadi lebih gurih.

Hindari mencuci ayam mentah sebelum dimasak justru dapat meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri jahat. Menurut penelitian, percikan air yang berasal dari kran selama proses pencucian dapat menyebarkan bakteri ke tangan, pakaian, bahkan peralatan masak.

Berikut tips pembekuan daging ayam yang tepat:

  1. Untuk dibekukan, pilihlah ayam segar, tidak memar dan tidak bau.
  2. Tidak dianjurkan mencuci ayam sebelum pembekuan
  3. Pisahkan bagian-bagian ayam seperti dada, paha, sayap, kulit atau jeroan
  4. Jangan bekukan jeroan dalam satu wadah dengan bagian ayam yang lain karena jeroan lebih mudah rusak/ busuk
  5. Masa simpan beku ayam bisa mencapai 12 bulan, sedangkan jeroan hanya 3 bulan

Tips Membekukan Ikan

Kalau Anda sering bertanya-tanya mengapa di pasar dan supermarket mereka menyimpan ikan di antara pecahan es batu bahkan disimpan di dalam chiller? Ikan adalah makanan yang mudah rusak.

Apalagi di daerah tropis seperti Indonesia di mana suhu udara relatif tinggi. Supaya ikan tetap sehat diolah dan dikonsumsi, harus disimpan dalam ruangan bersuhu rendah di bawah 0 derajat Celcius.

Gunakan wadah dengan seal ketat udara ya, supaya tidak ada udara keluar-masuk ke wadah. Jika wadah sudah dipastikan ditutup rapat, masukkan ke dalam freezer.

Pastikan Anda tidak menumpuk ikan, jika Anda gunakan wadah berukuran besar, pisahkan ikan satu dengan yang lain, ya.

Berikut tips pembekuan ikan yang wajib Anda terapkan di rumah, setelah selesai berbelanja:

  1. Sebelum dibekukan, ikan harus dicuci hingga bersih terlebih dahulu.
  2. Bersihkan ikan dari sisik, isi perut, dan bila tidak diinginkan, potong juga kepala ikan.
  3. Bila hanya dibutuhkan cuma dagingnya saja lalu fillet atau buang tulang dan durinya sekaligus. Untuk kulit ikan, bisa diikutsertakan ataupun dibuang sesuai selera.
  4. Ikan segar bisa bertahan dibekukan hingga 8 bulan. Namun ada bbrp jenis ikan yang lama simpan pembekuannya hanya bertahan 3-4 bulan seperti ikan salmon dan ikan tongkol.
  5. Jika ikan beku sudah dicairkan di suhu ruang, lebih baik tidak disimpan kembali di freezer dalam waktu lama karena dikhawatirkan akan menimbulkan kontaminasi bakteri sehingga ikan membusuk.

Lalu bagaimana caranya supaya kualitas dan kesegaran ikan tetap terjaga?

Sebelum berbelanja pastinya Anda sudah menyusun daftar menu masakan, ya. Selanjutnya Anda bisa gunakan wadah berukuran sedang, potong ikan sesuai porsi dan masukkan ke dalam masing-masing wadah.

Bila perlu buatlah label untuk penanda berdasarkan nama menu yang akan diolah, sehingga Anda tidak akan kebingungan harus ambil wadah yang mana saat akan memasak. Nah, menyimpan sesuai porsi akan membantu mempertahankan kualitas dan kesegaran ikan, lho.

Tips Membekukan Daging Sapi

Pada dasarnya, daging mentah cukup aman dikonsumsi namun hanya sampai 3 hari jika disimpan di dalam kulkas. Namun jika berencana menyimpannya untuk waktu lama, membekukannya merupakan strategi yang tepat.

Anda juga dapat memotong daging beku dengan mesin terutama saat Anda punya rencana mengadakan jamuan makan

Atau nanti saat hari raya Idul Adha pasti akan mendapat daging sapi cukup banyak sehingga tidak mungkin kalau langsung diolah dan dikonsumsi sampai habis.

Sehingga yang perlu dilakukan adalah membekukan daging dan menyimpannya ke dalam freezer supaya lebih awet dan tidak mudah busuk.

Namun yang sering terjadi adalah setelah kita belanja atau seusai menerima daging kurban, karena terlalu malas kita langsung masukkan daging beserta plastik kresek ke dalam freezer. Wah, padahal cara ini sangat tidak dianjurkan, lho.

Lalu bagaimana cara membekukan daging sapi yang benar? Ayo terapkan langkah-langkah ini agar daging bisa awet dan terjaga kesegarannya:

  1. Bekukan daging yang masih segar, pisahkan daging dari lemak dan tulangnya.
  2. Tidak dianjurkan mencuci daging sebelum pembekuan
  3. Potong bagian daging sesuai porsi masak yang akan dibuat
  4. Daging segar bisa disimpan hingga 6-12 bulan
  5. Daging berlemak banyak lama simpan kurang dari 6 bulan. Semakin banyak lemak memungkin daging lebih cepat tengik.

Untuk cara membekukan daging sempurna dan menjaga kualitas daging, gunakan wadah penyimpanan yang tepat, ya. Wadah sebaiknya sudah menggunakan seal teknologi ketat udara sehingga mampu mengurangi pertukaran udara dalam wadah.

Selanjutnya, penting untuk mewadahkan daging sesuai porsi yang dibutuhkan saja, ya, sehingga daging tidak perlu keluar-masuk freezer. Kualitas daging terjaga dengan baik, diolah menjadi masakan jadi lebih sehat.