we sharing because caring

Author: Rofiq Usman

Untuk Pembuatan Plastik Berikut Bahanya

Bahan dasar untuk pembuatan plastik adalah kondensasi organik atau tambahan polimer. Plastik adalah istilah yang mencakup suatu produk polimerisasi sintetik atau semi sintetik.

Plastik sendiri didesain dengan variasi yang beragam dalam suatu properti yang bisa untuk menolerensi panas, keras atau yang lainnya. Kemampuan adaptasinya yang bagus serta komposisi dan beratnya yang ringan menjadikan plastik dapat digunakan hampir di semua bidang industri di dunia.

Plastik merupakan polimer,suatu rantai panjang atom yang saling mengikat antara satu dengan lainnya. Dari rantai ini banyak unit molekul yang terbentuk secara berulang atau disebut dengan monomer. Plastik yang umumnya adalah terbentuk dari suatu polimer karbon atau dengan oksigen, nitrogen, clhorine atau belerang di tulang belakang.

Plastik berkembang dari suatu penggunaan material alami seperti permen karet (shellac) hingga ke suatu material alami yang dimodifikasi secara alami seperti karet alami (nitrocellulose), hingga ke suatu molekul buatan manusia seperti epoxy, polyvinyl chloride dan polyethylene.

Berikut ini untuk pembuatan plastik dan bahanya.

untuk pembuatan plastik

Bahan Dasar Untuk Pembuatan Plastik dan Cara Nya

Bahan dasar pembuatan plastik yang diolah menjadi pelet plastik.Plastik adalah suatu unsur yang terbentuk dari karbon, hidrogen, klorin, oksigen, belerang dan nitrogen. Pada awal pembuatannya plastik dibuat menggunakan bahan bahan yang natural seperti tanduk hewan, shellac (sekresi dari serangga kecil) serta getah perca.

Di tahun 1869 M, plastik sintetis pertama kali didunia ditemukan oleh Wesley Hyatt yang menggunakan dasi selulosa atau bahan bahan yang alami dari tumbuh-tumbuhan dalam proses pembuatannya. Wesley menyatakan bahwa selulosa nitrat dapat dijadikan sebagai plastik dengan menambahkan kamper sebagai bahan tambahannya.

Plastik sintetis pertama yang bisa disebut seluloid juga sudah diakui secara komersil. Plastik jenis ini dipakai untuk bahan bahan pembuatan sisir, gigi palsu, bingkai kaca mata dll.

Bahan Dasar Plastik Menggunakan Minyak Bumi

Minyak mentah yang baru diangkat  dari perut bumi ke kilang minyak melalui proses pemurnian bersamaan dengan gas alam. Etana dan propana adalah suatu produk yang dihasilkan dari suatu proses pemurnian, kemudian etana dan propana dipecah dengan tungku yang bersifat panas, kemudian etilana dan propilena akan terbentuk pada suatu proses ini.

Dalam sebuah reaktor, etilana dan propilena akan digabungkan dengan katalis untuk membentuk suatu zat seperti tepung. Zat itu adalah polimer plastik. Selanjutnya dilakukan suatu proses ekstrusi yang mana plastik masih berbentuk cair.

Plastik dalam bentuk cair ini dibiarkan mendingin lalu pelletizer yaitu proses pembentukan polimer akan menjadi pelet pelet kecil. Pelet pelet plastik inilah yang kemudian menjadi bahan dasar dalam pembuatan sisir, botol plastik, gigi palsu dll.

Bahan Dasar Plastik dengan Tambahan Zat Karbon Dioksida

Pada Desember 2009 lalu suatu perusahaan Novomer memberikan pengumuman bahwa telah dimulainya awal komersialisasi untuk bahan polypropylene carbonat (PPC) yang menggabungan antara karbon dioksida dan minyak bumi. Dengan menggunakan tambahan karbon dioksida, sumber minyak bumi yang digunakan sebagai pembuatan plastik dapat dikurangi sampai separunya sehingga bisa mengurangi penggunaan minyak bumi. Hal ini sangat baik untuk menghemat SDA yang ada di bumi.

untuk pembuatan plastik

Bahan Dasar Plastik Menggunakan Tongkol Jagung
Tongkol jagung untuk bahan dasar untuk pembuatan plastik.
Gula karbohidrat yang ada pada jagung juga bisa digunakan sebagai pembuatan plastik polylatide polymer. Penemuan plastik yang terbuat dari jagung ini bisa mengurangi suatu ketergantungan terhadap minyak mentah bumi yang tidak dapat terbaharui dan dapat menghemat sumber daya alam.

Plastik yang terbuat dari jagung ini akan meleleh jika dipanaskan melebihi dari 114°C, oleh sebab itu plastik yang dibuat dari minyak bumi masih digunakan hingga sekarang.

Selain dari jagung, plastik juga bisa dibuat dari buah jeruk. Para ilmuwan masih terus mencari senyawa yang dapat menggantikan minyak bumi untuk proses dalam pembuatan plastik. Semoga saja di masa yang akan datang ditemukan suatu bahan dasar untuk pembuatan plastik yang bisa diperbaharui sebagai pengganti dari minyak bumi yang tidak bisa diperbaharui.sekian dari saya ,mohon maaf bila ada kurangnya dan sampai jumpa.

Jenis Jenis Plastik Yang Bisa Didaur Ulang

Pada kesempatan kali ini saya akan menyampaikan jenis jenis plastik yang dapat didaur ulang.plastik memang mempunyai banyak manfaat ,namun jangan lupa palstik juga mempunyai sisi gelap

Plastik juga dapat menyebabkan bencana bagi lingkungan sekitar maupun manusia sendiri.

Tahukah maksud dari simbol diatas, dapat didaur ulang?. Mungkin sebagian orang mengartikannya dengan begitu, namun itu masih kurang tepat. Sebenarnya tidak semua plastik yang mempunyai simbol tersebut dapat di daur ulang.

Simbol segitiga dengan panah sebenarnya untuk menunjukan bahan yang digunakan untuk pembuatannya.

Sebagian Negara di dunia memiliki skema daur ulang yang dapat dengan mudah dapat mendaur ulang plastik dengan code 1, 2, 5 dan 6.

Plastik dengan code 3, 4 dan 7 lebih sulit untuk didaur ulang. Beberapa ahli kesehatan sangat kawatir tentang resiko bocornya suatu kandungan kimia dari plastik code 3, 6 dan 7.

Kandungan kimia yang ada di plastik juga dapat bocor dan mencemari makanan atau minuman jika digunakan dalam waktu yang lama atau untuk menyimpan air panas.

Plastik dengan code 7 juga mengandung bahan kimia yang sangat berbahaya, bahan kimia yang terkandung  ini disebut dengan bisphenol A (BPA).

Beberapa ilmuwanpun mengklaim bahwa BPA dapat menjadi hormon disruptor dan dapat mengakibatkan penyakit seperti kanker dan menganggu perkembangan anak.

Jenis jenis Plastik

Jenis PETE (Polyethylne Terephthalate) atau code 1

Polyethyle Terephthlate atau yang disebut PETE adalah plastik yang sering digunakan untuk pembuatan botol plastik tembus pandang misal botol air mineral, hampir semua botol mineral menggunakan PETE.

Botol jenis PETE direkomendasikan hanya untuk dipakai sekali saja, mengapa demikian? karena apabila terlalu sering dipakai apalagi untuk air panas akan mengakibatkan melelehkan lapisan polymer tersebut.

Botol dan mengeluarakan zat karsinogenik yang dapat mengakibatkan kanker bila dikomsusi dalam jangka panjang.

Jadi jangan terlalu sering untuk memakai botol plastik terus menerus, atau gunakan botol kaca.

Jenis HDPE (High Density Polyethylne) atau code 2

High Density Polyethylne atau HDPE memiliki sifat yang lebih kuat, keras, dan lebih tahan terhadap suhu tinggi.Code 2 biasanya digunakan untuk pembuatan botol susu, galon air , tupperware,dan lain-lain.

HDPE merupakan bahan plastik yang sedikit lebih aman untuk digunakan dikarenakan memiliki kemampuannya untuk mencegah reaksi kimia antara kemasan berbahan HDPE dengan makanan.

Meskipun demikian plastik jenis ini hanya direkomendasikan untuk dipakai sekali saja, dikarenakan pelepasan senyawa antimoni trioksida yang dapat meningkat seiring penggunaan terus-menerus.

Jenis PVC (Polyvinly Chloride) code 3

Polyvinly Chloride atau PVC bahan ini biasany terdapat pada plastik pembungkus dan botol-botol minum, code 3 sebenarmya cukup sulit untuk didaur ulang.

Didalam PVC sendiri terdapat DEHA yang ada dalam plastik pembungkus makanan yang apabila bocor dan masuk ke makanan berminyak bila dipanaskan kurang lebih selama 15 menit.

Reaksi PVC terhadap makanan dapat berpotensi berbahaya pada hati dan ginjal manusia, sebaiknya jangan guanakan plastik dengan code 3 untuk membungkus makanan dan minuman.

Jenis LDPE (Low Density Polyethylne) code 4

Low Density Polyethylne atau LDPE adalah suatu jenis yang biasa digunakan untuk tempat makanan, kemasan makanan, dan beberapa botol air mineral.Bahan plastik  dengan code 4 dapat didaur ulang dan bahkan jenis ini sangat fleksibel tapi sangat kuat.

Code 4 memang sulit untuk dihancurkan tetapi baik untuk tempat makan karena sulit bereaksi secara kimiawi dengan makanan maupun minuman.

Jenis PP (Polypropylene) code 5

Poly Styrene atau PP merupakan pilihan terbaik untuk menjaga maupun untuk menyimpan makanan dan minuman. Karakteristik jenis PP adalah transparan, cukup mengkilat, tetapi tidak terlalu jernih.

PP juga kuat dan ringan, untuk daya tembus uap sangat kecil, ketahahan yang baik terhadap suatu lemak, dan stabil terhadap suhu yang tinggi.

Jenis PS (Polystyrene) code 6

Polystyrene atau PP biasa digunakan untuk tempat makan yang berbentuk styrofoam, gelas styrofoam, dll.Bahan polystyrene dapat berpotensi untuk mengeluarkan bahan styrine ke makanan dan minuman.

Bahan styrine sangat berbahaya bagi kesehatan otak, masalah reproduksi pada wanita, dan dapat merusak sistem syaraf.Styrine juga dapat berasal dari asap rokok, bahan kontruksi bangunan, dan suatu asap kendaraan.

Bahan polystyrene sudah jarang dipakai di beberapa negara karena tingkat bahaya yang tinggi.

Other

Other sendiri mengacu pada 4 jenis bahan yaitu SAN (styrene acrylonitrile), ABS (acrylonitrile butadiene styrene), PC (polycarbonate) dan Nylon.

Bahan jenis other yang biasa dijumpai dimana maan adalah PC (polycarbonate), bahan ini biasanya digunakan pada bahan pembuatan botol minuman olahraga,alat-alat rumah tangga,bahan suku cadang mobil, alat elektronik,serta plastik kemasan.

Jenis PP juga mengandung zat Bisphenol-A yang dapat merusak sistem hormon manusia.

Mungkin itu saja yang dapat saya sampaikan, Sekian dari saya mohon maaf kalu ada kekurangan terima kasih dan sampai jumpa.

6 Alternatif Pengganti Kantong Plastik

Selain untuk belanja, sebenarnya kita juga masih bergantung pada kantong plastik untuk banyaknya keperluan lain, seperti untuk  menampung sampah, menyimpan makanan sisa, serta mengemas makanan dan minuman.Pengganti kantong plastik dengan menggunakan produk yang ramah lingkungan.

Oleh karena itu, mari kita  untuk mulai lebih  sayang dan peduli terhadap bumi dengan mengurangi penggunaan plastik dan beralih ke produk lain yang lebih ramah lingkungan!

Berikut ini adalah 6 alternatif untuk  pengganti kantong plastik :

pengganti kantong plastik

  1. Cassava Bag, Tas Dari Singkong Untuk Menggantikan Kantong Plastik.

Plastik yang satu ini wujudnya hamper mirip sekali dengan kantong plastik, tetapi memiliki tekstur yang lebih lemas dan lembut. Cassava bag terbuat dari resin alami yang terdiri dari 98 persen pati tapioka, 1 persen minyak nabati, dan 1 persen biopolimer alami yang dapat terurai oleh alam dan dapat dikonsumsi oleh mikroorganisme dalam tanah.

Cassava bag dapat menjadi alternatif untuk  pengganti kantong plastic yang lebih ramah lingkungan. Saat ini sudah banyak orang  yang menjual cassava bag   dalam berbagai ukuran. Harganya mulai dari Rp2.500 per buah.

 

  1. Tas Kanvas, Untuk Belanja Makanan.

Kamu pasti mempunyai setidaknya satu tas kanvas di rumah, ‘kan? Tas kanvas atau yang lebih akrab disebut tote bag ini adalah alternatif untuk pengganti kantong plastik yang paling mudah dan paling bergaya. Sekarang banyak yang menjual tas kanvas dengan desain bagus, sehingga kamu bisa tampak lebih  keren saat belanja ke supermarket atau pasar. Selain itu, banyak acara atau seminar yang memberikan goodie bag yang berbahan kanvas yang bisa kamu pakai berulang-ulang. Beberapa material tas kanvas antara lain; blacu, ripstop, marsoto, dan terpal. Tas kanvas berbahan blacu adalah yang paling tipis dan tidak terlalu kuat untuk membawa barang dengan beban berat. Sebaliknya, tas kanvas bebahan terpal sangat tebal dan tahan air ehingga awet untuk pemakaianya.

Idealnya, tas kanvas ini bisa kamu gunakan sebagai pengganti kantong plastik saat belanja kebutuhan rumah, buku, makanan, atau benda lainnya yang kering atau dikemas rapat.

 

  1. Tas Dari Jaring Katun, Sebagai Pengganti Kantong Plastik Untuk Belanja Sayur dan Buah.

 

Setiap akan belanja sayur atau buah di supermarket, pasti kita harus menimbang terlebih dulu buahnya, ‘kan? Biasanya, supermarket hanya menyediakan kantong plastik bening sekali pakai untuk membungkus buah atau sayur tersebut sebelum ditimbang. Nah, mulai sekarang kita bisa menghentikan kebiasaan itu dengan membawa tas jaring atau produce bag yang terbuat dari katun. Kalau sudah kotor atau berbau, tas jaring katun ini bisa dicuci dan dapat dipakai berulang kali, lho.

Harga untuk satu set tas jaring katun untuk belanja sayur dan buah ini mulai dari Rp130.000 yang terdiri dari tiga variasi tas berukuran kecil, sedang, dan besar. Tinggal dipilih sesuai keperluan kamu!

 

  1. Kotak Makan Untuk Membeli Makan Siang di Kantor.

 

Sadar nggak, sih, kalau penggunaan kantong plastik yang sering tak terhindarkan adalah saat mau membeli makanan di kantor? Beli mie ayam, dibungkus dengan styrofoam lalu dibungkus plastik. Pengin jusjambu? Bertambah lagi pemakaian plastiknya. Sekali makan siang saja, kamu akan menghasilkan setidaknya 1-3 helai sampah plastik.

Yuk, mulai tinggalkan kebiasan menggunakan  kantong plastik yang cuma akan kamu pakai 10 menit saja (untuk bawa makanan dari penjual ke kantor). Untuk alternatif pengganti kantong plastik dan styrofoam yang paling bagus tentu adalah membawa kotak makanan dari rumah. Sekarang sudah banyak kotak makan yang ramah lingkungan untuk mengganti kantong plastik. Beberapa yang patut dilirik adalah kotak makan lipat (collapsible) yang berbahan silikon dan kotak makan berbahan stainless steel.

Mulai tergerak untuk mengganti kantong plastik dengan kotak makan? Bisa mulai cari-cari dari sekarang. Untuk perkiraan, harga satu kotak makan lipat atau collapsible lunch box mulai dari Rp70.000, sedangkan  untuk kotak makan stainless steel mulai dari Rp130.000.

 

  1. Silicone Ziplock Pouch, Pengganti Plastik untuk menyimpan makanan Yang berkuah

 

Kalau kamu suka menyimpan daging, sayur atau sisa makanan dengan kantong plastik, sekarang mungkin kamu juga bisa pertimbangkan untuk beralih ke silicone ziplock pouch. Wadah makanan ini berbentuk dompet berbahan silikon ini dapat dicuci dan dipakai berulang ulang. Silicone ziplock pouch bisa kamu pakai untuk menyimpan makanan berkuah, berdaging, di kulkas atau freezer. Kunci ziplock-nya memastikan kalau kuah di dalamnya tidak akan bocor atau tumpah.

 

 

  1. Tas Karung Goni Sebagai pengganti Tas Plastik Belanja Kebutuhan Bulanan

 

Kalau tas karung goni saja bisa kamu jadikan untuk  andalan saat mau belanja bulanan yang jumlahnya banyak. Selain itu, seratnya juga dapat didaur ulang  kembali.

Tidak hanya untuk pemakaiannya saja yang ramah lingkungan. Untuk proses budidaya rami atau goni juga sangat ramah lingkungan, lho. Tanaman rami dapat ditaman tanpa perlu menggunakan pestisida atau pupuk. Jika memang perlu, kebutuhannya hanya sangat sedikit. Goni juga dapat dipanen dalam waktu 6 bulan sekali sehingga sangat efisien dan tidak perlu lahan banyak sehingga harus merambah hutan. Saking ramah lingkungannya, saat ini sejumlah resort sudah menyediakan jute bag yang dapat dipakai oleh tamu selama menginap.

Harga tas karung goni cukup bervariasi, tergantung ukuran dan motifnya, tapi kamu juga bisa membelinya mulai dari harga Rp30.000 saja.

Sekian dari saya mohn maaf bila ada kekurangan dan sampai jumpa lagi.

 

 

Berikut ini penjelasan tentang mengenai  jenis plastik kemasan dan sifatnya

 

Ada banyak plastik di sekeliling kita. Setiap jenis plastik dan sifatnya tersebut memiliki  berbeda bedaan yang turut menentukan kegunaan serta bahayanya untuk manusia dan lingkungan sekitar. Apakah kamu sudah memahaminya? Plastik adalah merupakan bahan dasar yang paling banyak dipakai untuk hampir segala jenis barang yang ada di dunia ini.

Apapun itu, yang ada di rumah maupun di luar rumah, baik kemasan makanan, bungkus obat, belanja sayuran, atau bahkan peralatan dapur.Sayangnya, masih ada beberapa orang yang belum mengetahui perbedaan setiap jenis plastik dan sifatnya..

Akibat ketidaktahuan itu, beberapa orang masih menggunakan plastik secara sembarangan tanpa memerhatikan peruntukannya.

Maka dari itu, yuk ketahui jenis-jenis plastik yang ada agar kamu dapat  mengetahui pilihan yang baik yang sesuai dengan kegunaannya.

Berikut ini penjelasan tentang mengenai  jenis plastik dan sifatnya yang disertai dengan kegunaan dan bahayanya.

jenis plastik dan sifatnya

  1. PETE atau PET (Polyethylene terephthalate)

 

Plastik jenis ini biasanya digunakan sebagai bahan unutk pembuatan botol plastik untuk air minum kemasan dan biasanya tidak berwarna atau transparan.

Penggunaannya hanya cocok untuk digunaakan sekali pakai dan sangat tidak dianjurkan untuk diisi air hangat apalagi air panas.Meskipun cukup aman dan tidak mengandung BPA, namun kontak suhu panas dapat menyebakan makanan kena racun dengan antimon dan metaloid beracun.Produk yang biasa menggunakan jenis plastik PETE ini atau PET yaitu air mineral, minuman botol plastik, atau bumbu dapur.Sebagai produk sekali pakai, plastik kemasan ini menjadi salah satu sumber menumpuknya sampah plastik terbesar di muka bumi ini.

  1. Plastik HDPE (High Density Polyethylene)

 

Dari segi tampilan dan warna, botol plastik yang juga biasa digunakan untuk minuman ini biasanya berwarna putih susu.

Sama seperti jenis plastik PETE atau PET, plastik HDPE juga hanya dianjurkan untuk penggunaan sekali pakai lalu dibuang saja.

Jenis plastic HDPE meskipun terkesan aman, namun ternyata dapat juga menimbulkan zat kimia estrogen yang sangat membahayakan untuk  janin dan remaja.

Plastik jenis ini biasanya digunakan untuk pembuatan botol jus, detergen, botol sampo, dan kantong belanjaan.

  1. Jenis Plastik PVC (Polyvinyl Chloride)

 

Plastik jenis ini menjadi  yang paling sulit untuk didaur ulang dibandingkan bahan lainnya.

Bentuknya bisa fleksibel maupun kaku dan biasanya digunakan untuk pembuatan pipa, plastik kemasan bungkus makanan, mainan anak, dan lantai vinyl.

Selain dapat membahayakan ginjal dan hati, zat bernama DEHP di dalam plastik PVC ini juga dapat memengaruhi hormon maskulin menjadi feminin.

Plastik PVC tak pernah digunakan untuk pembuatani botol plastik minuman karena bahan pembuatnya yang sangat berbahaya.

  1. Plastik LDPE (Low Density Polyethylene)

 

Plastik LDPE secara umum memiliki standar food grade yang artinya baik untuk digunakan untuk berbagai jenis makanan dan minuman.

Bahannya pun mudah untuk didaur ulang dan sangat cocok untuk wadah kemasan yang kokoh namun tetap bisa fleksibel.

Meskipun tidak mengandung zat BPA, namun seperti plastik yang lainnya, plastik LDPE  juga dapat memicu zat estrogenik berbahaya.

Biasanya penggunaan plastik kemasan ini digunakan untuk kantong belanja, kantong sampah, karton susu, dan juga gelas minuman.

  1. Jenis Plastik PP (Polypropylene)

 

Dengan daya tahan yang cukup baik terhadap panas, polypropylene terbukti tidak menghasilkan Zat kimia berbahaya sebanyak jenis lainnya.

Biasanya digunakan untuk pembuatan botol plastik yoghurt, botol susu bayi, dan wadah makanan antar.

Dari semua jenis jenis plastik yang ada, plastik PP ini yang paling direkomendasikan tentang keamananya untuk makanan dan minuman.

  1. Jenis Plastik PS (Polystyrene)

 

Bagi kamu yang biasa untuk membeli makanan dengan wadah dari styrofoam, sebaiknya lebih berhati-hati ya!.

Dalam keadaan panas, plastik ini juga dapat menghasilkan zat styrene yang dapat meracuni makanan dan minuman kita.

Tidak hanya itu, bahan plastik ini juga tidak dapat diurai oleh alam dan akan menimbulkan gas beracun bila dibakar.

Alhasil, plastik kemasan ini tidak sekadar menimbulkan sampah plastik tetapi juga dapat menghasilkan polusi yang mencemari lingkngan sekitar.

Berikut Bahaya Sampah Plastik bagi Manusia dan Lingkungan :

  1. Mencemari tanah, air tanah dan makhluk bawah tanah.
  2. Racun-racun dari partikel plastik yang mengendap ke dalam tanah akan membunuh hewan-hewan pengurai di dalam tanah seperti cacing.
  3. PCB tidak dapat terurai, sehingga bisa menjadi racun berantai bagi binatang, tanaman, maupun manusia.
  4. Jenis jenis plastik kemasan sekali pakai dapat mengganggu jalur air yang meresap ke dalam tanah.
  5. Sampah plastik di alam dapat menurunkan kesuburan akibat terhalangnya sirkulasi udara di dalam tanah dan ruang gerak makhluk peyubur tanah.
  6. Plastik kemasan sangat sulit diurai, bisa memakan waktu ratusan hingga jutaan tahun.
  7. Membahayakan hewan-hewan terutama yang berada di darat dan di laut.
  8. Sampah plastik yang dibuang sembarangan ke sungai akan mengakibatkan pendangkalan sungai, penyumbatan aliran sungai, hingga banjir.

Yuk, sudah saatnya kita untuk mengurangi penggunaan plastik sehigga kita bisa melindungi makhluk hidup dan juga bumi kita.

Sekian dari saya mohon maaf bila ada kurangnya dan sampai jumpa lagi

 

Jenis Plastik dan Kegunaanya Untuk Kegiatan Sehari Hari

 

Apakah kalian pernah memperhatikan atau melihat secara sepintas angka atau logo seperti segi tiga pada bagian botol minuman yang kamu miliki, misalnya PETE, PVC, LDPE, PP, HDPE dan jenis lainya. Tulisan tersebut memiliki arti, yang berarti bahan dasar dari kemasan minuman atau makanan yang kamu miliki tersebut terbuat dari berbagai jenis biji plastik seperti dijelaskan diatas.

Logo yang terdapat pada kemasan minuman/makanan tersebut tidak dapat untuk digunakan atau di daur ulang kembali melalui proses kimia, melainkan logo tersebut merupakan identitas  untuk bahan yang digunakan untuk membuat plastik. Dengan memahami kode kode yang berada pada kemasan tersebut, akan memudahkan untuk memilih plastik yang sesuai dengan kebutuhan serta jenis plastik mana yang dapat dan tidak dapat di daur ulang kembali. Berikut ini  penjelasan tentang plastik dan kode sebagai bahan dasar  dari pembuat plastik tersebut.

Apa Yang Dimaksud Dengan Plastik?

Sebelum lebih jauh mengenal tentang jenis jenis plastik ada baiknya mengerti terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan plastik.

Istilah plastik ini mengacu pada beberapa produk polimerisasi sintetik ataupun semi sintetik. Plastik ini terbentuk dari bahan kondensisasi atau penambahan polimer dan bisa juga terdiri dari beberapa zat lain untuk meningkatkan kualitas atau nilai ekonomisnya. Terdapat beberapa jenis polimer yang alami termasuk didalam plastik. Plastik dapat dibentuk menjadi film atau fiber sintetik. Plastik dibentuk berbagai variasi didalam properti yang dapat menolerasi dari panas, keras, “reliency” dan lain sebagainya. Setelahnya digabungkan dengan kemampuan adaptasinya, komposisi yang pada umum dan beratnya yang ringan memastikan plastik dapat digunakan hampir pada semua bidang industri.

Jenis jenis plastik beserta kodenya

Setidak terdapat 7 jenis plastik yang pada umum digunakan dalam rumah tangga ataupun pada industri.

jenis plastik

  • PETE (Polyethylene Terepthalate) kode 1

Merupakan jenis biji plastic  yang paling sering digunakan sebagai bahan dasar tempat makanan atau kemasan minuman. Plastik jenis PETE sangat mudah kita temukan dalam sehari hari misalnya pada botol air mineral atau beberapa pembungkus. Penggunaan jenis plastik ini dirancang untuk dipakai sekali saja. Bila digunakan secara berulang ulang dapat berpotensi menimbulkan resiko yakni terkonsumsinya bahan plastik dan bakteri yang berkembang pada bahan kemasan tersebut. Hal ini bisa terjadi dikarenakan jenis plastik PETE ini sulit untuk dibersihkan dari bakteri yang yang menempel di plastik dan bahan plastik PETE ini dapat berubah menjadi beracun. Sebaiknya jenis plastik tidak digunakan pemakaianya secara berulang – ulang untuk menghindari kemungkinan terjadi yang tidak di inginkan.

  •  HDPE (High Density Polyethylene) Kode 2

Plastik ini pada umumnya digunakan sebagai bahan untuk membuat kemasan botol susu, botol detergen, botol shampoo, botol pelembab, botol minyak, mainan, serta beberapa jenis tas plastik. Plastik ini dianggap yang paling aman, dan untuk proses daur ulang plastik ini cukup mudah dan murah tidak memerlukan banyak biaya. Kelebihan plastik ini memiliki sifat yang keras serta tidak mudah rusak terhadap suhu yang dingin maupun panas. Oleh karena itu jenis plastik HDPE sering kali dibuat sebagai meja kantor, tong sampah atau produk lainnya yang membutuhkan ketahanan terhadap cahaya.

  • PVC (Polyvinyl Chloride) Kode 3

Plastik memiliki sifat yang lembut serta fleksible. Pada umumnya jenis palstik ini biasanya  banyak digunakan sebagai pembungkus makanan, botol minnyak sayur, dan mainan anak anak seperti pelampung renang. Plastik ini sering juga digunakan dalam membuat pipa plastik, dan komponen kabel komputer. PVC dikhawatirkan sebagai “plastik yang  beracun” dikarenakan  plastik ini mengandung berbagai jenis racun yang dapat mencemari makanan.  Plastik ini juga tergolong susah untuk di daur ulang, oleh karena itu sebaiknya tidak digunakan pemakaianya secara berkali kali sebagai pembungkus makanan.

  • LDPE (Low – Density Polyethylene) Kode 4

Plastik ini pada umumnya ditemukan pada pembungkus baju, kantung pada layanan cuci kering, pembungkus buah-buahan agar tetap terlihat segar dan pada botol pelumas. LDPE sesuai dengan namanya memiliki tingkat racun yang tergolong cukup rendah bila dibandingkan dengan plastik lainnya. Jenis plastik  LDPE tidak umum atau sangat jarang sekali di daur ulang, walaupun terdapat di daur ulang umumnya digunakan sebagai bahan pembuat ubin lantai.

  • PP (Polypropylene) Kode 5

Jenis plastik PP ini memiliki sifat yang sangat kuat dan tahan terhadap panas. Plastik jenis PP ini mampu untuk menjaga bahan yang terdapat di dalamnya dari kelembapan, minyak ataupun senyawa kimia lainnya. Plastik ini biasanya digunakan  untuk sebagai pembungkus pada produk real estate agar tetap kering dan tampak segar. Plastik ini juga digunakan dalam pembuatan bahan dasar ember, kotak margarin, serta yougurt, sedotan, tali, isolasi dan kaleng plastik cat. Penggunaan jenis plastik ini dianggap sangat aman serta bisa untuk di daur ulang kembali.

  • PS (Polystyrene) Kode 6

Jenis Polystyrene/styrofoam merupakan plastik dengan harga yang murah, ringan serta sangat mudah untuk dibentuk. Biasanya  plastik ini dipergunakan untuk berbagai kebutuhan sehari hari, misalnya untuk pembuatan botol minuman, karton telor, kotak makana, serta pembungkus bahan yang akan dikirim dalam jarak yang jauh. Plastik ini tergolong sangat rapuh dan sangat mudah rusak, sehingga memungkinkan dapat dipotong-potong untuk menjadi kecil dan rentah terhadap pencemaran lingkungan.

Bahan plastik lainnya (BPA, Polycarbonate, dan LEXAN) Kode 7

Biasanya kode jenis plastik 7 digunakan untuk plastik dengan bahan dasar selain yang telah digunakan seperti dijelaskan diatas. Pada umumnya penggunaan plastik ini banyak digunakan untuk sebagai aksesoris kendaraan, akan tetapi ada beberapa industri menggunakan  plastik ini sebagai bahan pembuat botol minuman bayi atau sebagai pembungkus makanan. Untuk penggunaan plastik ini tidak dianjurkan sebagai bahan botol minuman bayi atau pembungkus makanan, karena terdapat unsur atau zat kimia yang melekat pada plastik tersebut misalnya terdapat unsur BPA (Bisphenol A) merupakan senyawa yang dapat mengganggu kinerja hormon pada tubuh manusia. oleh karenanya sebaiknya menghindari penggunaan  plastik untuk botol minuman bayi maupun sebagai pembungkus nasi.

Sekian dari saya mohon maaf bila ada kekurangan dan sampai jumpa lagi.

 

Tindakan Untuk Mengurangi Sampah Plastik Disebut

Pada kesempatan kali ini saya mau membagikan sebuah artikel tentang tindakan untuk mengurangi sampah  plastik.

 Siapa yang sudah tahu cara mengurangi sampah plastik yang disebut reducereusedan recyclenih?

Mungkin kamu sudah tidak asing dengan ketiga istilah tersebut, ya.

Nah, kali ini mari kita bahas bersama tentang pengertian reducereusedan recycle atau yang biasa disingkat 3R, mulai dari pengertian hingga contohnya.

Soalnya, penting banget untuk mengetahui konsep 3R demi membuat lingkungan kita lebih baik lagi dari sampah sehinga hidup lebih nyaman.

Yap! Saat ini jutaan sampahsudah membanjiri bumi kita setiap harinya, lo.

Nah, sekarang kita simak bersama penjelasannya, yuk!

sampah plastik

Apa Itu Reduce, Reuse, Recycle (3R)?

Dilansir dari laman Waste4Cgange reduce, reuse, recycle (3R) adalah konsep urutan langkah untuk mengelola sampah dengan baik dan benar.

Reduce 

Reduce berarti ‘mengurangi sampah’. Maksudnya, langkah ini bertujuan untuk mengajak kita untuk mengurangi penggunaan produk yang nantinya akan menjadi sampah.

Terutama produk yang membutuhkan waktu sangat lama untuk bisa terurai secara alami di alam, misalnya produk yang berbahan plastik.

Reduce ini adalah langkah yang menjadi prioritas utama.

Jadi, penggunaan barang yang sulit atau bahkan enggak bisa didaur ulang kembali sebaiknya dikurangi pengunaanya.

Dengan begitu timbunan sampah yang berpotensi merusak lingkungan sekitar akan berkurang.

Contoh penerapan langkah ini dengan membawa botol minum atau peralatan makan sendiri seperti sendok dan garpu saat bepergian sehingga kita bisa mengurangi sampah botol dan alat makan sekali pakai.

Reuse

Reuse berarti ‘menggunakan kembali’. Langkah ini akan mengajak kita untuk menggunakan kembali produk yang sudah dipakai.

Dengan begitu, enggak banyak sampah yang ditimbulkan akibat produk-produk sekali pakai.

Misalnya, kita menggunakan kembali bekas botol kemasan air minum sebagai vas bunga.

Atau kita gunakan bekas kaleng biskuit untuk menyimpan uang koin ataukerajinan lainnya.

Kita juga bisa mengisi ulang botol bekas sabun mandi dengan membeli kemasan sabun mandi refill.

Recycle

Recycle berarti ‘mendaur ulang’. Langkah ini bisa disebut sebagai langkah memberikan kesempatan kedua untuk berbagai produk bekas agar bisa dijadikan produk baru.

Dengan demikian, produk baru dari hasil daur ulang tersebut bisa dimanfaatkan kembali dan enggak hanya menjadi tumpukan sampah yang mencemari lingkungan sekitar.

Produk yang didaur ulang biasanya adalah limbah dengan bahan yang tidak bisa langsung digunakan lagi.

Contohnya adalah dengan mendaur ulang plastik bekas kemasan makanan atau minuman.

Biasanya suatu kemasan makanan atau minuman didesain hanya untuk sekali pakai, makanya enggak mungkin dimanfaatkan kembali dengan fungsi yang sama.

Makanya, produk bekas tersebut harus didaur ulang kembali menjadi produk baru, misalnya menjadi vas bunga.

Apa Pentingnya Melakukan 3R Dalam Mengurangi Sampah Plastik

Tahukah kamu, setiap produk yang dihasilkan dan digunakan manusia memiliki dampak yang besar bagi bumi kita?

Yap, untuk memproduksi berbagai produk kebutuhan sehari hari, dibutuhkan sumber daya alam serta energi yang enggak sedikit, lo.

Setelah digunakan, produk-produk tersebut pun akan meninggalkan sampah.

Sampah-sampah yang tidak dikelola dengan baik bisa menumpuk bahkan mencemari lingkungan sehingga membahayakan alam.

Maka dari itu, sangat penting bagi kita untuk menerapkan gerakan 3R atau reduce, reuse, dan recycle tersebut.

Secara garis besar, berikut ini manfaat yang bakal kita dapatkan jika kita melakukan gerakan 3R.

– Alam akan lebih terjaga sehingga bisa tercipta masa depan yang bersinambungan.

– Sumber daya alam akan lestari.

– Energi yang digunakan bisa lebih hemat.

– Efek rumah kaca dari emisi gas bisa jauh berkurang sehingga lingkungan jadi lebih sehat dan bersih.

– Limbah dari sampah produk bisa berkurang sehingga enggak membahayakan lingkungan.

– Hewan-hewan terutama yang tinggal di laut aman dari ancaman sampah yang bisa membunuh.

Nah, sekarang kamu sudah tahu apa itu reduce, reuse, recycle dan manfaat jika melakukan gerakan  3R tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Sekian dari saya semoga bermanfaat dan menambah wawasan anda.Langkah mana yang selama ini sudah kamu lakukan?

 

© 2021 VAGUS NET

Theme by Anders NorenUp ↑