we sharing because caring

Author: Alfin Rifaldi

Cara Budidaya Ulat Jerman Yang Mudah Dan Simple

Keberadaan Ulat Jerman di Indonesia yang dijadikan sebagai pakan burung terbilang belum cukup lama. Hal ini dikarenakan masih belum banyak orang-orang yang mencoba budidaya Ulat Jerman. Karena ternak ulat jerman tidak sepopuler cara ternak ulat hongkong.

Di samping itu dulunya ketersediaan Ulat Jerman di tanah air bukanlah mengandalkan dari para peternak ulat. Ulat Jerman ini adalah kiriman impor dari negara-negara di Benua Amerika.Ulat jerman dengan nama ilmiah  Zophobas morio adalah hewan yang berasal dari telur kumbang Jerman. Metamorfosis ulat ini menjadi acuan untuk perkembangan bisnis .Berikut cara-cara dan tahapan Budidaya Ulat Jerman dengan modal yang sedikit.

Pemilihan Tempat

Sebelum budidaya ulat jerman hal pertama yang kamu lakukan adalah menentukan tempat budidaya Ulat Jerman ini adalah salah satu faktor penting. Ulat Jerman tidak bisa dikembangbiakkan di tempat sembarangan, karena akan berpengaruh terhadap hasil panennya nanti.

Sama seperti pembudidayaan jangkrik, budidaya ulat jerman juga harus di tempat yang sepi dan gelap. Mereka memang menyukai tempat seperti itu, dan nantinya hasil panen akan memuaskan.

Modal utama budidaya ulat jerman ini adalah menyiapkan tempang untuk menampung ulat ini, baik itu ruangan kosong, gubuk, ataupun beli rumah kecil.

Hal itu bertujuan agar si ulat bisa mendapatkan tempat yang tenang dan sepi. Hindari temapt di pinggir jalan atau tempat yang dekat dengan sumber suara bising.

Suhu juga harus benar-benar diperhatikan, jangan sampai ulat mati kedinginan atau kepanasanan.

Memang lokasi budidaya jangkrik sangatlah harus diperhatikan kenyamanan dan keamanan jangkrik dari para pemangsa.

Persiapan Kandang

Sebelum membudidayakan ulat Jerman tentunya kita membutuhkan kandang atau tempat pembudidayaannya terlebih dahulu. Kalian bisa membuat sendiri kandangnya, jika kesusahan bisa dengan menggunakan mesin.

Tempat yang cocok untuk ulat Jerman ini yaitu  jauh dari kebisingan atau sepi, jangan sampai kita membuatnya di pinggir jalan.

Lalu hindarkan dari tempat yang suhunya terlalu panas, karena hal itu bisa menyebabkan ulat cepat mati, begitu pun dengan tempat yang dingin.

Hindari tempat yang berdekatan dengan pemangsa, seperti peternakan ayam, cicak, katak, semut, tikus, dan lain-lainnya.

Pembuatan Gubuk

Sebenanya gubuk atau raungan budidaya ini tidak lah harus dibuat, namun jika kita tidak memiliki ruang lebih kita bisa membuatnya dengan sederhana. Berikut cara-cara pembuatannya.

Cara Membuat Rumah/Gubuk Kandang Jangkrik yang Benar dan Hemat :

  • Untuk menghemat pengeluaran biaya awal, area dasar gubuk jangkrik cukup dengan tanah, asalkan tidak becek.
  • Usahakan posisi dasar kandang lebih tinggi, hal ini untuk mengantisipasi air masuk di saat musim penghujan.
  • Untuk tipe gubuk yang semi batako yaitu bagian bawah cukup dengan 1,5 meter batako, dan di atasnya diberi asbes dan angin-angin. Bisa lebih hemat jika dinding gubuk jangkrik dapat menggunakan asbes dengan ketinggian minimal 2 meter.
  • Bagian atap gubuk jangkrik usahakan menggunakan asbes saja. Asbes sangat bagus menjaga suhu karena sifatnya yang meresap panas.
  • Tinggi gubuk jangkrik ini buatlah hanya sekitar 2–4 meter, hal ini bertujuan agar tidak banyak ruang yang dapat menimbulkan suhu dingin di dalam rumah jangkrik.
  • Jika gubuk untuk tempat box jangkrik sudah clear, maka selanjutnya membuat box jangkrik yang sesuai dengan kriteria interior gubuk jangkrik. Buatlah senyaman mungkin dengan ukuran yang tepat, dan ukuran ini tentunya menyesuaikan ruangan yang ada di dalam gubuk yang telah dibuat.

Tapi, jika Sahabat Biru mempunyai ruangan kosong yang tak terpakai, Sahabat Biru bisa menggunakannya, asalkan sesuai dengan peraturan ruangan tadi.

Pembuatan box

Bahan-bahan pembuatan box

  • Papan dengan ukuran panjang 60 cm, lebar 40 cm, tinggi minimal 7 cm dan tebal kurang lebih 1 cm ,potong menggunakan mesin agar hasil menjadi bagus.
  • Teriplek ukuran 4mm ( lebih tebal lebih bagus )
  • Lakban
  • Kompon
  • Paku 4 cm dan paku triplek

Langkah-langkah pembuatan

  • Pertama, sambungkan papan dengan ukuran seperti di atas hingga membentuk kotak menggunakan paku ukuran 4cm.
  • Letakan kotak tersebut di atas triplek yang masih belum dipotong-potong.
  • Buatlah garis dengan pensil mengikuti ukuran kotak.
  • Setelah itu gergaji teriplek mengikuti garis pensil.
  • Setelah triplek terpotong, segera tempelkan pada kotak lalu paku sampai dirasa cukup kuat.
  • Rekatkan lakban mengelilingi bagian dalam box, dan pemasangan lakban sebaiknya agak keatas
  • Jika sudah selesai oleskan kompon yang sudah dicampur dengan air ke setiap sambungan papan dan triplek bagian dalam box.
  • Terakhir, kaki penyangga untuk box bisa dipasangi gelas plastik kecil yang sudah diisi oli. Hal tersebut bertujuan untuk menghindarkannya dari semut.

Pembuatan tutup box

Pembuatan tutup box ini kondisional, jadi jika ruangan Sahabat Biru masih luas dan masih ada bahan untuk membuat tutupnya, sailahkan buat. Jika memang tidak ada tidak usah dibuat.Tapi memang, box untuk ulat harus ditutupi, jadi di sini saya akan memberitahu cara yang lebih hemat dan praktis.

Jika Sahabat Biru ingin membudidayakan ulat Jerman, otomatis tidak akan haya membuat satu box saja kan?

Jadi sistem untuk menutup boxnya adalah dibuat seperti lemari laci. Kita menumpukan beberapa box keatas, maksimal 10 agar tidak terlalu tinggi. Kita tidak perlu repot-repot untuk membuat banyak penutup box, cukup satu penutup untuk setiap 10 box.

Cara-cara mebuat tutup box

  • Penutup ini dapat menggunakan waring/jaring ikan. Fungsi penutup ini adalah untuk mencegah jangkrik agar tidak dimakan pemangsa yang masuk ke dalam box. Ingat jangkrik adalah makanan istimewa binatang-banatang seperti cicak, tokek, tikus, kucing, ayam dan lain sebagainya.
  • Jangan buat penutup yang menutupi seluruh bos, sirkulasi udara harus tetap normal agar membuat suhu stabil.
  • Selanjutnya diperlukan pecahan bambu yang sudah disisiki (dihaluskan), bambu ini berfungsi sebagai kerangka waring agar kaku dan mudah di gunakan untuk menutup box.
  • Bahan terakhir adalah terpal/plastik tebal. Terpal digunakan untuk menutup kandang jangkrik pada saat suhu dingin. Buatlah kerangka bambu agar tutup terpal mudah digunakan.

Persiapan Bibit Ulat Jerman

Sahabat Biru bisa membeli kumbang ulat Jerman di peternak ulat Jerman yang sudah ada.

Harga rata-rata perekor indukan bisa 2.000 rupiah bahkan ada yang mematok harga lebih dari 2.000 rupiah.

Kalian bisa membeli ulat Jerman yang dijual di toko pakan burung terdekat, dengan harga sekitar 30.000 per Kg, namun beli dengan harga  20.000 juga sudah mendapat cukup banyak.

Ada dua cara dalam pembentukan Kumbang. 

1. Setelah membeli ulat, langsung masukan ke wadah papan yang sudah di buat. Beri pakan polard sedikit saja, lalu tunggu hingga berubah menjadi pupa.

Jika ada yang sudah menjadi pupa, segera pisahkan ke wadah yang baru karena jika tidak, dapat menyebabkan si pupa mati membusuk.

kemudian tinggal menunggunya saja hingga menjadi kumbang muda dan akhirnya menjadi kumbang hitam dewasa yang siap kawin.

2. Pada intinya sama saja dalam proses pembentukan kumbang hanya yang kedua ini menggunakan suatu tempat. yaitu dengan cara membuat wadah dari botol yakult atau sejenis nya.

Jadi ulat Jerman yang sudah berumur dewasa langsung dimasukan ke botol yakult tersebut hingga berubah menjadi kumbang.

Selama proses perubahan menjadi kumbang, ulat kita puasakan hingga akhirnya benar benar berubah manjadi kumbang.

Cara Budidaya Ulat Jerman

Tahapan yang paling penting  adalah cara-cara  pemeliharaan sampai pemanenan. Berikut tahapannya:

Pemeliharaan Ulat Jerman

Larva ulat jerman ini memerlukan asupan makanan dan minuman untuk memaksimalkan tumbuh kembangnya. Polard gandum atau dedak merupakan makanan yang sesuai untuk larva ulat jerman.

Selanjutnya untuk mencukupi asupan cairan ulat jerman yakni cukup dengan memberikan potongan atau irisan kecil buah-buahan yang telah dicuci bersih. Buah-buahan yang sering digunakan adalah pepaya mentah dan waluh.

Pencucian makanan ini menghindari kandungan zat insektisida yang masih menempel pada buah yang akan berakibat fatal bagi ulat Jerman jika memakannya.

Pemeliharaan Kandang

pemeliharaan kotak dapat dilakukan dengan cara menyemprot ruangan dengan campuran larutan formalin dengan dosis 25ppm atau kalium permanganat dengan dosis 20ppm.

Setelah penyemprotan dilakukan diamkan kotak dan ruangan 7-10 hari setelah itu siap untuk digunakan.

Pemberian Pakan

Telur ulat jerman akan menetas menjadi ulat dengan ukuran yang sangat kecil. Setelah 15 hari ulat sudah mulai terlihat pergerakkannya.

Kalian wajib memberi makanan Pollard dan minuman Potongan buah pada ulat jerman. Pemberian makanan Pollard tidak ditentukan banyaknya, kalau habis segera diberikan lagi.Atau juga bisa diberi makan rerumputan yang sudah dihaluskan menggunakan mesin pencacah rumput.

Sedangkan pemberian minuman adalah memberikan potongan buah-buah tersebut sehari sekali pada jam yang sama.

Keteraturan pemberian minuman ini sangat berpengaruh terhadap perkembangan ulat jerman. Lakukan hal tersebut terus-menerus sampai 3 bulan.

Baca Juga : Jenis Jenis Pakan Ternak Bebek

Pemanenan

Setelah 3 bulan, Sahabat Biru sudah bisa memanen ulat Jerman, krena ukurannya sudah menjadi besar. Sahabat Biru bisa menjualnya ke pengepul terdekat atau menjual secara online.

Simulasi Perhitungan Bisnis Ulat Jerman

Simulasi Perhitungan Bisnis Ulat Jerman

Berikut adalah simulasi perhitungan bisnis ulat jerman:

  • Jika 1 kotak Kumbang (bibit) berisi 500 ekor Kumbang.
  • 1 Kotak Kumbang dapat menghasilkan rata-rata sedikitnya 10 Kilogram Ulat  Jerman saat panen.
  • Tiap bulan ada 2 kali panen, karena pembibitan dilakukan setiap 15 hari otomatis panennya juga setiap 15 hari.
  • Harga per Kilogram Ulat Jerman akan kami beli dengan harga 25.000, dan
  • Harga ini tidak pernah turun malah sebaliknya terus naik terhitung mulai tahun 2008.

Jadi kita tarik kesimpulan untuk menghitung pendapatan per bulan adalah sebagai berikut :

Jumlah Kotak x Hasil Panen (Kg) x 2 kali panen perbulan x Harga per Kilogram = Penghasilan Tiap Bulan.

Jika Anda memiliki 10 Kotak Kumbang maka :

10 x 10 x 2 x 25.000 = 5.000.000 / Bulan

Manfaat Ulat Jerman

Ulat Jerman ini cocok untuk burung kicau yang dapat menjaga tubuh terhindar dari virus dan bakteri yang sering menyebabkan burung sakit. Ulat Jerman juga merupakan jenis ulat yang tidak begitu sulit dicerna oleh burung yang memakannya.

Hal tersebut dikarenakan pada Ulat Jerman terdapat kandungan khitin yang kadarnya sangat kecil sehingga tubuhnya tidak terlalu keras dan yang tentunya tidak akan mengganggu pencermanaan burung manapun yang memakannya. Selain itu kandungan ulat jerman didominasi oleh kalsium dan protein sehingga baik dikonsumsi terutama untuk burung kicau.

Itulah beberapa penjelasan tentang cara budidaya ulat jerman. Semoga bermanfaat bagi pemula yang akan berbisnis ulat jenis ini. Sekian. Terima Kasih.

Cara Budidaya Ulat Kandang Bagi Pemula

7 Cara Budidaya Ulat Kandang Untuk Pakan Burung Bagi Pemula

Ulat kandang menjadi salah satu jenis pakan ekstra atau pakan tambahan bagi burung kicau. Meskipun hasilnya masih kalah dibandingkan dengan cara ternak ulat hongkong .

Namun nyatanya manfaat dan kandungan nutrisinya hampir serupa dengan ulat kandang. Dengan kandungan 48% Protein kasar, 40% Lemak kasar, 3% Kadar abu, 8% Ekstrak non-nitrogen dan  57% Air. Ulat kandang juga memiliki manfaat yang sama dengan ulam kandang yakni  menambah stamina dan birahi burung kicau.

Berikut adalah beberapa panduan cara budidaya ulat kandang :

1. Menentukan Lokasi Budidaya

Tahapan awal dalam budidaya ulat kandang yang pertama ialah menentukan lokasi budidaya. Dalam hal ini anda bisa menggunakan lokasi ruangan yang tidak terpakai. Lokasi budidaya juga harus di ruangan yang tertutup dan sejuk. Sebab ulat kandnag tidak menyukai cuaca atau udara yang panas.

Sehingga untuk mendapatkan itu semua, amda bisa menambahkan pendingin udara untukmembuat lolasi budidaya lebih kondusif. Lokasi budidaya yang panas akan membuat ulat kandang tidak dapat tumbuh dengan optimal dan bahkan bisa mengalami kematian.

2. Pembuatan Kandang Budidaya

cara budidaya ulat kandang

  1. Buat kandang dengan bahan teriplek.
  2. Ukuran kandang ideal adalah 1×1 meter.
  3. Buat dengan ukuran persegi, jika ingin membididayakan dalam skala besar maka buat lah kandang sesuai dengan ukuran ruangan.
  4. Namun agar lebih efektif beri sekat tiap ukuran 1×1 meter.
  5. Dalam 1 meter persegi kandamg populasi ideal kepik atau indukan adalah sebanyak 1 kg.
  6. Sehingga jika ukuran kandang anda lebih kecil atau lebih besar makaa sesuaikan populasinya.
  7. Bagian dasr kandang kemudoan diberikan polar.
  8. Anda bisa mendapatkan polar di toko pakan hewan terdekat.
  9. Polar sendiri merupakan dedak gandum yang halus dimana polar ini akan dipakai sebagai tempat bertelur indukan ulat kandang.

3. Pemilihan Indukan

Setelah kamdang siap, maka tahapan budidaya selanjutnya adalah memilih indukan . Sebagai indukan ada beberapa hal yang harus anda perhatikan, antara lain sebagau berikut :

  1. Indukan kepik harus dalam kondisi sehat.
  2. Berukuran besar dan seragam serta memiliki gerakan yang aktif.
  3. Warna kulit mengkilap dan tidak kusam.
  4. Pastikan indukan merupaka  indukan yang siap bertelur, sehingga dalam waktu singkat anda akan bisa melakukan panen ulat kandang.

4. Penanaman Indukan Ulat Kandang

Setelah kandang dan indukan siap, maka tahapan selanjutnya dalam budidaya ulat kandang adalah melakukan penanaman indukan  . Ada beberapa hal yang harusanda lakukan antara lain sebagai berikut :

  1. Pertama adalah bersihkan kandang dari kotoran yang menganggu.
  2. Kemudian tambahkan polar kebagian dasar kandang.
  3. Ratakan polar, dan beri tambahan janggel jangung yang telah di haluskan sebagai bahan makaman indukan.
  4. Setelah itu anda dapat memasukkan indukan sesuai dengan standar populasi yakni 1 kg indukan untuk ukuran kandang 1×1 meter.
  5. Jangan lupa mencatat tanggal dimana anda memasukkan indukan ke kandang.
  6. Hal ini akan menjadi pafokan dalam menentukan masa panen.
  7. Setelah melakukan penanaman indukan , maka tahapan selanjutnya adalah melakukan perawatan dan pemeliharaan yang akan dijelaskan dalam poin dibawah ini.

5. Perawatan dan Pemeliharaan

Tahap selanjutnya yang merupakam tahap krusial dan menentukan keberhasilan budidaya adalah melakukan pemeliharaan dan perawatan.

Beberapa hal yang tidak boleh anda lewatkan adalah pemberian pakan secara rutin. Pemberian pakan dapat dilakukam setiap 2-3 kali dalam sehari. Untuk pakan sendiri anda dapat menggunakan pakan tambahan berupa buah pepaya mentah, ubi dan bengkoang, atau rerumputan yang sudah dicacah mengginakan mesin pencacah rumput.

Selain pakam tersebut anda juga wajib memberikan tambahan pakan berupa konsenstrat. Hal ini agar untuk menambah nutrisi pada larva ulat kandang agar semakin gemuk dan besar.

Baca Juga : Cara Ternak Paling Cepat Panen Unggas

6. Pemisahan Larva dan Indukan

Setelah 9-12 hari dari proses penanaman indukan, maka indukan akan mulai bertelur. Saat itu, anda wajib memisahkan antara indukam dan larva ulat kandang.

Hal ini bertujuan agar indukan dapat kembali bereproduksi sedangkan larva ulat dapat tumbuh dan dapat segera dipanen. Untuk memisahkan anakan larva dan indukan dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :

  1. Siapkan ayakan berukuran besar, ayakan ini untuk memisahkan indukan dan juga janggel jagung.
  2. Janggel jagung yang tersisa di ayakan kemudian di tempatkan di kandang baru untuk budidaya tahap 2.
  3. Setelah itu kemudian gunakan ayakan berujuan sedang untuk memisahkan larva dan indukan.
  4. Larva yang berukuran kecil akam jatuh kekandang lama, sedangkan indukan akan berada dalam ayakan.
  5. Kemudian masukkan indukan kekandang baru yang sevelumnya telah diisi polar dan janggel jagung.
  6. Biarkan indukan bereproduksi kembali.
  7. Selanjutnya lakukan pemeliharaan dan perwatan pada keduannya di kandang terpisah.

7. Pemanenan Ulat Kandang

Setelah dua puluh hari setelah menetas maka ulat kandang dapat dipanen. Untuk melakukan pemanenan ada beberapa tahapan yang harus anda lakukan, antara lain sebagai berikut :

  1. Siapkan ayakan halus dan juga wadah kontainer yang bersih.
  2. Siapkan kandang atau wadah baru untuk polar bekas.
  3. Kemudian mulai lakukan pengayakan, polar akan jatuh kembali ke kandang dan ulat kandang akan tertinggal di ayakan.
  4. Kemudian masukkan ulat kandang kedalam wadah kontainer yang bersih tadi.
  5. Lakukan pengayakan hingga polar dan ulat kaandan habis.
  6. Setelah itu anda bisa mengunakan kamdamg sebagai tempat budidaya ulat kandamg kembali.
  7. Untuk ulat kandang anda bisa langsung menjualnya kepada para pemilik burung kicau.
  8. Akan lebih efektif jika anda sudah memiliki pelanggan tetap sehingga tidak perlu susah lagi menjualnya.

Itulah 7 cara budidaya ulat kandang untuk pakan burung bagi pemula. Tentunya merupakan potensi dan peuang usaha yang sangat menjanjikan terutama bagi anda yang menginginkan penghasilan tambahan. Selain itu modal yang diperlukan juga relatif tidak besar. Jadi, tunggu apalagi segera eksekusi dan dapatkan keuntungan yang menjanjikan. Selamat mencoba semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Panduan Cara Ternak Ulat Kandang Sangat Mudah

Lesser mealworm merupakan nama latin dari ulat kandang yang berfungsi sebagai bahan pakan burung kicau. Walaupun tidak terkenal seperti ulat hongkong, ulat kandang memiliki manfaat yang dapat menambah nutrisi, stamina dan birahi burung kicau.

Kandungan nutrisi yang ada di ulat kandang yaitu mengandung protein kasar 48%, lemak kasar 40%, kadar abu 3%, ekstrak non nitrogen 8%, dan air 57%. Bahkan, harga pakan ulat kandang lebih murah dibandingkan harga pakan burung lainnya, seperti ulat hongkong, jangkrik, dan kroto.

Panduan Cara Ternak Ulat Kandang

Bagi Anda yang mau melakukan dan menjadikannya sebagai usaha sampingan tentunya hanya memerlukan modal kecil. Bagaimana caranya? Berikut panduan cara ternak ulat kandang yang dapat kamu coba dirumah:

Baca Juga: Cara Ternak Kambing Boer yang Menguntungkan Untuk Anda

Penentuan Lokasi 

Lokasi yang akan digunakan untuk ternak sebaiknya tertutup dan sejuk karena ulat tidak bisa tumbuh dan berkembang dengan baik, bahkan mengalami kematian jika di letakkan di tempat yang panas.

Pembuatan Kandang Ulat

Kandang dibuat agar memudahkan kita juga dalam mengamati perkembangannya secara intesif. Hal yang perlu disiapkan ialah:

  1. Membuat bahan dari triplek dengan ukuran 1 m x 1 m berbentuk persegi dengan menggunakan mesin, jika mau besar sesuaikan dengan luas lokasi anda.
  2. Ukuran 1 meter hanya memuat indukan sekitar 1 kg ulat.
  3. Bagian bawah diberi polar berasal dari dedak gandum untuk tempat bertelur ulat kandang.

cara ternak ulat kandang

Pemilihan Indukan

Indukan dipilih dari kepik yang sehat, warna kulit tidak kusam dan kalau bisa siap bertelur agar dalam waktu cepat bisa panen ulat kandang. indukan bisa didapatkan di toko yang menjual indukan kepik.

Penanaman Indukan

Ada beberapa langkah saat mau menanam indukan ulat kandang, yaitu sebaga berikut:

  1. Bersihkan dahulu kandang ulat dari kotoran dan tambahkan polar di bagian dasar kandang.
  2. Tambah janggel jagung yang sudah dihaluskan.
  3. Masukkan indukan, jika ukuran kandang 1 m x 1 m cukup 1 kg indukan yang ditanam.
  4. Catat tanggal memasukkan indukan agar mengetahui jadwal panennya.
  5. Setelah itu, lakukan pemeliharaan dengan baik.

Baca Juga: Cara Ternak Ulat Hongkong Bagi Pemula Untuk Awal Bisnis

Pemeliharaan Anakan

cara ternak ulat kandang

Pemberian pakan secara rutin 2-3 hari sekali dengan pepaya mentah, ubi ataupun bengkoang, bisa juga diberi makan sejenis rerumputan yang sudah dicacach menggunakan mesin pencacah rumput. Selain itu, konsentrat dapat ditambahkan agar ulat kandang lekas gemuk dan sehat.

Pemisahan Larva dengan Indukan

Pada waktu larva sudah bermunculan banyak, harus dipisahkan dengan indukannya agar indukan dapat berkembang lagi dan larva dapat tumbuh dengan baik di tempat kandang yang lain.

Cara memisahkan larva dengan indukan dapat dilakukan sebagai berikut:

  1. Gunakan ayakan besar untuk memisahkan indukan dengan janggel jagung, kemudian janggel jagung diletakkan di kandang lain untuk tahap budidaya selanjutnya.
  2. Gunakan ayakan lagi yang lubangnya kecil agar yang jatuh hanya larvanya saja.
  3. Larva yang jatuh langsung bisa dilekkan di kandang baru dan jangan lupa isi dengan polar.

Panen

Butuh sekitar 20 hari untuk panen ulat kandang, tentunya tidak lama. Adapun cara panen yang bisa dilakukan yaitu:

  1. Ayak dengan ayakan halus ulat yang akan dipanen.
  2. Siapkan wadah ulat dan polar bekas.
  3. Letakkan ulat ke wadah yang sudah disiapkan dan polar bekas bisa digunakan kembali untuk beternak ulat kandang
  4. Ulat siap dijual ke konsumen, pastinya akan menguntungkan jika sudah memiliki pelanggan yang siap membeli hasil panen.

Demikian panduan ternak ulat kandang yang dapat dijadikan referensi bagi anda. Terimakasih semoga bermanfaat.

Jangan lupa SHARE artikel ini kepada teman-teman kamu ya!

Cara Beternak Ulat Hongkong Yang Simple Dan Mudah

Cara Beternak Ulat Hongkong Yang Mudah Dan Benar

1. Persiapan kandang

Cara Beternak Ulat Hongkong

Sebelum kalian memulai usaha cara ternak ulat hongkong, Pertama yang harus kalian lakukan adalah mempersiapkan kandang.

Untuk kandang ternak ulat hongkong sangatlah simple dan mudah, Kalian bisa menggunakan wadah berbahan triplek ataupun kayu, Bisa juga menggunakan kontainer plastik yang mudah didapatkan.

Kandang ulat hongkong mempunyai ukuran panjang 60(enam puluh) cm, lebar 40(empat puluh) cm, tinggi 7(tujuh) cm, jika menggunakan triplek, bagian tepi tripleknya nya harus di lapisi lakban plastik keliling, Tujuannya agar ulat hongkong tidak keluar kandang.

Buatlah rak dengan rangka kayu ataupun bambu untuk menyusun wadah-wadah nya.

Ternak ulat hongkong tidak memerlukan tempat yang luas, Cukup memanfaatkan ruangan atau gudang yang tidak terpakai atau didalam rumah, Yang penting terhindar dari binatang predator lain.

2. Pemilihan bibit

Jika kandang sudah kalian persiapkan, Selanjutnya adalah pemilihan bibit, Pilih bibit yang bagus, agar mendapatkan hasil yang berkualitas, Bibit dapat kalian beli dari yang masih ulat atau yang jadi kumbang.

Disini kita membahas bibit yang mulai dari ulat, Ulat yang sudah kalian dapatkan langsung kita taruh di wadah yang sudah kita persiapkan, Maksimal dalam satu wadah di isi bibit 2(dua) kg,
Yang berukuran panjang 2(dua) – 3(tiga) cm dengan diameter 3(tiga)– 4(empat) mm.

Ulat yang berukuran tersebut akan berubah menjadi kepompong sekitar 7(tujuh) – 10(sepuluh) hari secara bergantian.

3. Berkembang biak

Cara berkembang biak ulat hongkong adalah bertelur, Telur itu akan bermetamorfose secara sempurna, hingga menjadi kumbang yang dewasa.

Dalam usaha beternak ulat hongkong, Setiap perubahanya pada ulat hongkong harus diperlakukan sebagai berikut.

Pemisahan kepompong

Ulat hongkong yang sudah menjadi kepompong harus di pisahkan di tempat yang berbeda, jika tidak dipisahkan ditakutkan ulat hongkong memakan kepompong-kepompong tersebut.

Kepompong yang akan kita pisahkan harus yang sudah berwarna putih agak kecoklatan, Pengambilanya pun harus berhati –hati agar kepompong tidak luka ataupun lecet, Karena jika kepompong luka atau lecet bisa mengakibatkan kematian atau busuk.

Kemudian kepompong kita taruh secara merata ditempat yang sudah dilapisi koran, Jangan sampai bertumpuk, dan atasnya kita tutup dengan koran lagi, kepompong yang sudah dipisahkan akan mulai berubah menjadi serangga sayap putih atau di sebut dengan kumbang muda sekitar 10(sepuluh) hari.

Baca Juga : Pembuatan Pupuk Hijau

Pemisahan kumbang

Setelah kepompong itu berubah menjadi kumbang, Siapkan lagi wadah yang baru, dan alasnya dilapisi dengan kapas, dan kapas tersebut adalah sebagai tempat kumbang bertelur.

cara beternak ulat hongkong

Kemudian ambilah kumbang yang sayapnya sudah mulai berwarna hitam menceling, taruhlah di wadah yang sudah dilapisi kapas, Setelah 7(tujuh) hari kumbang dipindah kewadah baru yang alasnya dilapisi kapas.

Wadah yang sudah tidak ada kumbangnya adalah wadah yang berisi telur kumbang yang akan menetas sekitar 10(sepuluh) hari dan menjadi larva-larva kecil, larva inilah yang disebut ulat hongkong, Pada umur 30(tiga puluh) hari, ulat hongkong dapat kalian pisahkan dari kapas ke wadah yang baru atau tempat pembesaran.

Dan lakukanlah cara tersebut sampai kumbang mati sendiri atau kering, biasanya ulat hongkong sudah bisa dipanen atau dijual setelah umur 50(lima puluh) hari.

4. Perawatan serta pemberian pakan

Untuk perawatan yang harus diperhatikan adalah suhu udara kandang, Idealnya adalah 29(dua puluh sembilan) – 30(tiga puluh)°C, serta sirkulasi udara yang cukup baik.Pakan yang biasanya diberikan pada ulat hongkong adalah, Bekatul, ampas tahu, serta sayuran hijau yang sudah dicacah menggunakan mesin pencacah rumput.

Untuk memberikan bekatul atau ampas tahu sebaiknya dibuat gumpalan-gumpalan, Yang tujuannya agar tidak menimpa ulat hongkong itu sendiri, Pakan harus diberikan secara bergantian, Agar asupan nutrisi dapat terpenuhi.

Makanan yang kalian berikan harus betul-betul habis dan baru diganti dengan yang baru, dan sisa-sisa makanan serta kulit kering dari hasil pergantian kulit ini harus rutin dibersihkan, Agar memudahkan pengambilan dan pemisahan kepompong.

Saat ulat menjadi kepompong tidak perlu kalian kasih makan, Karena kepompong tidak butuh makanan. Sedangkan untuk pakan ulat yang baru menetas atau baru dipisah dari kapas bisa dicampur dengan voer atau tepung tulang, Yang bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan.

Setelah tahap tahap ini dilakukan, tiba saatnya panen, Hasil panen bisa dijual, dan yang sebagian bisa digunakan sebagai bibit baru, Untuk memperbanyak produksi dan tidak perlu membeli bibit ulat hongkong lagi.

Demikian cara beternak ulat hongkong bagi pemula. Semoga dapat membantu anda yang berminat usaha ini,
Mari kita Belajar Beternak, Terima Kasih.

Cara Budidaya Ulat Hongkong Simple Dan Mudah

Budidaya ulat hongkong cukup banyak dikembangkan di Indonesia. Bahkan perkembangan bisnis ulat ini juga semakin menjamur. Hal ini tidak lepas dari peningkatan pasarnya yang tergolong tinggi.

Target pemasaran dari ternak ulat hongkong, banyak ditujukan kepada para pemelihara burung, baik skala perorangan maupun peternak.

Seiring berjalannya waktu, banyak kolektor dan peternak burung kicau yang memakai ulat ini sebagai pakannya. Salah satu alasannya adalah karena ulat hongkong dinilai memiliki kandungan nutrisi yang sangat lengkap dan dibutuhkan oleh burung. Silahkan diperhatikan untuk pemula bagaimana cara budidaya ulat hongkong.

Cara Budidaya Ulat Hongkong Sebagai Pakan Burung

Hal pertama yang harus kalian lakukan untuk memulai cara budidaya ulat hongkong sebenarnya cukup mudah. Hanya perlu beberapa persiaan saja kalian sudah bisa melakukan budidaya ulat hongkong. Berikut ini ada beberapa langkah pemeliharaan, yang bisa kamu praktikan.

cara budidaya ulat hongkong

1. Siapkan Alat dan Bahan

Sebelum memulai ternak ulat hongkong, kalian wajib menyiapkan peralatan dan bahan yang dibutuhkan. Berikut ini beberapa alat dan bahan yang harus kalian sediakan:

  • Tiga buah tempat (toples) kosong, lengkap dengan tutupnya.
  • Oatmeal/havermut yang kering.
  • Kapas secukupnya.
  • Indukan ulat hongkong 2 kg, berisi kurang lebih 500 sampai 1000 ekor.
  • Pakan ulat, berupa ampas tahu/ dedak/ pur/ sayuran.

2. Memilih Induk yang Berkualitas

Selanjutnya yang harus kalian lakukan adalah memilih indukan yang berkualitas. Dalam memilih indukan, tidak boleh sembarangan, harus memilih indukan yang terlihat bagus . Hal ini dilakukan agar hasil anakannya  memiliki kualitas yang serupa seperti indukannya.

  • Indukan unggul bisa dilihat dari ukuran siknya, yaitu mempunyai panjang rata-rata 15 mm, dengan lebar kurang lebih 4 mm.
  • Untuk satu kali budidaya ulat hongkong, umumnya menyiapkan induk ulat hongkong kurang dari 2 kg, atau berisi 500 sampai 1000 ekor.
  • Tempatkan indukan tersebut ke dalam toples yang dasarannya sudah dilapisi oatmeal setebal 2.5 cm. Lapisan inilah yang akan digunakan untuk tumbuh kembang si ulat.

3. Pemberian Pakan untuk Indukan

Selanjutnya yang harus kamu perhatikan betul adalah urusan pakannya. Jangan lupa untuk memberikan pakan yang bernutrisi dan diberikan secara berkala.

Hal ini ditujukan untuk menunjang perkembangan indukan dari budidaya ulat hongkong agar perkembangbiakannya optimal. Ada beberapa hal terkait dengan akan yang mesti kamu perhatikan.

  • Adapun jenis pakan yang biasanya diberikan kepada induk ulat Hongkong adalah ampas tahu, dedak atau pur / voer pakan ayam.
  • Dalam memberi pakan tidak perlu dilakukan setiap hari, tapi cukup 4 hari sekali.
  • Jumlah pakan yang diberikan harus memenuhi standar yang telah ditentukan. Untuk berat indukan 2 kg, cukup disuplay pakan sebanyak 2 kg untuk sekali makan.
  • Sangat disarankan untuk menambahkan potongan hijauan dengan menggunakan mesin pencacah rumput. Sebab hijauan tersebut berfungsi sebagai sumber kelembapan. Sehingga akan menunjang tumbuh kembang ulat Hongkong yang memang cocok hidup di area yang bersuhu lembab.

4. Pemisahan Kepompong

Dalam seminggu setelah perawatan, biasanya indukan akan berubah menjadi kepompong. Maka langkah selanjutnya yang harus kamu lakukan adalah memisahkannya ke dalam toples yang lain. Toples ini lah nantinya
yang akan jadi media berkembang untuk ulat hongkongnya. Nah, ada prasyarat yang mesti kamu lakukan saat memindahkan keomong ulat hongkong tersebut ke toples baru.

  • Adapun toples yang digunakan untuk memisahkan kepompong harus sudah dilapisi dengan oatmeal/ havermut sebelumnya.
  • Saat memindahkannya, kamu harus telaten dan hati-hati. Sebab cangkang kepompong akan gampang sekali rusak dan mati. Untuk itu, sebaiknya Anda pindahkan sedikit demi sedikit, secara perlahan-lahan.
  • Proses peletakan dan penempatannya pun tidak boleh sembrono. Usahakan antara satu kepompong dengan kepompong yang lain tidak saling bertindihan. Sebab selain bisa merusak sik cangkang, juga menyebabkan kepompong gagal berkembang, bahkan mati.
  • Sebaiknya untuk hasil yang optimal, peletakan kepompong ulat hongkong tersebut disebar secara merata pada tempat lebar (nampan atau kotak kayu) yang sudah dilapisi dengan oatmeal diatasnya.
  • Nah, setelah semua kepompong sudah dikondisikan, tutuplah toples
    tersebut dengan koran secara rapat.

5. Siapkanlah Toples untuk Kumbang

Setelah menunggu kurang lebih sampai 10 harian, kepompong-kepompong tersebut akan berubah menjadi kumbang beras. Maka kamu harus secepatnya menyiapkan toples lain untuk para kumbang. Nah, toples tersebut yang nantinya akan digunakan kumbang-kumbang tersebut untuk bertelur.

Disinilah tahap budidaya ulat hongkong yang bisa dibilang tahap pertengahan. Dimana pada tahap ini kita akan menyiapkan kumbang yang akan kita panen ulatnya kelak. Sebelum melangkah ke proses tersebut, lakukan langkah-langkah berikut ini :

  • Sebelum memindahkannya, kamu harus memastikan bahwa tempat tersebut sudah dikondisikan. Caranya sama dengan melapisi permukaan bawah toples dengan kapas. Hal ini dilakukan untuk menjaga telur-telur kumbang, agar tidak pecah atau rusak.
  • Sebelum memindahkan kumbang ke tempat barunya, pastikan terlebih dahulu bahwa sayap-sayap kumbangnya telah berubah menjadi hitam.
  • Setelah itu tunggulah untuk beberapa hari, sampai kapas-kapas tersebut terisi dengan telur. Nah, saat kapas sudah terisi telur ulat hongkong, kamu harus rutin mengganti kapas lama dengan kapas yang baru yang masih belum terisi telur.
  • Kapas lama yang sudah terisi telur, harus segera dipisahkan dari kumbangnya, untuk proses penetasan.
  • Selama kumbang bertelur, Anda juga harus memperhatikan asupan pakannya. Makanan kumbang sebenarnya sama dengan ulat hongkong, yaitu ampas tahu, dedak, atau pur / voer pakan ayam.
  • Berikan porsi makanan yang lebih sedikit dari jatah pakan ulat hongkong, yaitu sebanyak 100 gr per 3 hari sekali.

 Baca Juga : Cara Beternak Sapi Perah Yang Mudah

6. Proses Penetasan Telur

Setelah telur dipisahkan dari kumbangnya, kamu hanya tinggal menunggu proses penetasannya saja. Biasanya untuk bisa menetas menjadi ulat, telur-telur tersebut membutuhkan waktu kurang lebih 10 hari.

Setelah telur menetas, maka budidaya ulat hongkong yang kamu lakukan bisa dibilang sukses. Hanya saja kamu harus mengurus telur yang menetas tersebut supaya ulat hongkongnya bisa hidu dan berkembang dengan baik.

  • Ulat yang baru saja menetas jangan langsung diambil, sebab masih terlalu kecil. kamu cukup membiarkannya saja sambil terus diberi pakan secara rutin dan sesuai porsi.
  • Nah, kamu bisa mengambil ulat-ulat kecil tersebut saat sudah berumur 30 hari untuk dipindahkan ke wadah yang lain. Sebab pada usia ini, sebenarnya kamu sudah diperbolehkan untuk memisahkan ulat-ulat tersebut ke tempat yang pembiakan yang berbeda untuk digunakan sebagai pakan atau dipasarkan.
  • Jika sudah menjadi ulat seperti ini, maka kamu bisa memberi makan mereka dengan sayuran seperti sawi, kol, kubis atau pakcoy.

7. Periksa Dan Amati Perkembangannya

Meskipun sudah banyak yang menetas menjadi ulat hongkong, sebaiknya kamu harus terus mengamati perkembangan telur-telur serta bibit ulat kecil yang baru saja menetas.

Sebab perkembangan dari ulat ini tergolong cepat. Jadi erawatan dan emindahan yang kamu lakukan haruslah terkontrol penuh, jangan sampai terbengkalai.

Untuk itu lakukanlah langkah-langkah perawatan seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Namun ada sedikit tambahan yang perlu kamu perhatikan.

  • Perhatikan jumlah populasi dari ulat hongkong yang kamu budidayakan. Sebab hal ini akan mempengaruhi jumlah asupan pakan dan jumlah tempat yang harus kamu sediakan kedepannya.
  • Dampak buruk jika tidak seimbang dalam proses budidaya ulat hongkong, maka akan mempengaruhi kualitas ulat hongkong saat dipanen nantinya. Bisa jadi ulatnya kecil-kecil karena kurang asupan pakan atau bahkan banyak yang mati karena berdesakan.

8. Tips Tambahan

Sebenarnya cara-cara diatas sudah cukup untuk membuat ternak ulat hongkong berhasil. Namun jika kamu ingin hasil yang jauh lebih saat panen nantinya, maka ada tips tambahan yang bisa kamu lakukan.

Untuk memaksimalkan dan meningkatkan keberhasilan budidaya ulat hongkong, maka sebaiknya kamu juga mengikuti tips-tips berikut ini:

  • Gantilah setiap makanan yang sudah busuk dan menjamur, dengan
    makanan baru yang masih segar, terutama untuk buah dan sayuran.
  • Ukuran toples harus disesuaikan dengan jumlah ulat. Maka sebaiknya
    harus proposional.
  • Meskipun menyukai suhu yang lembab, jangan sekali-kali menaruh toples yang berisi ulat didalam kulkas atau mesin pendingin lainnya.
  • Jangan menaruh ulat Hongkong terlalu banyak, ke dalam toples. Sebab akan menghambat tumbuh kembangnya.
  • Tidak perlu terlalu sering membersihkan toplesnya. Sebab akan mempengaruhi perubahan suhunya. Untuk itu, yang perlu Anda lakukan adalah menjaga kesejukan ruangan dalam toples.

Itulah beberapa cara budidaya ulat hongkong, pastikan anda mencoba budidaya ulat jenis ini karena selain caranya mudah juga menghasilkan untung yang banyak.

© 2021 VAGUS NET

Theme by Anders NorenUp ↑